“Kejadian 24–33: Ikhtisar,” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama (2026)
“Kejadian 24–33: Ikhtisar,” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama
Kejadian 24–33
Kejadian 24–33
Ikhtisar
Tuhan mempersiapkan jalan bagi Ishak untuk masuk ke dalam pernikahan kekal. Dia dan Ribka akhirnya memiliki bayi kembar Yakub dan Esau. Namun, sewaktu Esau bertumbuh, dia tidak memprioritaskan menerima hak kesulungan atau berkat-berkat kekalnya. Yakub menerima hak kesulungan dan melakukan perjalanan ke tanah kelahiran ibunya untuk mencari seorang istri. Sementara melakukan perjalanan, dia mendapatkan penglihatan yang menuntunnya untuk masuk ke dalam perjanjian Abraham dengan Allah. Dia berusaha keras untuk menikah dalam perjanjian, mendapatkan berkat-berkat Tuhan dalam pekerjaannya sehari-hari, dan melakukan apa yang Allah minta agar dia lakukan untuk memulihkan hubungan keluarganya.
Imbaulah Pemelajar untuk Berbagi Kebenaran yang Mereka Pelajari. Mengajak siswa untuk saling berbagi apa yang mereka pelajari dapat membantu mereka merasakan keyakinan yang meningkat di kelas. Untuk belajar lebih lanjut, lihat “Juruselamat Mengimbau Orang Lain untuk Membagikan Kebenaran yang Mereka Pelajari” (Mengajar dengan Cara Juruselamat hlm. 26). Sebuah contoh tentang bagaimana melakukan ini dapat ditemukan dalam Pelajaran 31: “Kejadian 28.”
Bersiap untuk mengajar
Informasi berikut menyediakan bagi Anda gagasan tentang apa yang mungkin Anda perlu persiapkan untuk setiap pelajaran.
Kejadian 24
Tujuan pelajaran: Untuk membantu siswa memahami pentingnya pernikahan perjanjian yang kekal dalam rencana Bapa Surgawi.
-
Persiapan siswa: Ajaklah siswa untuk menuliskan pertanyaan yang mereka atau seseorang yang mereka kenal mungkin miliki mengenai pernikahan bait suci dan datang ke kelas dengan penuh doa mencari jawaban bagi pertanyaan itu.
-
Gambar: Pernikahan bait suci, “Ribka di Sumur,” gambar sederhana dari sebuah bait suci
-
Selebaran: Selebaran berjudul “Pernikahan Kekal”
Kejadian 25–27
Tujuan pelajaran: Untuk membantu siswa menghargai berkat-berkat kekal Tuhan di atas hasrat duniawi.
-
Persiapan siswa: Imbaulah siswa untuk mengevaluasi dengan penuh doa keseimbangan dalam kehidupan mereka antara hal-hal dari Allah (misalnya, doa, penelaahan tulisan suci, kegiatan gereja) dan hal-hal dari dunia. Ajaklah mereka untuk mengidentifikasi gangguan duniawi apa pun yang mungkin menjadi prioritas atas hal-hal kekal.
-
Video: “Yakub dan Esau” (2:06), “No Regrets” (5:38)
Kejadian 28
Tujuan pelajaran: Untuk membantu siswa merasakan hasrat yang meningkat untuk membuat perjanjian dengan Allah di bait suci.
-
Persiapan siswa: Pertimbangkan untuk mengajak siswa meninjau janji-janji perjanjian Abraham (Abraham 2:8–11). Siswa dapat diimbau untuk mencoba dan menjelaskan kepada seorang anggota keluarga mereka mengenai perjanjian Abraham dan mengapa itu penting bagi mereka.
-
Gambar: Gambar bait suci
Kejadian 29–33
Tujuan pelajaran: Untuk membantu siswa meningkatkan kesediaan mereka untuk memperkenankan Allah berjaya dalam kehidupan mereka.
-
Persiapan siswa: Pertimbangkan untuk mengajak siswa membuat daftar cara-cara Allah merupakan pengaruh dalam kehidupan mereka. Jika siswa ingin belajar lebih banyak mengenai pokok bahasan ini, mereka dapat mendengarkan, menyaksikan, atau membaca bagian-bagian dari ceramah Presiden Russell M. Nelson, “Perkenankan Allah Berjaya” (18:51).
Jika Anda memutuskan untuk meminta siswa atau kelompok siswa mengajarkan materi pada ketiga selebaran dalam pelajaran, berikan itu kepada siswa setidaknya satu periode kelas sebelumnya. Untuk persiapan siswa mereka, ajaklah mereka untuk menelaah materi dan bersiap untuk memimpin kelas.
-
Video: “Perkenankan Allah Berjaya” (18:51) dari kode waktu 12:18 hingga 13:02, “Yakub dan Keluarganya” (3:00)
-
Selebaran: “Yakub membuat pengurbanan besar untuk menikah dalam perjanjian,” “Berkat-berkat dalam kehidupan duniawi kita,” dan “Yakub bersiap untuk bertemu Esau”