Seminari dan Institut
Pelajaran Penelaahan di Rumah: Ajaran dan Perjanjian 72–76:80 (Unit 16)


Pelajaran Penelaahan di Rumah

Ajaran dan Perjanjian 72–76:80 (Unit 16)

Materi Persiapan untuk Guru Penelaahan di Rumah

Ringkasan dari Pelajaran Penelaahan di Rumah Harian

Ringkasan berikut dari peristiwa, ajaran, dan asas yang siswa pelajari sewaktu mereka menelaah Ajaran dan Perjanjian 72–76:80 (unit 16) tidak dimaksudkan untuk diajarkan sebagai bagian dari pelajaran Anda. Pelajaran yang Anda ajarkan berfokus hanya pada beberapa dari ajaran-ajaran dan asas-asas ini. Ikutilah dorongan Roh Kudus sewaktu Anda mempertimbangkan kebutuhan para siswa Anda.

Hari 1 (Ajaran dan Perjanjian 72–74)

Sewaktu siswa menelaah pemanggilan Tuhan terhadap Newel K. Whitney sebagai uskup, mereka belajar bahwa pemanggilan untuk melayani dalam Gereja Yesus Kristus datang dari Juruselamat. Mereka juga belajar bahwa uskup dan presiden cabang mengelola urusan-urusan duniawi dan rohani Gereja di lingkungan serta cabang mereka. Sementara belajar tentang pekerjaan Nabi Joseph Smith mengenai penerjemahan terilhami dari Alkitab, siswa mengenal asas bahwa anak-anak kecil adalah kudus, dipersucikan melalui Pendamaian Yesus Kristus.

Hari 2 (Ajaran dan Perjanjian 75)

Dengan menelaah petunjuk Tuhan kepada sekelompok penatua dalam Gereja, siswa belajar tentang berkat-berkat yang Tuhan berikan kepada mereka yang setia dalam menyebarkan Injil. Dari nasihat Tuhan kepada sebuah kelompok terpisah para penatua, siswa menemukan bahwa Tuhan memerintahkan kita untuk tekun dalam segala hal.

Hari 3 (Ajaran dan Perjanjian 76:1–49)

Sewaktu Nabi Joseph Smith dan Sidney Rigdon merenungkan makna dari Yohanes 5:29, mereka diberi sebuah penglihatan dari Tuhan. Sebelum menelaah penglihatan itu, siswa menemukan asas-asas berkenaan dengan kesediaan Tuhan untuk menyatakan kebenaran kepada kita. Sewaktu siswa menelaah bagian pertama dari penglihatan itu, mereka mengenali berbagai ajaran mengenai Yesus Kristus dan Setan. Siswa juga belajar bahwa melalui Pendamaian Yesus Kristus, semua anak Allah kecuali para putra kebinasaan dapat diselamatkan dari dosa dan kematian.

Hari 4 (Ajaran dan Perjanjian 76:50–80)

Sementara belajar tentang apa yang Nabi Joseph Smith dan Sidney Rigdon lihat dalam penglihatan mengenai kerajaan selestial, siswa mengenali berkat-berkat kekal yang akan diberikan kepada mereka yang menerima kesaksian tentang Yesus dan menaati perintah-perintah-Nya. Siswa juga menemukan bahwa kita dapat dijadikan sempurna melalui Pendamaian Yesus Kristus. Dengan membandingkan perbedaan antara kerajaan selestial dan kerajaan terestrial, siswa belajar bahwa jika kita berani dalam kesaksian tentang Yesus, kita dapat memperoleh kerajaan selestial Allah.

Pendahuluan

Pelajaran ini berfokus pada apa yang Nabi Joseph Smith dan Sidney Rigdon pelajari mengenai Juruselamat dan kerajaan selestial serta kerajaan terestrial melalui penglihatan yang dicatat dalam Ajaran dan Perjanjian 76.

Saran untuk Pengajaran

Catatan: Untuk membantu siswa dalam upaya mereka untuk menghafalkan petikan penguasaan ayat suci dalam Ajaran dan Perjanjian 76:40–41, Anda mungkin ingin melafalkannya bersama mereka di awal atau di akhir kelas.

Ajaran dan Perjanjian 76:20–24

Joseph Smith dan Sidney Rigdon melihat sebuah penglihatan tentang Bapa Surgawi dan Yesus Kristus

Untuk nyanyian renungan, undanglah anggota kelas untuk menyanyikan “Dia Hidup Sang Penebusku” (Nyanyian Rohani, no. 53). Lirik dari nyanyian pujian ini dapat menolong siswa merasakan kuasa asas-asas yang akan mereka pelajari hari ini.

Undanglah siswa untuk memikirkan situasi berikut: Sementara duduk di kelas di sebuah sekolah, guru Anda mulai membahas agama-agama di dunia. Ketika ke-Kristenan disebutkan, guru menanyakan adakah orang Kristen di kelas yang bersedia untuk membagikan kepercayaan mereka mengenai Yesus Kristus.

  • Jika Anda dalam situasi ini, apa yang akan Anda katakan apa yang Anda percayai dan ketahui tentang Yesus Kristus?

Tekankan bahwa kita dapat belajar banyak kebenaran mengenai Yesus Kristus dalam Ajaran dan Perjanjian 76. Bantulah siswa meninjau konteks dari wahyu ini dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apa yang Nabi Joseph Smith dan Sidney Rigdon lakukan sebelum mereka menerima penglihatan yang dicatat dalam Ajaran dan Perjanjian 76? (Jika perlu, imbaulah siswa untuk meninjau bagian pendahuluan.)

  • Siapa yang Joseph Smith dan Sidney Rigdon lihat pertama kali dalam penglihatan itu? (Jika siswa tidak dapat mengingat, ajaklah mereka untuk meneliti Ajaran dan Perjanjian 76:20–24 untuk menemukan jawabannya.)

Mintalah seorang siswa untuk membaca Ajaran dan Perjanjian 76:20-24 dengan lantang. Mintalah anggota kelas untuk mengikuti, dengan mencari kebenaran-kebenaran yang Joseph Smith dan Sidney Rigdon pelajari mengenai Yesus Kristus.

  • Apa kebenaran yang Joseph Smith dan Sidney Rigdon pelajari mengenai Yesus Kristus melalui Penglihatan Pertama? (Mintalah seorang siswa untuk mendaftar respons mereka di papan tulis.)

Siswa mungkin mengidentifikasi berbagai ajaran, termasuk yang berikut: Yesus Kristus adalah Sosok yang hidup dan dimuliakan; Bapa Surgawi dan Yesus Kristus adalah pribadi yang berbeda; Yesus Kristus adalah Putra Tunggal Bapa dalam daging; Yesus Kristus adalah Pencipta dunia ini dan dunia-dunia lainnya; serta kita adalah para putra dan putri yang diperanakkan oleh Allah. (Untuk menolong siswa memahami dengan lebih baik asas terakhir, Anda mungkin ingin mengajak mereka untuk membaca Mosia 5:7.)

  • Manakah dari kebenaran-kebenaran yang terdaftar di papan tulis yang dapat Anda persaksikan? Bagaimana Anda mengetahui itu benar?

Pertimbangkan membagikan kesaksian Anda sendiri tentang Juruselamat.

Ingatkan siswa bahwa Ajaran dan Perjanjian 76:22–24 adalah sebuah petikan penguasaan ayat suci. Mintalah mereka untuk menyebutkan orang-orang yang kepadanya Yesus Kristus telah menampakkan diri selain Nabi Joseph Smith dan Sidney Rigdon. (Dalam pelajaran penelaahan di rumah mereka untuk Hari 3, siswa ditugasi untuk menemukan rujuk silang terhadap kisah lain dalam tulisan suci di mana para nabi bersaksi tentang melihat Juruselamat. Sebagai contoh, lihat Keluaran 33:11; 1 Raja-Raja 11:9; dan Yesaya 6:5; lihat juga Matius 5:8.)

Ajaran dan Perjanjian 76:50–80

Joseph Smith dan Sidney Rigdon melihat kerajaan selestial dan terestrial dalam penglihatan.

Mintalah siswa untuk menyebutkan sejumlah tempat yang mereka ingin kunjungi selama liburan. (Daftarlah jawaban mereka di papan tulis). Lingkarilah salah satu destinasi yang didaftar di papan tulis. Mintalah siswa untuk menguraikan jalan yang perlu mereka tempuh agar tiba di tempat tujuan yang dipilih. Pilihlah tujuan lain dari daftar tersebut di papan tulis yang secara signifikan berbeda dari tujuan pertama yang Anda lingkari.

  • Jika Anda mengetahui jalan yang Anda jelaskan untuk tujuan pertama, akankah itu membawa Anda ke tujuan lain ini?

  • Bagaimana destinasi yang Anda pilih memengaruhi jalan yang harus Anda ambil untuk sampai di sana?

Undanglah siswa untuk membuka penuntun penelaahan siswa mereka dalam diagram “Ajaran dan Perjanjian 76: Garis Besar tentang Penglihatan” dalam pelajaran untuk Hari 3.

kerajaan-kerajaan kemuliaan
  • Bagaimana pembahasan kita mengenai jalan dan tujuan berkaitan dengan penglihatan yang dicatat dalam Ajaran dan Perjanjian 76? (Dari penglihatan ini kita belajar tentang jalan, atau pilihan, yang menuntun pada tujuan kekal yang mungkin bagi kita masing-masing.)

Mintalah seorang siswa untuk membacakan Ajaran dan Perjanjian 76:51–53 dengan lantang, yang menguraikan jalan menuju permuliaan dalam kerajaan selestial. Mintalah siswa lain untuk membacakan Ajaran dan Perjanjian 76:72–79 dengan lantang, yang menguraikan jalan menuju kerajaan terestrial. Mintalah anggota kelas untuk menyimak, dengan mencari bagaimana jalan yang menuntun ke kerajaan selestial dan kerajaan terestrial itu berbeda.

  • Apa saja perbedaan yang Anda lihat di antara mereka yang mewarisi permuliaan dalam kerajaan selestial dan mereka yang mewarisi kerajaan terestrial? (Salah satu perbedaan signifikan yang siswa mungkin telah amati adalah bahwa mereka yang mewarisi kerajaan terestrial “tidak gagah berani dalam kesaksian mereka tentang Kristus” [A&P 76:79]).

Mintalah siswa untuk meninjau Ajaran dan Perjanjian 76:51–53, mencari sebuah asas yang diajarkan dalam ayat tersebut.

Tulislah asas yang tidak lengkap berikut di papan tulis: Jika kita gagah berani dalam kesaksian tentang Yesus, …

  • Dari apa yang Anda pelajari di ayat 51–53, bagaimana Anda melengkapi asas ini? (Mereka dapat menggunakan kata-kata lain, namun siswa hendaknya mengidentifikasi asas yang berikut: Jika kita gagah berani dalam kesaksian tentang Yesus, kita dapat menerima permuliaan dalam kerajaan selestial Allah.)

Untuk membantu siswa memahami lebih baik asas ini, bahaslah pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Menurut Anda apakah perbedaan antara memiliki kesaksian tentang Juruselamat dan menjadi gagah berani dalam kesaksian itu?

  • Apa saja tindakan dan sikap yang Anda akan lihat dalam diri mereka yang gagah berani dalam kesaksian mereka tentang Juruselamat?

  • Apa yang telah menolong Anda menjadi gagah berani dalam kesaksian Anda tentang Yesus Kristus?

Bagikan kesaksian Anda bahwa mereka masing-masing memiliki potensi untuk menerima permuliaan dalam kerajaaan selestial. Undanglah mereka untuk merenungkan apakah pilihan-pilihan yang mereka buat menuntun mereka ke tujuan kekal yang akan memberi mereka kebahagiaan terbesar. Imbaulah mereka untuk gagah berani dalam kesaksian mereka tentang Yesus Kristus.

Unit Berikutnya (Ajaran dan Perjanjian 76:81–119; 77–83)

Untuk mempersiapkan siswa bagi penelaahan mereka di minggu mendatang, Anda mungkin ingin mengundang mereka untuk memikirkan yang berikut: Mengapa Tuhan mengharapkan lebih banyak dari mereka yang telah menerima lebih banyak terang dan pengetahuan? Selain untuk menuntaskan penelaahan mereka tentang penglihatan yang diberikan kepada Nabi Joseph Smith dan Sidney Rigdon yang dicatat dalam Ajaran dan Perjanjian 76, dalam unit berikutnya siswa akan belajar apa yang Tuhan harapkan dari mereka yang kepadanya Dia telah memberikan banyak. Siswa juga akan membaca penjelasan tentang “empat makhluk” yang dirujuk dalam Wahyu 4:6–9.