“Ester, Bagian 1: Untuk Saat Seperti Ini,” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama (2026)
“Ester, Bagian 1: Untuk Saat Seperti Ini,” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama
Ester: Pelajaran 94
Ester, Bagian 1
Untuk Saat Seperti Ini
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Bapa Surgawi telah menuntun Anda ke tempat ini, pada saat ini, dan pekerjaan apa yang Dia miliki untuk Anda lakukan? Seorang perempuan yatim piatu Yahudi bernama Ester mungkin memiliki pertanyaan serupa. Penawanan Ester di Persia menempatkan dia dalam posisi untuk membantu Tuhan dalam menyelamatkan umat-Nya, orang-orang Yahudi. Pelajaran ini dapat membantu siswa mengenali bagaimana Bapa Surgawi menempatkan kita dalam situasi untuk membantu Dia merampungkan pekerjaan-Nya.
Persiapan siswa: Pertimbangkan meminta siswa untuk merenungkan dengan penuh doa bagaimana Bapa Surgawi dapat merampungkan pekerjaan-Nya melalui mereka di kelas seminari ini atau lingkungan atau cabang, sekolah, kota, atau keluarga mereka
Kemungkinan Kegiatan Pemelajaran
Rancangan ilahi
Pertimbangkan untuk memulai kelas dengan memperlihatkan sebuah papan catur atau gambar sebuah papan catur. Ajaklah siswa untuk berbagi apa yang mereka ketahui tentang permainan catur. Jika perlu, jelaskan bahwa permainan berfungsi sewaktu pemain memindahkan bidak mereka ke posisi strategis untuk memenangi permainan. Anda dapat menanyakan kepada siswa apa yang menurut mereka menjadikan seorang pemain catur terampil. Jika siswa tidak menyebutkannya, pertimbangkan untuk berbagi bahwa pemain terampil memetakan strategi kemenangan mereka beberapa langkah ke depan saat permainan berlangsung. Anda kemudian dapat meminta siswa untuk berpikir tentang bagaimana kehidupan kita dapat menjadi seperti permainan catur, dengan membagikan penjelasan Penatua Rasband.
Penatua Ronald A. Rasband dari Kuorum Dua Belas Rasul mengajarkan:
Kehidupan kita seperti papan catur dan Tuhan memindahkan kita dari satu tempat ke tempat lain—jika kita responsif terhadap dorongan-dorongan rohani. Menoleh ke belakang, kita dapat melihat tangan-Nya dalam kehidupan kita. (“Melalui Rancangan Ilahi,” Liahona, November 2017, 55)
-
Menurut Anda mengapa dapat lebih mudah untuk mencermati pengaruh Allah dalam kehidupan kita melihat ke masa lalu, alih-alih saat ini?
Kisah tentang Ester menunjukkan bagaimana pengaruh Allah dalam kehidupan Ester menempatkan dia pada posisi untuk merampungkan pekerjaan-Nya. Dalam pelajaran ini, Anda akan menelaah bagian pertama dari kisah ini. Sewaktu Anda menelaah, dengan penuh doa carilah Roh Kudus untuk membantu Anda mengenali bagaimana Bapa Surgawi mungkin menempatkan Anda dalam situasi untuk membantu Dia merampungkan pekerjaan-Nya.
Untuk saat yang seperti ini
Setelah orang Persia menaklukkan Babel, banyak orang Yahudi tetap tinggal di Persia, termasuk Ester dan walinya, Mordekhai. Raja Persia, Ahasyweros, menjadi tidak puas dengan istrinya, Wasti, dan mengusirnya (lihat Ester 1:1–12). Mencari pengantin perempuan baru, Ahasyweros memanggil semua wanita Persia untuk dibawa ke hadapannya (lihat Ester 2:1–4).
Untuk membantu siswa memahami kisah Ester, Anda dapat mengatur siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk menelaah salah satu blok tulisan suci berikut. Ajaklah kelompok-kelompok untuk meringkas bagian mereka dari kisah tersebut untuk anggota kelas. Anda mungkin ingin memikirkan cara yang menarik bagi siswa untuk meringkas kisah mereka. Mereka dapat menggambar sebuah simbol pada selembar kertas untuk mewakili kisah tersebut (misalnya, mahkota atau kerudung pernikahan, cincin kerajaan, pedang, atau emoji menangis). Siswa dapat melakonkan kisah tersebut sementara yang lain menceritakannya.
Bacalah petikan yang ditugaskan kepada Anda, mencari keadaan sulit yang Ester dan Mordekhai hadapi.
Ester 2:5–11, 15–17
Ester 3:1–13
Ester 4:1–9
Sewaktu siswa berbagi, perhatikan waktu agar siswa tidak meluangkan waktu terlalu lama untuk meringkas kisah-kisah ini.
-
Menurut Anda bagaimana perasaan Bapa Surgawi dan Yesus Kristus mengenai peristiwa dalam ayat-ayat ini? Mengenai Mordekhai? Mengenai Ester?
Bacalah Ester 4:10–14, mencari bagaimana Mordekhai membantu Ester memahami pengaruh Bapa Surgawi terhadap keadaan hidupnya.
Anda mungkin ingin meminta siswa menandai pertanyaan “siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu?” (ayat 14).
Penatua Rasband bersaksi bahwa Allah sungguh memengaruhi keadaan kehidupan kita untuk merampungkan pekerjaan-Nya.
Saya tahu bahwa Tuhan akan memindahkan kita pada kehidupan yang seperti papan catur untuk melakukan pekerjaan-Nya. Apa yang mungkin tampak sebagai kesempatan acak, kenyataannya, diawasi oleh Bapa di Surga yang penuh kasih, yang dapat menghitung rambut dari setiap kepala. Bahkan tidak seekor pun burung pipit akan jatuh ke bumi tanpa pengetahuan Bapa. Tuhan mengetahui perincian-perincian kecil dari kehidupan kita, dan insiden serta kesempatan itu adalah untuk mempersiapkan kita untuk mengangkat keluarga kita dan orang lain sewaktu kita membantu membangun kerajaan Allah di bumi.
Bapa Surgawi dapat menempatkan kita pada situasi dengan tujuan tertentu. Dia telah melakukan demikian dalam kehidupan saya, dan Dia melakukan juga dalam hidup Anda. (“Melalui Rancangan Ilahi,” Liahona, November 2017, 55–56)
-
Apa kebenaran yang dapat kita pelajari mengenai Bapa Surgawi dari kisah Ester dan Penatua Rasband?
Sewaktu siswa berbagi tanggapan mereka, tulislah sebuah kebenaran di papan tulis dengan menggunakan kata-kata siswa seperti Bapa Surgawi menempatkan kita dalam situasi di mana kita dapat membantu merampungkan pekerjaan-Nya.
Catatan: Keberanian Ester untuk pergi menghadap raja untuk menyelamatkan bangsanya akan ditelaah dalam Pelajaran 95: “Ester, Bagian 2.”
Mengenali bimbingan Bapa Surgawi
Mungkin bermanfaat untuk menandaskan bahwa merampungkan pekerjaan Tuhan sering kali bukanlah pengalaman yang dramatis. Mungkin kecil tetapi tetap signifikan. Untuk beberapa contoh tentang pengalaman kecil namun signifikan ini, Anda dapat membagikan kisah Sister Michelle Craig dalam “Mata untuk Melihat” dari kode waktu 2:23 hingga 4:54 (Liahona, November 2020, 16) atau kisah Penatua Brook P. Hales dalam “Jawaban untuk Doa,” kode waktu 2:16 hingga 4:32. Anda dapat menemukan video dari kisah-kisah ini di ChurchofJesusChrist.org.
-
Bagaimana Tuhan telah memberi Anda atau seseorang yang Anda kenal kesempatan untuk menjadi alat dalam tangan-Nya?
Pertimbangkan untuk membagikan sebuah pengalaman ketika Anda telah mengenali kesempatan-kesempatan yang Bapa Surgawi telah berikan kepada Anda untuk membantu merampungkan pekerjaan-Nya.
Untuk membantu siswa merenungkan bagaimana Bapa Surgawi telah menempatkan mereka dalam situasi untuk merampungkan pekerjaan-Nya, Anda dapat memberi mereka waktu untuk merenungkan dalam hati jawaban mereka atas pertanyaan berikut. Mereka dapat mencatat pikiran mereka dalam jurnal penelaahan mereka.
-
Menurut Anda bagaimana pernyataan Mordekhai di ayat 14 dapat menggambarkan diri Anda?
Jika Anda merasa siswa membutuhkan lebih banyak bantuan untuk mengenali kesempatan ini dalam kehidupan mereka, Anda dapat meminta siswa menyelesaikan kegiatan berikut.
Dalam jurnal penelaahan Anda, tulislah nama seseorang dalam kehidupan Anda (keluarga, sekolah, gereja, atau situasi lainnya). Lalu jawablah setidaknya satu dari yang berikut dalam jurnal penelaahan Anda.
-
Apa bukti yang telah Anda lihat bahwa Bapa Surgawi telah menempatkan orang itu dalam kehidupan Anda “untuk saat yang seperti ini?” (Ester 4:14)?
-
Kapan Anda telah melihat tangan Bapa Surgawi menempatkan Anda di antara orang-orang tertentu atau dalam situasi tertentu “untuk saat yang seperti ini?” (Ester 4:14)?
Bila perlu, Anda dapat mengajak beberapa siswa yang bersedia untuk membagikan apa yang mereka tuliskan kepada anggota kelas. Pertimbangkan untuk mengimbau siswa menindaki kesan rohani apa pun yang mungkin mereka miliki selama pelajaran.