Seminari
Yesaya 49: “Aku Telah Melukiskan Engkau di Telapak Tangan-Ku”


“Yesaya 49: ‘Aku Telah Melukiskan Engkau di Telapak Tangan-Ku,’” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama (2026)

“Yesaya 49: ‘Aku Telah Melukiskan Engkau di Telapak Tangan-Ku,’” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama

Yesaya 40–49: Pelajaran 121

Yesaya 49

“Aku Telah Melukiskan Engkau di Telapak Tangan-Ku”

The Christus statue in the Salt Lake North Visitors' Center. The sculpture portrays the resurrected Jesus Christ standing with His arms slightly extended. The wounds of the Crucifixion are visible in the hands, feet and side of the figure. The holdings include details of various parts (such as the hands or feet) of the sculpture.

Bapa Surgawi dan Yesus Kristus mengenal Anda secara pribadi dan dengan sempurna. Namun terkadang kita melihat tantangan kefanaan dan berseru, “Tuhan telah meninggalkan aku” (lihat Yesaya 49:14). Perkataan Yesaya meyakinkan kita bahwa kita telah dilukiskan di tangan Juruselamat dan tidak akan pernah ditinggalkan atau dilupakan (lihat Yesaya 49:16). Pelajaran ini dapat membantu siswa merasakan bahwa Bapa Surgawi dan Yesus Kristus mengasihi kita dan tidak akan melupakan kita.

Persiapan siswa: Ajaklah siswa untuk datang ke kelas merenungkan pengalaman-pengalaman di mana mereka merasa Bapa Surgawi dan Yesus Kristus telah mengingat mereka. Mereka dapat bertanya kepada seorang anggota keluarga atau teman tentang pengalaman merasa diingat oleh Bapa Surgawi dan Yesus Kristus.

Kemungkinan Kegiatan Pemelajaran

Diingat oleh Tuhan

Pertimbangkan untuk memulai kelas dengan memperlihatkan gambar bunga-bunga mungil yang disebut “jangan lupakan saya [Myosotis].”

Three forget-me-flowers

Berbagi kenangan masa kecil, Presiden Dieter F. Uchtdorf, saat itu di Presidensi Utama, menuturkan:

21:43
Official portrait of Elder Dieter F. Uchtdorf of the Quorum of the Twelve Apostles, 2006.Called as Second Counselor in the First Presidency, 3 February 2008.Made official portrait in 2008 replacing portrait taken in 2004.

Semasa kecil, ketika saya melihat bunga-bunga kecil jangan lupakan saya [Myosotis], saya terkadang merasa sedikit seperti bunga itu—kecil dan tidak penting. Saya mempertanyakan apakah saya akan dilupakan oleh keluarga saya atau oleh Bapa Surgawi saya. (“Jangan Lupakan Saya,” Liahona, November 2011, 122)

  • Apa saja alasan seorang remaja mungkin merasa dilupakan oleh orang lain atau oleh Bapa Surgawi?

  • Apa yang sudah Anda ketahui tentang Bapa Surgawi dan Yesus Kristus yang ingin Anda bagikan dengan seseorang yang merasa mereka dilupakan?

Presiden Uchtdorf melanjutkan:

21:43
Official portrait of Elder Dieter F. Uchtdorf of the Quorum of the Twelve Apostles, 2006.Called as Second Counselor in the First Presidency, 3 February 2008.Made official portrait in 2008 replacing portrait taken in 2004.

Bertahun-tahun kemudian saya dapat menoleh ke belakang pada anak lelaki kecil dengan kelembutan dan kesabaran. Dan saya tahu sekarang, saya tidak pernah dilupakan. Dan saya mengetahui hal lainnya, dan sebagai Rasul dari Tuhan kita, Yesus Kristus, saya menyatakan dengan segala kepastian dan keyakinan hati saya—Anda pun tidak. Kita tidak dilupakan. (“Jangan Lupakan Saya,” Liahona, November 2011, 122)

Renungkan pengalaman Anda sendiri dengan Bapa Surgawi dan Yesus Kristus sewaktu Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Seberapa yakin Anda merasa bahwa Mereka mengenal dan mengingat Anda?

  • Apa pengalaman yang Anda atau seseorang yang Anda kenal miliki yang membantu Anda memahami dengan lebih baik seberapa sempurnanya Mereka mengenal dan mengingat Anda?

Sewaktu Anda menelaah Yesaya 49 hari ini, carilah kesan dari Roh Kudus yang bersaksi bahwa Bapa Surgawi dan Yesus Kristus tidak akan pernah melupakan Anda.

Tuhan tidak akan melupakan Sion

Anda dapat menandaskan bahwa Yesaya terkadang menulis sedemikian rupa sehingga kata-katanya dapat diungkapkan oleh beragam orang yang berbeda, termasuk Juruselamat, Yesaya sendiri, Israel perjanjian kuno, atau bahkan Israel perjanjian zaman modern. Karena gaya puitis ini, tulisan Yesaya memiliki penerapan yang luas untuk tatanan dan keadaan yang berbeda. Itulah sebabnya Nefi merasa sangat nyaman mempersamakan perkataan Yesaya dengan dirinya sendiri dan bangsanya (lihat 1 Nefi 19:23).

Anda juga dapat menjelaskan kepada siswa bahwa ketika Dia memanggil Yesaya untuk mengkhotbahkan pertobatan, Tuhan tahu pesan tersebut tidak akan diterima dengan baik (lihat Yesaya 6:9–10). Anda dapat menanyakan kepada siswa bagaimana perasaan mereka mengenai penugasan serupa.

Bacalah Yesaya 49:4–5, memikirkan mengapa Yesaya mungkin merasa seperti ini. Kemudian bacalah dan pikirkanlah tentang bagaimana umat perjanjian Allah dapat merasa seperti ini.

  • Bahkan ketika kita menderita, apa yang ayat-ayat ini bantu untuk kita ingat tentang Tuhan?

Bacalah Yesaya 49:13–16, mencari apa yang Tuhan inginkan umat perjanjian-Nya (Sion) pahami.

  • Bagaimana Anda akan meringkas ini sebagai sebuah pernyataan kebenaran?

Siswa mungkin menggunakan kata-kata mereka sendiri, tetapi bantulah mereka mengenali kebenaran bahwa Tuhan mengasihi kita dan tidak akan pernah melupakan atau meninggalkan kita.

Sebagai persiapan untuk kegiatan jurnal berikut, Anda dapat memperagakan gambar Juruselamat di kayu salib dan tanda paku di tangan-Nya yang telah bangkit.

Christ hanging on a cross at Calvary. Two thieves, also hanging on crosses are at the left and right of Christ. Numerous observers, including Mary, the mother of Christ, Mary Magdalene, other mourners and Roman soldiers are gathered around the crosses. Thunder clouds are gathering in the sky.
Jesus Christ’s hands showing the nail prints from his crucifixion in Jerusalem.

Pertimbangkan untuk memutar musik yang tenang dan sakral untuk mengundang Roh sewaktu siswa menulis.

Rujuksilangkan atau tautkan Yesaya 49:16 dengan Yohanes 19:15–19 dan 3 Nefi 11:10–15. Secara perlahan bacalah petikan-petikan ini, tandai kata dan frasa yang membantu Anda merasakan kasih yang Bapa Surgawi dan Yesus Kristus miliki bagi Anda. Carilah ajaran-ajaran yang membantu Anda memahami mengapa Mereka tidak akan melupakan atau meninggalkan Anda.

Untuk membantu siswa memvisualisasikan apa yang mereka baca dalam Yohanes 19 dan 3 Nefi 11, Anda dapat menayangkan video “Jesus Is Scourged and Crucified” dari kode waktu 2:31 hingga 3:11 dan “Jesus Christ Appears at the Temple | 3 Nefi 11:1–17” dari kode waktu 2:23 hingga 4:57 dari ChurchofJesusChrist.org.

4:45
5:38

Dia tidak akan melupakan kita

Dalam jurnal penelaahan Anda, tulislah sebuah paragraf yang menjelaskan apa makna Juruselamat memfirmankan “Aku telah melukiskan [engkau] di telapak tangan-Ku “ (Yesaya 49:16) bagi Anda.

ikon seminariKetika kebenaran dalam tulisan suci juga diajarkan oleh nabi yang hidup, siswa dapat lebih siap melihat relevansi ajaran-ajaran ini dalam kehidupan mereka saat ini. Selebaran berikut menyediakan satu cara untuk membantu siswa membuat hubungan ini. (Untuk pelatihan tambahan mengenai ajakan yang membantu menghubungkan siswa dengan perkataan para nabi, lihat “Mengajar dari tulisan suci dan perkataan para nabi zaman akhir” dalam Keterampilan Pengembangan Guru.)

ikon seminariPertimbangkan untuk menggunakan selebaran “Aku Tidak Akan Melupakan Engkau” untuk membantu memperdalam pemahaman siswa bahwa Bapa Surgawi dan Yesus Kristus tidak akan melupakan mereka. Anda dapat menempatkan beberapa atau semua kutipan dan rujukan tulisan suci dari selebaran tersebut di sekeliling ruangan.

Kutipan bermanfaat lainnya tersedia di Sumber Daya Tambahan.

Siswa dapat dengan tenang bergerak di sekeliling ruangan, membaca beberapa kutipan dan petikan tulisan suci. Mereka dapat menambahkan pada paragraf yang mereka tulis dalam jurnal mereka.

Sebagai bagian dari kegiatan, pertimbangkan untuk meminta siswa menuliskan di papan tulis sesuatu yang telah mereka pelajari dalam pelajaran hari ini. Siswa dapat membaca apa yang orang lain tuliskan dan menambahkan wawasan pada catatan jurnal mereka.

Bagikan apa yang telah Anda rasakan

Ketika siswa telah selesai menelaah selebaran tersebut, sukarelawan dapat berbagi apa yang mereka temukan bermakna dari kutipan, tulisan suci, dan wawasan pribadi.

Untuk mengakhiri kelas, Anda dapat mengajak siswa menanggapi pertanyaan-pertanyaan berikut baik dengan seorang rekan, dalam kelompok-kelompok kecil, atau dengan kelas.

  • Apa yang Anda harapkan untuk diingat dari apa yang telah Anda pelajari dan rasakan sewaktu Anda menelaah Yesaya 49 hari ini?

  • Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengingat bahwa Bapa Surgawi dan Yesus Kristus tidak akan pernah melupakan Anda?