“Kejadian 19: ‘Janganlah Menoleh ke Belakang,’” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama (2026)
“Kejadian 19: ‘Janganlah Menoleh ke Belakang,’” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama
Kejadian 18–23: Pelajaran 26
Kejadian 19
“Janganlah Menoleh ke Belakang”
Tuhan senantiasa peduli terhadap pengaruh-pengaruh jahat dalam kehidupan kita. Para anggota keluarga Lot dipengaruhi oleh kejahatan yang mengelilingi mereka di kota Sodom. Pelajaran ini dapat membantu siswa menghindari pengaruh jahat dalam kehidupan mereka agar mereka dapat lebih sepenuhnya mengikuti Bapa Surgawi dan Yesus Kristus.
Persiapan siswa: Ajaklah siswa untuk berpikir mengenai pengaruh-pengaruh dalam kehidupan mereka atau godaan-godaan yang mereka hadapi yang mencegah mereka dari mengikuti Bapa Surgawi dan Yesus Kristus. Ajaklah mereka untuk memikirkan tentang mengapa mereka perlu menyingkirkan rintangan-rintangan ini dari kehidupan mereka dan bagaimana mereka dapat melakukannya.
Kemungkinan Kegiatan Pemelajaran
Pilihan-pilihan kecil dengan konsekuensi besar
Penatua Massimo De Feo dari Tujuh Puluh membagikan sebuah kebenaran penting mengenai dampak dari pilihan-pilihan yang dapat kita miliki:
Keputusan yang kita buat setiap hari mungkin tampak kecil, tetapi itu selalu memiliki implikasi nyata dan konsekuensi besar demi kebaikan atau keburukan. (“Small Choices, Big Consequences,” Ensign, Agustus 2019, 34)
-
Apa saja contoh dari pilihan-pilihan kecil yang kita buat yang dapat memiliki konsekuensi besar?
Jika perlu, pertimbangkan untuk membagikan beberapa contoh, seperti media yang kita gunakan; jenis teman yang kita pilih; atau pilihan-pilihan yang kita buat mengenai menelaah tulisan suci, menghadiri Gereja, atau berdoa. Contoh-contoh lain mungkin lebih relevan bagi siswa Anda. Ajaklah siswa untuk membahas bagaimana pilihan-pilihan ini dapat memiliki konsekuensi besar demi kebaikan atau keburukan.
Kemudian bagikan yang berikut untuk membantu siswa mempersiapkan diri mereka secara rohani untuk pelajaran hari ini.
Pikirkan tentang pilihan-pilihan yang saat ini Anda buat yang menuntun Anda ke arah Bapa Surgawi dan Yesus Kristus. Juga pikirkan tentang pilihan-pilihan yang mungkin menuntun Anda menjauh dari Mereka. Sewaktu Anda menelaah hari ini, perhatikanlah kesan rohani mengenai bagaimana Anda dapat menjadi lebih dekat kepada Bapa Surgawi dan Yesus Kristus.
Lot memasang tendanya di dekat Sodom
Perjanjian Lama memuat kisah tentang seorang pria bernama Lot, keponakan Abraham. Lot dan keluarganya tinggal di kota Sodom, yang dikenal karena kejahatan ekstremnya (lihat Kejadian 13:13; 18:20; Yehezkiel 16:49–50; Yudas 1:7–8). Itu adalah pilihan yang tampaknya kecil yang membuat Lot dan keluarganya tinggal di Sodom.
Ajaklah siswa untuk berbagi apa yang mereka ketahui mengenai keadaan yang menuntun Lot untuk tinggal di Sodom. Penjelasan berikut dapat digunakan sebagaimana diperlukan.
Setelah Abraham, Lot, dan keluarga mereka pindah dari Mesir ke tanah Kanaan, terjadi perselisihan antara penggembala Abraham dan penggembala Lot mengenai tanah penggembalaan mereka. Untuk membantu menghindari konflik lebih lanjut, Abraham dan Lot memisahkan keluarga mereka, dan masing-masing memutuskan di mana mereka akan tinggal (lihat Kejadian 13:8–9).
Alih-alih membaca ayat-ayat berikut bersama anggota kelas, siswa dapat bekerja dengan seorang rekan. Kerekanan dapat membaca ayat-ayat tersebut dan membuat gambar yang menggambarkan tindakan Lot dan Abraham.
Bacalah Kejadian 13:10–13, 18, mencari di mana setiap keluarga memutuskan untuk tinggal. (Dalam ayat-ayat ini, Abram merujuk pada Abraham. Tuhan kemudian mengubah namanya menjadi Abraham, sebagaimana dicatat dalam Kejadian 17:5).
-
Apa perbedaan yang Anda perhatikan antara keputusan masing-masing keluarga?
-
Apa keputusan yang dapat seseorang buat di zaman sekarang yang mungkin serupa dengan Lot berkemah ke arah Sodom? Apa nasihat yang dapat Anda berikan dalam situasi-situasi ini?
Jika siswa kesulitan untuk memikirkan keputusan-keputusan masa kini yang mirip dengan Lot yang mendirikan tenda ke arah Sodom, Anda dapat membagikan beberapa contoh, kemudian meminta siswa untuk memberikan saran untuk situasi-situasi tersebut. Contoh dapat mencakup menggunakan bahasa yang tidak bersih, memilih media dengan muatan yang tidak pantas, menurunkan standar berpakaian atau kesopanan untuk menyesuaikan diri, atau meluangkan waktu dengan teman-teman yang mengabaikan ajaran-ajaran Juruselamat.
Kehancuran Sodom dan Gomora
Lot dan keluarganya tidak tinggal di tenda yang mereka pasang ke arah Sodom. Akhirnya, mereka pindah ke dan “diam di Sodom” (Kejadian 14:12; penekanan ditambahkan).
Siswa dapat merujuksilangkan Kejadian 14:12 dengan Kejadian 13:12 dalam tulisan suci mereka. Jika siswa membuat gambar lebih awal dalam pelajaran, Anda juga dapat mengajak mereka untuk memutakhirkan gambar mereka untuk mencerminkan lokasi Lot yang baru.
Penduduk Sodom dan kota terdekat Gomora menolak para nabi yang Tuhan utus untuk memperingatkan mereka (lihat Ajaran-Ajaran Presiden Gereja: Joseph Smith [2007], 223). Dalam belas kasihan-Nya, Tuhan mengutus para utusan kepada Sodom untuk memperingatkan Lot dan keluarganya agar pergi sebelum kota tersebut dihancurkan (lihat Kejadian 19:12–13). Karena orang-orang menolak para nabi dan bersikeras dalam kejahatan, mereka dihancurkan.
Bacalah Kejadian 19:14–19, 24–26, mencari bagaimana Lot dan keluarganya menanggapi perintah untuk segera meninggalkan kota.
-
Apa yang menonjol bagi Anda dalam ayat-ayat ini? Mengapa?
-
Apa yang ayat-ayat ini ajarkan kepada Anda mengenai Tuhan?
Anda mungkin juga ingin menanyakan kepada siswa apa yang mereka pelajari yang dapat membantu seseorang yang merasa seolah bukanlah masalah besar untuk berperan serta dalam tindakan kejahatan yang tampaknya kecil.
Untuk membantu siswa memahami mengapa istri Lot diubah menjadi “tiang garam” (ayat 26), mungkin dapat membantu untuk menjelaskan bahwa istri Lot mungkin tidak sekadar menoleh ke belakang tetapi mungkin telah kembali ke Sodom (lihat Lukas 17:28–32). Anda juga dapat membagikan pernyataan berikut oleh Presiden Jeffrey R. Holland.
Presiden Jeffrey R. Holland dari Kuorum Dua Belas Rasul membagikan kemungkinan alasan mengapa istri Lot diubah menjadi “tiang garam” (ayat 26):
Tampaknya, apa yang salah dengan tindakan istri Lot adalah bahwa dia bukan hanya menoleh ke belakang; di dalam hatinya dia ingin pergi kembali. …
Adalah mungkin bahwa istri Lot menoleh ke belakang dengan perasaan kesal terhadap Tuhan karena apa yang diminta-Nya kepadanya untuk meninggalkan semuanya di belakang. (“Remember Lot’s Wife” [kebaktian Brigham Young University, 13 Januari 2009], 2, speeches.byu.edu)
Pertimbangkan untuk mengajak siswa membahas pertanyaan-pertanyaan berikut dengan seorang rekan atau kelompok kecil sebelum berbagi jawaban mereka dengan anggota kelas.
-
Apa saja kebenaran yang Anda pelajari dari kisah Lot dan keluarganya yang dapat berlaku pada situasi-situasi yang Anda hadapi dalam kehidupan Anda?
Dengan menggunakan kata-kata mereka sendiri, siswa dapat mengidentifikasi kebenaran-kebenaran seperti yang berikut:
Membiarkan pengaruh jahat ke dalam kehidupan kita—bahkan yang tampaknya kecil—dapat menuntun kita menjauh dari Yesus Kristus.
Sebagai murid Yesus Kristus, kita hendaknya lari dari kejahatan dan tidak menoleh ke belakang.
Untuk membantu siswa memahami dengan lebih baik dan merasakan pentingnya kebenaran-kebenaran ini, pertimbangkan untuk membahas pertanyaan-pertanyaan seperti yang berikut:
-
Apa yang dapat menolong Anda mengenali pengaruh-pengaruh yang tampaknya kecil yang akan menuntun Anda menjauh dari Bapa Surgawi dan Yesus Kristus?
-
Bagaimana Juruselamat dapat membantu kita meninggalkan kesalahan masa lalu kita dan bergerak maju dengan iman?
Ajaklah siswa untuk berbagi pengalaman yang mereka miliki yang berkaitan dengan kebenaran-kebenaran yang sedang Anda bahas. Anda juga dapat berbagi pengalaman Anda sendiri.
Terapkan dalam kehidupan Anda
Untuk membantu siswa menerapkan kebenaran-kebenaran yang telah mereka telaah, perlihatkan petunjuk dan pertanyaan berikut. Ajaklah siswa untuk mencari ilham dari Allah untuk mengenali perubahan-perubahan yang Dia ingin agar mereka buat.
Pikirkan tentang tindakan-tindakan apa yang Anda merasa terdorong untuk lakukan sebagai hasil dari apa yang telah Anda telaah hari ini. Dalam jurnal penelaahan Anda, tulislah sebuah rencana apa yang akan Anda lakukan dan kapan Anda akan melakukannya. Jika perlu, pertanyaan-pertanyaan berikut dapat membantu Anda membuat rencana:
-
Apa saja keputusan yang tampaknya kecil yang saat ini Anda buat yang pada akhirnya dapat menuntun Anda menjauh dari Bapa Surgawi dan Yesus Kristus? Apa perubahan yang akan Anda buat?
-
Apa yang akan Anda lakukan untuk meninggalkan kesalahan masa lalu dan bergerak maju dengan iman kepada Yesus Kristus?
Pertimbangkan untuk bersaksi tentang kebenaran-kebenaran yang telah Anda bahas hari ini. Imbaulah para siswa untuk menindaki rencana mereka.