Kesehatan Jasmani dan Emosi: Pelajaran 183
Mengembangkan Pola Berpikir yang Sehat
“Yang Teguh Hatinya”
Kunjungi “Studying the Scriptures [Menelaah Tulisan Suci]” untuk membantu mempersiapkan diri Anda secara rohani untuk belajar.
Pemikir positif hidup lebih lama! Sebuah studi baru-baru ini menemukan “orang dengan riwayat keluarga penyakit jantung yang juga memiliki pandangan positif sepertiga lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami serangan jantung atau kejadian kardiovaskular lainnya dalam rentang waktu 5 hingga 25 tahun dibandingkan mereka yang memiliki pandangan yang lebih negatif.”
Sebagaimana Bapa Surgawi dan Yesus Kristus mengetahui dan memahami pikiran kita (Mazmur 139:1–2), berfokus kepada Mereka dapat membantu kita menciptakan pola berpikir yang sehat.
Tujuan Pelajaran: Untuk membantu Anda memandang kepada Juruselamat sewaktu Anda membangun pola berpikir yang sehat.
Pelajari Caranya
Dampak dari memfokuskan pikiran kita pada Allah
Pikirkan tentang pernyataan-pernyataan berikut. Urutkan bagaimana perasaan Anda, dari 1 (kurang benar) hingga 3 (lebih benar).
-
Saya biasanya memiliki pikiran positif tentang diri saya dan tindakan saya.
-
Saya biasanya memiliki pikiran positif tentang situasi saya.
-
Saya percaya bahwa hal-hal dalam hidup saya akan menjadi lebih baik.
Bacalah yang berikut, mencari ajaran-ajaran tentang berfokus kepada Allah. Anda dapat menambahkan tag pada petikan-petikan ini sebagai “memandang kepada Allah.”
-
Yesaya 26:3–4 (Yesaya berbicara tentang Yehova.)
-
Yakub 3:1–2 (Yakub memberikan janji-janji mengenai memandang kepada Allah).
-
Ajaran dan Perjanjian 6:23, 36–37(Allah berbicara kepada Joseph Smith dan Oliver Cowdery).
Penatua Neil L. Andersen dari Kuorum Dua Belas Rasul mengajarkan kepada kita cara kita dapat memfokuskan pikiran kita kepada Yesus Kristus.
Mengisi pikiran kita dengan kuasa Yesus Kristus tidak berarti bahwa Dia adalah satu-satunya pemikiran yang kita miliki. Namun itu berarti bahwa semua pemikiran kita dilingkupi dalam kasih-Nya, kehidupan dan ajaran-Nya, serta kurban pendamaian dan Kebangkitan-Nya yang mulia. Yesus tidak pernah dilupakan, karena pemikiran kita tentang Dia selalu ada dan “semua yang ada di diri [kita] memuja-Nya!” Kita berdoa dan melatih dalam pikiran kita pengalaman yang telah membawa kita lebih dekat kepada-Nya. Kita menyambut ke dalam pikiran kita gambar-gambar ilahi, tulisan suci, dan nyanyian pujian yang diilhami untuk dengan lembut meredam pemikiran-pemikiran sehari-hari yang tak terhitung banyaknya yang membanjiri kehidupan kita yang sibuk. (“Pikiranku Menangkap Pemikiran Ini tentang Yesus Kristus,” Liahona, Mei 2023, 92)
fokus pada Allah, fokus pada Yesus Kristus
Tandai frasa-frasa yang menonjol bagi Anda. Bagaimana nasihat ini dapat membantu Anda berfokus kepada Yesus Kristus?
Menggali Lebih Dalam: Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai pola berpikir, bacalah Menemukan Kekuatan dalam Tuhan: Ketahanan Emosi (2021), bab 2, “Pola Berpikir Sehat.”
Mengatasi pola yang tidak sehat dengan berfokus kepada Yesus Kristus
Ketika kita memiliki pemikiran yang tidak sehat atau tidak bermanfaat, kita bisa berubah! Tuhan telah memberi kita hak pilihan, dan Dia dapat membantu kita berubah bahkan cara kita berpikir. Untuk membantu diri kita mengatasi pemikiran yang tidak sehat, kita dapat:
-
Mengenali saat pemikiran itu muncul dan emosi yang diakibatkannya.
-
Menyusun ulang pemikiran kita.
-
Maju terus dengan iman kepada Yesus Kristus.
Berikut adalah contoh bagaimana menggunakan langkah-langkah ini untuk membantu Anda mengembangkan pola berpikir yang lebih sehat.
Saat belajar matematika, Imani kesulitan memahami konsep-konsep yang mudah dipahami oleh siswa lain. Dia berpikir dalam hati, “Saya tidak pandai matematika. Semua orang lebih pintar dari saya.”
Mengenali
Lihatlah bagan berikut. Lihat apakah Anda dapat menemukan pola yang digunakan Imani.
|
Pola Berpikir |
Penjelasan |
Contoh |
|---|---|---|
Pola Berpikir Semua atau Tidak Sama Sekali | Penjelasan Melihat sesuatu atau seseorang sebagai sepenuhnya baik atau sepenuhnya buruk. Carilah frasa dengan kata-kata seperti selalu dan tidak pernah. | Contoh “Saya selalu mengatakan hal yang salah.” |
Pola Berpikir Memberi label yang keliru | Penjelasan Bereaksi terhadap sesuatu yang terjadi dan membuat pernyataan yang yang luas atau tidak benar. | Contoh “Hubungan itu telah berakhir, jadi saya tidak cukup baik.” |
Pola Berpikir Langsung Membuat Kesimpulan | Penjelasan Menafsirkan pikiran orang lain atau mengasumsikan kemungkinan hasil yang terburuk. | Contoh “Saya yakin semua orang menertawakan saya.” |
Pola Berpikir Mempersonalisasi | Penjelasan Menyalahkan diri sendiri atau orang lain atas situasi yang pada kenyataannya melibatkan banyak faktor. | Contoh “Mereka tidak memanggil saya kembali, jadi mereka pasti marah kepada saya.” |
Pola Berpikir Penalaran Emosional | Penjelasan Menilai situasi berdasarkan apa yang Anda rasakan. | Contoh “Saya merasa bersalah. Saya pasti telah melakukan sesuatu yang buruk.” |
Pola Berpikir Mengecilkan yang Positif | Penjelasan Menolak semua pengalaman positif karena Anda merasa itu tidak penting. | Contoh “Tidak masalah jika putri saya sarapan. Dia membuat ulah begitu banyak sepanjang sisa hari itu!” |
Menggali Lebih Dalam: Untuk mempelajari lebih lanjut tentang pola berpikir yang tidak sehat, bacalah Menemukan Kekuatan dalam Tuhan: Ketahanan Emosional, bab 2, “Healthy Thinking Patterns [Pola Berpikir Sehat].”
Imani salah mengklasifikasikan dan terburu-buru menarik kesimpulan. Bagaimana berpikir dengan cara ini dapat berdampak terhadap kemampuannya untuk belajar atau berinteraksi dengan orang lain?
Mengubah perspektif
Setelah Imani mengidentifikasi pemikiran yang tidak sehat, dia dapat mengubah perspektif pikirannya. Dia dapat melakukan ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan berikut:
-
Apakah pemikiran ini akurat?
-
Kemungkinan pengubahan perspektif: “Tidak. Saya tidak tahu bagaimana mengerjakan matematika sekarang, tetapi saya masih belajar.”
-
-
Apakah membantu?
-
Kemungkinan pengubahan perspektif: “Tidak, pikiran-pikiran ini tidak membantu saya belajar matematika.”
-
-
Bagaimana memikirkan tentang Bapa Surgawi, Yesus Kristus, dan ajaran-ajaran Mereka dapat membantu saya dengan pemikiran ini?
-
Kemungkinan pengubahan perspektif: “Bapa Surgawi dan Yesus Kristus mengasihi saya. Mereka ingin saya berhasil. Mereka akan membantu saya.”
-
Bergerak maju
Sekarang setelah Imani mengubah perspektif pemikirannya, dia dapat menggunakan perspektif barunya untuk bergerak maju, dengan berfokus pada Kristus.
Imani mengakui bahwa Bapa Surgawi dan Yesus Kristus ingin dia berhasil. Dia memutuskan untuk mengucapkan doa dalam hati sebelum belajar matematika di sekolah dan di rumah. Dia juga memutuskan untuk mulai belajar dengan mengingatkan dirinya sendiri bahwa Allah akan menolongnya.
Sekarang Apa?
Lihatlah kembali bagan pola berpikir yang tidak sehat. Manakah dari pola-pola itu yang telah Anda gunakan? Tulislah dalam buku catatan Anda dua contoh tentang bagaimana Anda dapat mengubah perspektif pikiran-pikiran tidak sehat yang Anda miliki.
Bagikan Pemikiran Anda
Tujuan Pelajaran: Untuk membantu Anda memandang kepada Juruselamat sewaktu Anda membangun pola berpikir yang sehat.
Bagikan yang berikut kepada guru atau anggota kelas Anda:
-
Pikiran tidak sehat yang Anda pilih, penjelasan tentang mengubah perspektif, dan pikiran-pikiran baru yang Anda tulis.