“Mengatur Tugas dan Prioritas: Teladan Juruselamat Dapat Membantu Kita Menertibkan Kehidupan Kita,” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama (2026)
“Mengatur Tugas dan Prioritas: Teladan Juruselamat Dapat Membantu Kita Menertibkan Kehidupan Kita,” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama
Berhasil di Sekolah: Pelajaran 195
Mengatasi Menunda-Nunda
Belajar Menghindari Penundaan dalam Tugas Sekolah
Seberapa sering Anda mendapati diri Anda tidak menyelesaikan tugas atau penugasan yang diperlukan? Meskipun kita semua bergumul dengan penundaan, itu bisa menjadi godaan umum untuk menunda-nunda tugas sekolah. Ketika kita berupaya mengatasi kecenderungan ini, ini adalah satu cara kita mengindahkan peringatan-peringatan Juruselamat untuk menghindari dari menunda-nunda (lihat Matius 25:1–13). Pelajaran ini dapat membantu siswa mengidentifikasi cara-cara untuk mengatasi godaan untuk menunda-nunda tugas sekolah.
Persiapan siswa: Ajaklah siswa untuk datang siap dengan beberapa alasan remaja mungkin menunda-nunda pekerjaan sekolah mereka. Imbaulah mereka untuk bersiap membagikan apa yang telah mereka lakukan untuk tetap mengikuti perkembangan tugas dan pekerjaan sekolah
Kemungkinan Kegiatan Pemelajaran
Iman kepada Yesus Kristus menuntun pada tindakan
Untuk memulai kelas, pertimbangkan untuk mengadakan pembahasan umum mengenai godaan untuk menunda-nunda. Anda dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti yang berikut.
-
Apa saja hal-hal yang biasa ditunda-tunda oleh remaja?
-
Apa saja alasan yang mungkin diberikan oleh remaja untuk menunda-nunda hal ini? Apa kemungkinan konsekuensinya?
Setelah pembahasan, Anda dapat berbagi bahwa hari ini siswa akan memiliki kesempatan untuk berfokus mengatasi godaan untuk menunda-nunda tugas sekolah mereka.
-
Apa saja alasan mengapa sulit untuk memulai atau menyelesaikan tugas atau penugasan?
Anda kemudian dapat memperlihatkan gambar orang-orang Israel mengumpulkan manna. Jika siswa sudah menelaah Pelajaran 47: “Keluaran 16,” pertimbangkan untuk mengajak siswa berbagi apa yang mereka ingat. Jika mereka tidak menelaah kisah ini, Anda dapat secara singkat membagikan ringkasan berikut.
Mengumpulkan makanan di padang gurun adalah sulit bagi orang Israel. Suatu pagi mereka terbangun dan mendapati bahwa Tuhan telah secara ajaib menyediakan makanan sehari-hari yang oleh orang Israel disebut manna.
Baca Keluaran 16:4–5, 14–15, mencari petunjuk Tuhan tentang bagaimana manna dikumpulkan.
-
Apa yang mukjizat ini dapat ajarkan kepada kita tentang Tuhan?
Bacalah Keluaran 16:18–22, 27, mencari beberapa konsekuensi dari menunda-nunda mengumpulkan manna atau tidak mengumpulkan dua bagian sehari sebelum hari Sabat.
-
Apa yang menonjol bagi Anda?
Siswa dapat berbagi bahwa jika orang-orang Israel meninggalkan manna di tanah sampai hari berikutnya, manna menjadi “berulat dan berbau busuk” (ayat 20). Jika mereka tidak memungutnya di pagi hari, itu akan mencair (ayat 21). Manna tidak akan disediakan pada hari Sabat, jadi tidak mengumpulkan dua porsi sehari sebelumnya berarti mereka kelaparan (ayat 27).
-
Bagaimana kisah ini berlaku pada godaan remaja untuk menunda-nunda tugas sekolah mereka?
Siswa dapat menandaskan bahwa mirip dengan bagaimana manna akan rusak atau mencair jika orang menunda memungutnya, menunda tugas sekolah dapat menuntun pada konsekuensi negatif atau bahkan kehilangan kesempatan.
-
Apa saja konsekuensi dari menunda-nunda tugas sekolah yang Anda atau orang lain yang Anda kenal telah lihat?
Jangan sia-siakan waktu Anda
Untuk membantu kita memahami pentingnya mengatasi godaan untuk menunda-nunda, Penatua Randall K. Bennett dari Tujuh Puluh mengatakan:
[K]ita harus melawan kecenderungan manusia alami untuk menunda-nunda, menangguhkan, atau menyerah.
Sewaktu kita bergerak maju mengikuti jalan perjanjian, kita akan membuat kesalahan-kesalahan, ada yang beberapa kali … Tetapi iman kepada Bapa Surgawi dan kepada Yesus Kristus adalah asas tindakan dan kuasa. Jika kita bersedia untuk bertindak, kita akan diberkati dengan kekuatan untuk bertobat dan dengan kekuatan untuk berubah.
Kita gagal hanya jika kita gagal untuk mengambil langkah maju penuh iman lainnya. Kita tidak akan, kita tidak dapat, gagal jika kita dengan penuh iman memikul kuk Juruselamat—Dia yang tidak pernah gagal dan tidak akan pernah membuat kita gagal! (“Langkah Anda Selanjutnya,” Liahona, November 2015, 75) (kode waktu 7:37 hingga 8:31)
-
Bagaimana Anda akan meringkas apa yang Penatua Bennett ajarkan mengenai mengatasi menunda-nunda?
Bantulah siswa mengidentifikasi kebenaran seperti sewaktu kita bertindak dengan iman kepada-Nya, Juruselamat akan membantu kita mengatasi godaan untuk menunda-nunda. Untuk membantu siswa memahami kebenaran ini, Anda dapat mengajukan pertanyaan berikut:
-
Bagaimana memahami kebenaran ini dapat membantu seseorang yang mencoba mengatasi godaan untuk menunda-nunda tugas sekolah mereka?
Dengan penuh doa pertimbangkan seberapa baik Anda menyelesaikan tugas-tugas dan penugasan dengan tepat waktu. Kemudian selesaikan pernyataan berikut dalam jurnal penelaahan Anda.
Saya (selalu, kadang-kadang, jarang, dan sebagainya) menunda-nunda tugas sekolah saya. Alasan saya menunda-nunda adalah .
Bantulah siswa memahami bahwa mengidentifikasi mengapa kita menunda-nunda dapat membantu kita memperbaiki kebiasaan yang tidak bermanfaat atau mencegahnya terbentuk. Anda dapat meyakinkan siswa bahwa Bapa Surgawi dan Yesus Kristus telah berjanji untuk membantu kita keluar dari godaan yang kita hadapi (lihat 1 Korintus 10:13).
Meskipun adalah umum untuk bergumul dengan kebiasaan menunda-nunda, kita bertindak dengan iman kepada Juruselamat ketika kita berupaya mengatasi godaan ini. Undanglah Roh Kudus untuk menolong Anda mengenali cara-cara Bapa Surgawi dan Yesus Kristus dapat meningkatkan upaya Anda untuk mengatasi godaan untuk menunda-nunda tugas sekolah Anda.
Tingkatkan kemampuan Anda untuk mengatasi kebiasaan menunda-nunda
-
Apa saja strategi yang telah Anda coba untuk membantu Anda menahan godaan untuk menunda-nunda tugas sekolah Anda?
Pertimbangkan untuk mengajak siswa membuat sebuah daftar di papan tulis. Jika mereka memerlukan bantuan, Anda dapat membagikan beberapa dari strategi berikut.
-
Luangkan waktu beberapa saat setiap pagi untuk berdoa kepada Bapa Surgawi, memohon kuasa-Nya untuk membantu Anda mengingat dan merampungkan tugas-tugas pekerjaan sekolah.
-
Sisihkan waktu rutin setiap hari untuk tugas sekolah.
-
Ambil istirahat singkat dan teratur untuk menyegarkan pikiran dan fokus kembali.
-
Identifikasi gangguan dan singkirkan. Ini mungkin termasuk ponsel, komputer, atau buku.
-
Aturlah sebuah kelompok belajar bersama teman sekelas yang memiliki penugasan sekolah yang sama.
-
Temukan tempat yang tenang untuk mengerjakan tugas. Keadaan sekitar kita dapat berdampak terhadap kemampuan kita untuk berfokus.
-
Pilihlah seseorang yang Anda percayai yang dapat membantu Anda tetap terfokus serta menyelesaikan tugas dan penugasan.
-
Rencanakan imbalan karena menyelesaikan tugas tertentu untuk merayakan kesuksesan dan kerja keras Anda.
Setelah siswa mengidentifikasi beberapa strategi untuk mengatasi menunda-nunda, pertimbangkan untuk memperlihatkan skenario dan petunjuk berikut. Anda dapat menyediakan perlengkapan seni untuk digunakan siswa untuk pajangan mereka.
Max menunda-nunda (belajar untuk ujian, menyelesaikan tugas atau proyek, dan sebagainya) karena .
Buatlah sebuah poster atau infografik yang dapat membantu memotivasi siswa seperti Max untuk mengatasi godaan untuk menunda-nunda. Sertakan yang berikut dalam poster Anda.
-
Penguasaan doktrin atau petikan tulisan suci lainnya yang dapat membantu Max bersandar kepada Bapa Surgawi dan Yesus Kristus untuk pertolongan mengatasi godaan ini.
-
Satu strategi atau lebih yang Anda rasa akan sangat membantu Max untuk digunakan saat mengatasi menunda-nunda.
Jika siswa membutuhkan bantuan menemukan sebuah petikan tulisan suci, Anda dapat berbagi contoh-contoh seperti Yosua 24:15; Amsal 3:5–6; Ajaran dan Perjanjian 58:26–27; 88:124. Atau mereka dapat mengilustrasikan sebuah kisah tulisan suci yang dapat memperlihatkan konsekuensi dari menunda-nunda, seperti kisah tentang orang-orang Israel yang mengumpulkan manna atau Nuh membangun bahtera (Kejadian 7:1–10).
Kita bisa mulai hari ini
Berikan waktu bagi kelompok untuk berbagi poster mereka dengan anggota kelas. Anda dapat mengajak siswa untuk berbagi pengalaman mereka dalam upaya mengatasi godaan untuk menunda-nunda.
Renungkan beberapa cara untuk mengatasi menunda-nunda yang dibagikan hari ini. Dengan penuh doa, pilihlah strategi yang menurut Anda akan bermanfaat di kesempatan berikutnya Anda tergoda untuk menunda-nunda tugas sekolah Anda. Tulislah strategi ini dalam jurnal penelaahan Anda atau pada catatan tempel atau kirimkan pesan teks kepada diri Anda sendiri.
Anda dapat memberikan kesempatan kepada siswa yang bersedia untuk berbagi apa yang mereka merasa terkesan untuk coba.
Mungkin membantu untuk mengingatkan siswa bahwa upaya apa pun untuk melakukan dengan lebih baik merupakan perwujudan iman mereka kepada Yesus Kristus. Bantulah mereka mengenali bahwa Bapa Surgawi dan Yesus Kristus akan membantu kita dalam upaya kita, bahkan ketika kita mengalami kesulitan.