Seminari
Kejadian 22: Kemiripan dengan Yesus Kristus


“Kejadian 22: Kemiripan dengan Yesus Kristus,” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama (2026)

“Kejadian 22: Kemiripan dengan Yesus Kristus,” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama

Kejadian 18–23: Pelajaran 27

Kejadian 22

Kemiripan dengan Yesus Kristus

Abraham and Isaac. Abraham looking toward the heavens with a knife in his hand.  Isaac laying on the alter.  The Gospel in the Old Testament (Religious Tract Society, 1908).

Pikiran fana kita mungkin tidak pernah sepenuhnya memahami perintah yang menyayat hati yang Allah berikan kepada Abraham untuk mengurbankan putranya, Ishak. Nabi orang Nefi, Yakub, meningkatkan pemahaman kita tentang simbolisme yang kuat dari perintah ini ketika dia mengajarkan bahwa pengurbanan itu adalah “kemiripan dengan Allah dan Putra Tunggal-Nya” (Yakub 4:5). Pelajaran ini dapat membantu siswa merasakan kasih yang Bapa Surgawi dan Yesus Kristus miliki bagi mereka.

Persiapan siswa: Ajaklah siswa untuk mengidentifikasi tulisan suci yang mereka temukan yang membantu mereka mengenali kasih yang Bapa Surgawi dan Yesus Kristus miliki bagi kita. Mintalah mereka datang dengan siap untuk membagikannya.

Kemungkinan Kegiatan Pemelajaran

Kasih Allah

Pertimbangkan untuk memulai pelajaran dengan membagikan pernyataan berikut.

Presiden Dieter F. Uchtdorf, saat itu anggota Presidensi Utama, menggambarkan kasih yang Bapa Surgawi miliki bagi anak-anak-Nya:

19:44
Official portrait of Elder Dieter F. Uchtdorf of the Quorum of the Twelve Apostles, 2006.Called as Second Counselor in the First Presidency, 3 February 2008.Made official portrait in 2008 replacing portrait taken in 2004.

Pikirkan tentang kasih paling murni, paling sempurna yang dapat Anda bayangkan. Sekarang perbanyaklah kasih itu dengan jumlah yang tak terbatas—itulah ukuran kasih Allah bagi Anda.

Allah tidak memandang penampilan lahiriah. Saya percaya bahwa Dia tidak peduli sama sekali apakah kita tinggal di istana atau di gubuk, apakah kita rupawan atau bersahaja, apakah kita terkenal atau terlupakan. Meskipun kita tidak utuh, Allah mengasihi kita secara utuh. Meskipun kita tidak sempurna, Allah mengasihi kita dengan sempurna. Meskipun mungkin kita merasa tersesat dan tanpa kompas, kasih Allah melingkupi kita sepenuhnya. (“Kasih Allah,” Liahona, November 2009, 22)

  • Selain kata-kata yang digunakan oleh Presiden Uchtdorf, apa saja kata atau frasa lain yang dapat Anda gunakan untuk menggambarkan kasih Allah bagi kita?

Untuk membantu siswa mempribadikan pelajaran dengan kehidupan mereka, ajaklah mereka untuk mempertimbangkan seberapa sering mereka merasakan atau mengenali kasih yang Bapa Surgawi dan Yesus Kristus miliki bagi mereka. Anda juga dapat mengajak mereka untuk mempertimbangkan pertanyaan apa yang saat ini mereka miliki mengenai kasih Bapa Surgawi dan Yesus Kristus.

Imbaulah siswa sewaktu mereka menelaah hari ini untuk memberikan perhatian pada kesan dari Roh Kudus yang dapat membantu mereka merasakan kasih Bapa Surgawi dan Yesus Kristus.

Manifestasi kasih Allah

Tulisan suci memuat banyak ajaran yang menggambarkan kasih yang Bapa Surgawi dan Yesus Kristus miliki bagi kita. Satu contoh ada di Yohanes 3:16.

Baca Yohanes 3:16, mencari manifestasi terbesar dari kasih Bapa Surgawi.

Bagaimana Anda akan meringkas apa yang Anda temukan?

Siswa dapat membagikan sesuatu seperti Bapa Surgawi memperlihatkan kasih-Nya kepada kita melalui pengurbanan Putra-Nya, Yesus Kristus.

  • Bagaimana kurban pendamaian Juruselamat memperlihatkan kasih yang Bapa Surgawi dan Yesus Kristus miliki bagi kita?

Abraham diperintahkan untuk mengurbankan putranya.

Jelaskan bahwa hari ini, siswa akan menelaah kisah yang dapat mengajari kita mengenai kasih yang Bapa Surgawi dan Yesus Kristus perlihatkan melalui Pendamaian Juruselamat.

Pertimbangkan untuk memperlihatkan gambar berikut.

The Old Testament prophet standing beside an altar.  Abraham's son Isaac is strapped to the altar.  Abraham is holding a dagger in the air as he prepares to sacrifice Isaac. An angel is appearing before Abraham and commanding him to not sacrifice his son.
  • Apa yang Anda ketahui mengenai pengalaman ini dari kehidupan Abraham dan Ishak?

Setelah siswa berbagi tanggapan mereka, jelaskan yang berikut.

Kisah Abraham dan Ishak dapat mengajari kita tentang kasih yang Bapa Surgawi dan Yesus Kristus perlihatkan kepada kita melalui kurban pendamaian Juruselamat.

Bacalah Yakub 4:5, mencari apa yang Yakub ajarkan tentang kisah ini.

  • Apa yang Anda temukan?

Sewaktu siswa menelaah kisah tentang Abraham dan Ishak dalam Kejadian 22, ajaklah mereka untuk memperhatikan pada apa yang kisah ini dapat secara simbolis ajarkan kepada mereka mengenai Bapa Surgawi dan Yesus Kristus.

Untuk mempersiapkan siswa melakukan ini, pertimbangkan untuk membuat dua kolom di papan tulis. Beri judul satu kolom Abraham dan Ishak serta kolom lainnya Bapa Surgawi dan Yesus Kristus. Anda juga dapat mengajak siswa untuk membuat bagan ini dalam jurnal penelaahan mereka.

Siswa dapat menyelesaikan kegiatan penelaahan berikut secara individu atau dengan seorang rekan. Pertimbangkan untuk berbagi satu contoh dari bagan yang telah dilengkapi (terdapat kemudian dalam pelajaran) sebelum siswa memulai penelaahan mereka.

Dengan penuh doa bacalah Kejadian 22:1–14, mencari kemiripan dengan Bapa Surgawi dan Yesus Kristus. Sorot frasa tulisan suci yang bermakna. Catatlah pemikiran Anda tentang apa yang frasa-frasa ini ajarkan mengenai Bapa Surgawi dan Yesus Kristus.

Bagan berikut memuat contoh wawasan yang mungkin siswa temukan sementara mereka menelaah kisah ini. Bila diperlukan, Anda dapat menggunakan contoh-contoh ini untuk membantu siswa dalam penelaahan mereka. Misalnya, Anda dapat membagikan wawasan mengenai tanah Moria (lihat Kejadian 22:2) sebelum atau setelah siswa menelaah.

Abraham dan Ishak

Bapa Surgawi dan Yesus Kristus

Kejadian 22:2, 12—”anakmu yang tunggal itu”

Yesus Kristus adalah Putra Tunggal Bapa Surgawi (lihat Yohanes 3:16).

Kejadian 22:2—”tanah Moria”

“Lokasi yang dikenal secara tradisional sebagai tempat di mana Abraham mempersembahkan Ishak adalah … di area yang sama di mana Bapa akan membuat pengurbanan Putra-Nya” (Buku Pedoman Siswa Perjanjian Lama, edisi ke-3 [2003], 77).

Kejadian 22:2—”korban bakaran”

Persembahan bakaran adalah suatu bentuk kurban hewan. Pengurbanan hewan adalah simbolis akan Yesus Kristus (lihat Musa 5:4–7).

Kejadian 22:6—”mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya”

Kristus memikul salib-Nya (lihat Yohanes 19:16–18).

Kejadian 22:7–8—”Allah yang akan menyediakan anak domba”

Bapa Surgawi mengutus Putra-Nya, Anak Domba Allah, sebagai kurban pendamaian (lihat Yohanes 1:29).

Kejadian 22:9—”diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah”

Kristus diikat di kayu salib dengan paku (lihat 1 Nefi 11:33).

Setelah siswa memiliki waktu untuk menelaah, beri mereka kesempatan untuk berbagi apa yang Roh ajarkan kepada mereka sewaktu mereka menelaah ayat-ayat ini. Anda dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti berikut sebagai bagian dari pembahasan ini.

  • Apa yang Anda pelajari tentang Bapa Surgawi dan Yesus Kristus dari kisah Abraham dan Ishak?

  • Apa saja simbol dari Bapa Surgawi dan Yesus Kristus yang paling bermakna bagi Anda? Mengapa?

Kasih Allah bagi saya

Berilah siswa kesempatan untuk merenungkan kasih yang Bapa Surgawi dan Yesus Kristus miliki bagi mereka. Untuk mempersiapkan mereka merenung, Anda dapat menyanyikan atau mendengarkan nyanyian pujian yang berfokus pada kasih itu, seperti “Allah Mengutus Putra-Nya” (Nyanyian Rohani, no. 88).

Anda juga dapat mempertimbangkan untuk membagikan pernyataan dari Presiden Dallin H. Oaks dalam Sumber Daya Tambahan.

  • Bagaimana mengingat kasih yang Bapa Surgawi dan Yesus Kristus miliki bagi Anda dapat memengaruhi kehidupan Anda?

  • Apa yang telah membantu atau dapat membantu Anda merasakan kasih Bapa Surgawi dan Yesus Kristus?

Akhiri pelajaran dengan mengajak siswa berpikir mengenai apa yang telah mereka pelajari dan rasakan hari ini mengenai kasih yang Bapa Surgawi dan Yesus Kristus miliki bagi mereka. Ajaklah mereka untuk mencatat pemikiran dan kesan rohani mereka dalam jurnal penelaahan mereka. Pertimbangkan untuk berbagi kesaksian Anda mengenai kasih yang Bapa Surgawi dan Yesus Kristus miliki bagi kita masing-masing. Imbaulah siswa untuk mencari pengalaman yang akan membantu mereka secara konsisten merasakan kasih Allah bagi mereka.