“Mengembangkan Kebiasaan Sehat: Yesus Kristus Dapat Membantu Kita Mengubah Kebiasaan Kita,” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama (2026)
“Mengembangkan Kebiasaan Sehat: Yesus Kristus Dapat Membantu Kita Mengubah Kebiasaan Kita,” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama
Kesehatan Jasmani dan Emosi: Pelajaran 187
Mengembangkan Kebiasaan Sehat
Yesus Kristus Dapat Membantu Kita Mengubah Kebiasaan Kita
Tindakan yang kita ulangi dari waktu ke waktu menjadi kebiasaan. Beberapa kebiasaan dapat membantu kita mengikuti Juruselamat dengan lebih baik. Kebiasaan lainnya mungkin merupakan cara yang tidak sehat dalam menangani emosi yang sulit dan dapat menuntun pada perasaan kita jauh dari Bapa Surgawi dan Yesus Kristus. Membangun kebiasaan sehat membantu kita merasa dekat dengan dan menjadi lebih seperti Mereka. Pelajaran ini dapat membantu siswa mengupayakan pertolongan dari Bapa Surgawi dan Yesus Kristus untuk mengembangkan kebiasaan yang sehat.
Persiapan siswa: Ajaklah siswa untuk memikirkan tentang hal-hal yang mereka lakukan setiap hari yang telah menjadi kebiasaan. Mereka juga dapat merenungkan bagaimana kebiasaan-kebiasaan ini, baik maupun buruk, memengaruhi kemajuan rohani mereka.
Persiapan siswa: Ajaklah siswa untuk memikirkan tentang hal-hal yang mereka lakukan setiap hari yang telah menjadi kebiasaan. Mereka juga dapat merenungkan bagaimana kebiasaan-kebiasaan ini, baik yang baik maupun yang buruk, memengaruhi kemajuan rohani mereka.
Kemungkinan Kegiatan Pemelajaran
Kebiasaan adalah seperti kebun
Anda dapat memulai kelas dengan membandingkan membangun kebiasaan sehat dengan menanami kebun. Untuk melakukan ini, pertimbangkan untuk memperlihatkan gambar sepetak rumput liar dan kemudian gambar deretan bunga atau tanaman di kebun.
Bayangkan seorang teman ingin mengetahui apa yang perlu mereka lakukan untuk mengubah sebidang tanah yang tertutup tumbuhan liar menjadi kebun.
-
Apa yang akan Anda nasihatkan agar mereka lakukan?
Siswa mungkin menyebutkan hal-hal seperti membersihkan rumput liar, mempersiapkan tanah, menanam benih, memberi pupuk, dan menyiram tanaman.
-
Bagaimana proses menanami kebun dapat dibandingkan dengan membangun kebiasaan yang sehat?
Pertimbangkan untuk mengajak siswa memikirkan kebiasaan-kebiasaan mereka. Siswa dapat mengupayakan bantuan Roh Kudus untuk mengenali apa yang mereka lakukan dengan baik dan apa yang dapat mereka perbaiki.
Dalam jurnal penelaahan mereka, siswa dapat menggambar rumput liar dan bunga. Siswa dapat memberi label pada tanaman liar “Kebiasaan yang ingin saya ubah” dan memberi label bunga “Kebiasaan yang ingin saya mulai atau lanjutkan.”
Jika siswa membutuhkan contoh, Anda dapat memperlihatkan gambar berikut atau menggambarnya di papan tulis.
-
Apa pengaruh dari kebiasaan-kebiasaan terhadap kehidupan kita?
-
Apa yang dapat membuat sulit memperbaiki kebiasaan tidak sehat atau membangun kebiasaan sehat?
Yesus Kristus dapat menolong kita mengubah kebiasaan-kebiasaan kita
Anda mungkin ingin meyakinkan siswa bahwa, meskipun diperlukan upaya untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan kita, Juruselamat telah berjanji untuk membantu kita.
Bacalah Yehezkiel 36:26–27; Mosia 3:19; dan Eter 12:27, mencari apa yang tulisan suci ini ajarkan tentang bagaimana Yesus Kristus dapat membantu kita berubah.
-
Bagaimana ayat-ayat ini dapat berlaku dalam mengubah kebiasaan-kebiasaan kita?
Penatua Jeffrey R. Holland dari Kuorum Dua Belas Rasul juga mengajarkan tentang mengubah kebiasaan-kebiasaan kita:
Tentunya, kita semua memiliki kebiasaan atau kekurangan atau sejarah pribadi yang menahan kita dari pembenaman rohani yang sepenuhnya dalam pekerjaan ini ….[A]da bantuan ilahi untuk setiap dari kita kapan pun kita merasa ingin membuat perubahan dalam perilaku kita. Allah memberi Saul “hati lain.” Yehezkiel menyerukan kepada segenap Israel zaman dahulu untuk membuang masa lalu mereka dan “perbaharuilah hatimu dan rohmu.” Alma memintakan “perubahan yang hebat” yang akan menyebabkan jiwa mengembang, dan Yesus Sendiri mengajarkan bahwa “jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Jelaslah bahwa kemungkinan perubahan dan hidup di tingkat yang lebih tinggi telah senantiasa merupakan salah satu karunia Allah bagi mereka yang mengupayakannya. (“Harta Milik Terbesar,” Liahona, November 2021, 9)
-
Bagaimana Anda akan meringkas apa yang tulisan suci ini dan Presiden Holland ajarkan mengenai kebiasaan menjadi pernyataan kebenaran?
Sewaktu siswa berbagi, bantulah mereka mengidentifikasi kebenaran seperti: Sewaktu kita datang kepada Yesus Kristus, Dia akan membantu kita mengubah kebiasaan kita.
-
Menurut Anda mengapa kita memerlukan bantuan Yesus Kristus untuk mengubah kebiasaan kita?
-
Apa saja cara kita dapat datang kepada-Nya agar Dia dapat menolong kita mengubah kebiasaan kita?
Teladan Gideon
Untuk membantu siswa melihat bagaimana Juruselamat dapat membantu kita berubah, pertimbangkan untuk berbagi kisah tentang Gideon. Bila perlu, Anda dapat menjelaskan bahwa Baal adalah allah berhala yang orang-orang sembah alih-alih Tuhan (lihat “Baal,” Penuntun bagi Tulisan Suci).
Setelah suatu periode kejahatan, orang-orang Israel ditindas oleh orang-orang Midian. Tuhan mempersiapkan seorang pria bernama Gideon untuk membantu membebaskan Israel dari musuh-musuh mereka (lihat Hakim-Hakim 6:11–14).
Sewaktu dia menerima penugasan Tuhan, Gideon mengungkapkan kekhawatiran bahwa dia tidak akan mampu memenuhinya.
Bacalah Hakim-Hakim 6:15–16, mencari bagaimana Tuhan menanggapi ketakutan Gideon.
Gideon membawa kekhawatirannya kepada Tuhan. Tuhan meyakinkan Gideon bahwa Dia tidak akan menghadapi tugas ini sendirian (lihat Hakim-Hakim 6:17–24).
Bacalah Hakim-Hakim 6:25–26, mencari perubahan apa yang Tuhan minta untuk Gideon buat.
-
Menurut Anda mengapa Tuhan memerintahkan Gideon untuk pertama-tama merobohkan mazbah bagi Baal dan kemudian membangun sebuah mazbah baru bagi Tuhan?
-
Jika kita membandingkan dua mazbah ini (membangun mazbah baru bagi Tuhan setelah merobohkan satu mazbah bagi Baal) dengan kebiasaan-kebiasaan kita, apa yang contoh ini dapat ajarkan mengenai apa yang Tuhan ingin kita lakukan untuk berubah? Apa saja cara-cara Dia dapat membantu kita?
Anda mungkin ingin membandingkan petunjuk Tuhan kepada Gideon untuk pertama-tama menyingkirkan rumput liar dan kemudian menanam benih dari awal pelajaran. Bantulah siswa memahami hasrat Tuhan untuk membantu kita menyingkirkan dari kehidupan kita kebiasaan tidak sehat (mencabuti rumput liar/merobohkan mazbah bagi allah palsu) dan menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupan kita (menanam benih, membangun mazbah baru bagi Tuhan).
Membangun kebiasaan sehat
Siswa dapat membuat daftar di papan tulis jawaban mereka untuk pertanyaan-pertanyaan berikut.
Bacalah Alma 13:28–29, mencari cara-cara kita dapat datang kepada Yesus Kristus agar Dia dapat membantu kita mengubah kebiasaan kita.
-
Apa yang Anda temukan?
-
Apa beberapa cara tambahan kita dapat datang kepada-Nya?
Selebaran “Membangun Kebiasaan Sehat yang Membantu Kita Lebih Dekat kepada Tuhan” dapat membantu siswa membuat skenario tentang seseorang menggantikan kebiasaan tidak sehat dengan pola yang baik. Mereka kemudian dapat menerapkan keterampilan ini ke dalam kehidupan mereka sendiri. Siswa dapat mengerjakan selebaran tersebut bersama kelas, dalam kelompok-kelompok kecil, atau sendiri-sendiri.
Setelah cukup waktu, ajaklah siswa untuk berbagi wawasan yang mereka miliki sewaktu mereka mengerjakan selebaran tersebut.
Juruselamat akan membantu kita mengubah kebiasaan kita
Untuk mempersiapkan siswa berbagi pengalaman, Anda dapat menayangkan video Come unto Christ: 2014 Theme Song [Datang kepada Kristus: Lagu Tema 2014] (4:48). Anda mungkin juga ingin membagikan sebuah pengalaman pribadi tentang bagaimana Juruselamat membantu Anda atau seseorang yang Anda kenal membuat perubahan untuk menjadi lebih seperti Dia.
-
Bagaimana Juruselamat telah mengilhami Anda atau seseorang yang Anda kenal untuk membuat perubahan untuk menjadi lebih seperti Dia?
-
Jika seseorang menyatakan bahwa sulit untuk mengubah kebiasaannya, apa yang Anda inginkan agar dia ingat tentang Bapa Surgawi dan Yesus Kristus?
Mungkin bermanfaat untuk mendorong siswa bersabar dan gigih dalam upaya mereka, karena sering kali diperlukan waktu dan upaya berulang untuk mengubah kebiasaan kita. Anda dapat membaca kembali Yehezkiel 36:26–27 untuk mengingatkan siswa bahwa Juruselamat berjanji untuk memberkati mereka dengan Roh-Nya untuk membantu mereka membuat perubahan yang diperlukan.