“1 Samuel 16: ‘Tuhan Melihat Hati,’” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama (2026)
“1 Samuel 16: ‘Tuhan Melihat Hati,’” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama
1 Samuel 8–10; 13; 15–16: Pelajaran 73
1 Samuel 16
“Tuhan Melihat Hati”
Tuhan mengungkapkan kepada Samuel bahwa Dia telah memilih Daud untuk menggantikan Saul sebagai raja Israel. Melalui pengalaman ini, Samuel belajar bahwa Tuhan melihat kita secara berbeda daripada orang biasanya melihat satu sama lain. Pelajaran ini dapat membantu siswa merasakan pentingnya melihat diri mereka sendiri dan orang lain seperti Bapa Surgawi dan Yesus Kristus melihat.
Persiapan siswa: Ajaklah siswa untuk membaca 1 Samuel 16:7. Mintalah mereka membuat daftar di samping ayat tersebut perbedaan antara apa yang terkadang orang lain hargai dalam diri seseorang dan apa yang Bapa Surgawi hargai dalam diri kita.
Kemungkinan Kegiatan Pemelajaran
Nilai tersembunyi
Pertimbangkan untuk memulai kelas dengan membantu siswa menyadari bahwa kita tidak selalu dapat melihat nilai sesuatu dari paket yang ada di dalamnya. Untuk melakukan ini, Anda dapat menampilkan dua benda identik dalam dua paket yang berbeda, atau Anda dapat menampilkan benda-benda dengan nilai yang berbeda dalam dua paket yang identik. Sebelum mengungkapkan isinya, ajaklah seorang siswa untuk memilih paket mana yang lebih mereka inginkan. Tanyakan kepada mereka mengapa mereka memilih paket itu. Kemudian ungkapkan isi kedua paket.
-
Apa masalah-masalah yang bisa datang dari menilai orang lain, atau bahkan menilai diri sendiri, hanya berdasarkan pada apa yang bisa kita lihat?
-
Bagaimana pandangan Allah mengenai kita berbeda dengan cara kita mungkin memandang satu sama lain?
Pertimbangkan untuk menampilkan petunjuk refleksi diri berikut ini.
Renungkan dan lengkapi petunjuk-petunjuk berikut dalam jurnal penelaahan Anda:
-
Ketika seseorang pertama kali bertemu dengan saya, saya pikir mereka kemungkinan besar akan memperhatikan .
-
Saya percaya Bapa Surgawi melihat sifat-sifat berikut dalam diri saya yang banyak orang lain tidak lihat: .
-
Ketika saya pertama kali bertemu orang lain, saya cenderung memperhatikan .
-
Jika saya dapat melihat orang lain sebagaimana Bapa Surgawi melihat, itu dapat menolong saya untuk .
Saat Anda menelaah 1 Samuel 16 hari ini, dengan penuh doa undanglah Roh Kudus untuk membantu Anda merasakan pentingnya melihat diri Anda sendiri dan orang lain lebih seperti yang Allah lihat.
Tuhan mengutus Samuel untuk mengurapi raja berikutnya
Untuk memperkenankan semua siswa berperan serta secara aktif, pertimbangkan untuk menempatkan siswa dalam kerekanan. Ajaklah rekan-rekan untuk membaca dua petikan di bawah dan membahas pertanyaan-pertanyaan yang menyertainya. Sebelum siswa membaca, pastikan mereka tahu bahwa karena ketidakpatuhan Saul, Tuhan menolaknya sebagai raja Israel (lihat 1 Samuel 13:13–14; 15:26–28).
Bacalah 1 Samuel 16:1–5 untuk memahami mengapa Tuhan mengutus Samuel ke Betlehem.
-
Jika Tuhan telah memberi Anda tanggung jawab Samuel untuk mengurapi seorang raja baru, sifat-sifat apa yang akan Anda cari dalam diri para putra Isai?
Bacalah ayat 6–13, mencari kebenaran yang Tuhan ajarkan sewaktu Samuel mencoba mengidentifikasi raja masa depan.
-
Apa yang Anda pelajari dari kisah ini yang penting untuk dipahami oleh orang-orang zaman sekarang?
Ketika kerekanan selesai berbagi apa yang mereka pelajari, ajaklah setiap kerekanan untuk menuliskan satu kebenaran di papan tulis bersama dengan nomor ayat di mana mereka menemukannya.
Siswa mungkin menuliskan beragam kebenaran dengan kata-kata mereka sendiri, misalnya Allah melihat potensi sejati kita dengan melihat hati kita alih-alih penampilan lahiriah kita.
-
Apa yang telah Anda pelajari dari tulisan suci dan para pemimpin Gereja mengenai sifat-sifat yang Tuhan hargai?
-
Menurut Anda bagaimana hubungan kita dengan orang lain akan berbeda jika kita melihat diri kita sendiri dan satu sama lain lebih seperti Tuhan melihat kita?
Bantulah siswa memperdalam pemahaman mereka
Opsi berikut merupakan metode berbeda bagi siswa untuk memperdalam pemahaman mereka tentang apa yang Tuhan ajarkan dalam 1 Samuel 16:7. Pilihlah metode yang Anda rasa terbaik bagi siswa Anda.
Sebelum menyajikan opsi atau pilihan-pilihan pilihan Anda, pertimbangkan untuk membantu para siswa menghubungkan apa yang akan mereka telaah dengan kehidupan nyata. Anda dapat melakukan ini dengan menyajikan situasi singkat yang dapat dibantu oleh para siswa. Misalnya, Anda dapat meminta mereka untuk mencari hal-hal yang dapat mereka bagikan dengan seseorang yang merasa diabaikan atau dinilai salah oleh orang-orang di sekitar mereka. Atau Anda dapat mengajak siswa untuk mencari hal-hal yang dapat mereka bagikan dengan seseorang yang merasa bahwa Tuhan tidak benar-benar memahami mereka.
Opsi 1
Pertimbangkan untuk menempatkan siswa dalam kerekanan. Mintalah setiap siswa menelaah pernyataan yang berbeda. Lalu siswa dapat berbagi apa yang mereka pelajari dengan rekan mereka. Anda mungkin ingin menampilkan atau memberikan salinan dari pernyataan-pernyataan tersebut.
Presiden Dieter F. Uchtdorf, saat itu di Presidensi Utama, menuturkan:
Minat Bapa Surgawi terhadap diri Anda tidak bergantung pada seberapa kaya atau cantik atau sehat atau cerdasnya Anda. Dia melihat Anda tidak sebagaimana dunia melihat Anda; Dia melihat siapa Anda sesungguhnya. Dia melihat hati Anda. Dan Dia mengasihi Anda karena Anda adalah anak-Nya. (“Perjalanan Pulang Anda yang Menakjubkan,” Liahona, Mei 2013, 128)
Sister Michelle D. Craig, sebelumnya Presidensi Umum Remaja Putri, menjelaskan:
Yesus Kristus melihat orang secara mendalam. Dia melihat individu, kebutuhan mereka, dan siapa mereka dapat menjadi. Ketika orang lain melihat nelayan, pendosa, pemungut cukai, Yesus melihat murid; ketika orang lain melihat seseorang dirasuki oleh iblis, Yesus melihat melampaui kesusahan lahiriah, mengenali orang itu, dan menyembuhkan dia.
Bahkan dalam kehidupan kita yang sibuk, kita dapat mengikuti teladan Yesus dan melihat individu-individu— kebutuhan mereka, iman mereka, pergumulan mereka, dan siapa mereka dapat menjadi. (“Mata untuk Melihat,” Liahona, November 2020, 16)
Opsi 2
Siswa dapat mencari daftar petikan penguasaan doktrin dalam Dokumen Inti Penguasaan Doktrin (2023) untuk petikan-petikan yang membantu mereka memahami bagaimana perasaan Allah terhadap kita dan seberapa sempurna Dia mengenal kita. Siswa dapat bekerja dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan empat orang, dengan setiap siswa mencari petikan yang dapat diterapkan dari salah satu dari empat kitab standar. (Contoh yang dapat mereka bagikan mencakup Abraham 3:22–23; Yeremia 1:4–5; Ibrani 12:9; Alma 7:11–13; Ajaran dan Perjanjian 18:10–11.)
Opsi 3
Tayangkan kepada siswa sebuah video yang membantu mereka memahami bagaimana Allah melihat kita atau yang menunjukkan orang lain melihat yang lain sebagaimana Dia melihat. Ajaklah siswa untuk memikirkan dan bersiap untuk berbagi situasi kehidupan nyata ketika mereka dapat menggunakan apa yang mereka pelajari dari video tersebut. Video “Our True Identity” (03:39), tersedia di ChurchofJesusChrist.org, adalah satu contoh yang dapat Anda gunakan.
Pengalaman pribadi
Bagian pelajaran ini dapat membantu siswa merasakan pentingnya melihat diri mereka sendiri dan orang lain sebagaimana Bapa Surgawi dan Yesus Kristus melihat. Mengingat dan berbagi pengalaman dapat mengundang Roh Kudus untuk bersaksi tentang kebenaran yang siswa pelajari.
Mungkin dapat membantu untuk menampilkan opsi-opsi berikut.
Pilihlah satu dari opsi-opsi berikut dan catatlah pemikiran Anda dalam jurnal penelaahan Anda. Pastikan untuk menyertakan apa yang telah Anda pelajari mengenai Allah hari ini dari tulisan suci atau pemimpin Gereja.
-
Tulislah tentang seseorang yang tampaknya melihat sisi yang baik dalam diri Anda, bahkan meskipun mereka tahu beberapa kelemahan dan kesalahan Anda. Bagaimana pengaruhnya berdampak terhadap perasaan Anda mengenai diri Anda sendiri? Bagaimana pengaruhnya mengingatkan Anda tentang bagaimana Bapa Surgawi dan Yesus Kristus melihat Anda?
-
Tulislah tentang seseorang yang telah Anda kasihi dan kagumi sewaktu Anda mengenal mereka dengan lebih baik. Apa yang sekarang Anda lihat dalam diri mereka yang mungkin tidak dilihat orang lain atau yang tidak Anda lihat ketika Anda pertama kali bertemu dengan mereka? Apakah Anda merasakan kesan apa pun dari Roh Kudus tentang bagaimana Anda dapat membantu mereka melihat diri mereka sendiri dengan cara Anda melihat mereka atau cara Bapa Surgawi mereka dan Yesus Kristus melihat mereka?
Ajaklah sukarelawan untuk berbagi bagian-bagian dari apa yang mereka catat dalam jurnal penelaahan mereka.