Seminari
Imamat, Bagian 2: Berkurban bagi Tuhan


“Imamat, Bagian 2: Berkurban bagi Tuhan,” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama (2026)

“Imamat, Bagian 2: Berkurban bagi Tuhan,” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama

Keluaran 35–40; Imamat 1; 4; 16; 19: Pelajaran 54

Imamat, Bagian 2

Berkurban bagi Tuhan

Young man strides toward the Tucson Arizona Temple, his sister follows

Israel kuno melakukan ritual yang melambangkan Yesus Kristus dan Pendamaian-Nya. Di antara ritual-ritual ini adalah pengurbanan persembahan bakaran. Persembahan ini juga memperlihatkan komitmen terus-menerus Israel untuk mengurbankan apa pun yang Tuhan minta dari mereka. Pelajaran ini dapat membantu siswa mengenali pengurbanan yang dapat mereka buat untuk menjadi lebih seperti Bapa Surgawi dan Yesus Kristus.

Persiapan siswa: Ajaklah siswa untuk melakukan sesuatu yang mereka rasa akan menjadi pengorbanan yang baik bagi Tuhan. Beberapa contoh dapat mencakup membayar persepuluhan atau persembahan puasa, mengorbankan waktu untuk membantu seseorang yang membutuhkan, atau mengorbankan beberapa menit tidur tambahan untuk menelaah tulisan suci. Ajaklah siswa merenungkan bagaimana pengorbanan ini berdampak terhadap hubungan mereka dengan Tuhan.

Kemungkinan Kegiatan Pemelajaran

Kesediaan untuk berkurban

Pertimbangkan untuk memulai kelas dengan membantu siswa melihat nilai dari bersedia melakukan pengurbanan bagi Tuhan. Anda dapat melakukannya dengan menuliskan pernyataan berikut di papan tulis. Ajaklah siswa untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan yang menyertainya.

Kunci untuk membuat hari kita sukses adalah …

  • Bagaimana Anda akan menyelesaikan pernyataan ini?

  • Mengapa Anda merasa jawaban Anda dapat membantu seseorang memiliki hari yang berhasil?

Penatua Taylor G. Godoy dari Tujuh Puluh berbagi yang berikut mengenai hari yang berhasil:

Official Portrait of Elder Carlos A. Godoy.  Photographed in March 2017.

Kunci untuk menjadikan hari kita berhasil adalah dengan rela untuk berkurban. (“Satu Hari Lagi,” Liahona, Mei 2018, 34)

  • Menurut Anda mengapa bersedia untuk berkurban dapat membuat hari kita berhasil?

    Pertimbangkan untuk menulis jawaban siswa atas pertanyaan berikut di papan tulis. Anda dapat merujuk jawaban-jawaban ini di berbagai kesempatan selama pelajaran.

  • Apa saja pengurbanan yang Tuhan minta dari kita yang menurut Anda dapat menuntun pada hari, minggu, atau kehidupan yang berhasil?

Pertimbangkan untuk mengajak siswa merenungkan kesediaan mereka untuk berkurban bagi Tuhan. Salah satu cara Anda dapat melakukannya adalah dengan memperlihatkan bagan lingkaran kepada siswa. Berikan petunjuk berikut.

Blue pie chart graphic with percentage symbol

Buatlah bagan lingkaran dalam jurnal penelaahan Anda. Isilah persentase (0 persen sampai 100 persen) yang Anda rasa mencerminkan kesediaan Anda selama minggu terakhir untuk berkurban bagi Tuhan. Kemudian renungkan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Jika Anda merasa persentase Anda tinggi, mengapa Anda bersedia berkurban bagi Tuhan?

  • Jika Anda merasa persentase Anda rendah, apa yang mungkin menahan Anda dari menjadi lebih bersedia untuk berkurban?

Pertimbangkan untuk mengucapkan doa dalam hati. Mintalah Bapa Surgawi untuk menolong Anda memahami apa yang Dia ingin Anda ketahui dan lakukan berkenaan dengan pengurbanan pribadi Anda. Selama pelajaran ini, berikan perhatian pada pikiran dan perasaan yang mungkin datang kepada Anda melalui Roh Kudus.

Persembahan bakaran

Dalam Imamat 1, Tuhan memerintahkan orang Israel untuk membuat persembahan bakaran. Para imam membuat persembahan ini setiap hari. Persembahan adalah simbolis dari Pendamaian Juruselamat. Persembahan ini juga merupakan tanda komitmen berkelanjutan Israel kepada Tuhan.

Bacalah Imamat 1:3, 8–9, mencari kata-kata dan frasa yang dapat berhubungan dengan pengurbanan yang mungkin kita lakukan bagi Tuhan di zaman sekarang.

  • Apa yang Anda temukan?

Jika siswa membutuhkan bantuan, Anda dapat menandaskan beberapa dari yang berikut:

  • “Ia harus membawanya” (ayat 3).

  • “Kepala,” “lemak,” “isi perut,” dan “kaki” (ayat 8–9). Bagian-bagian berbeda dari hewan ini dapat menjadi simbol dari mempersembahkan kepada Tuhan apa pun yang Dia minta dari kita, termasuk hati, pikiran, dan tubuh kita.

  • “Seluruhnya itu harus dibakar di atas mazbah” (ayat 9). Membakar keseluruhan hewan di atas mazbah melambangkan komitmen mutlak kepada Tuhan.

  • “Baunya menyenangkan bagi Tuhan” (ayat 9). Ini dapat berarti bahwa pengurbanan kita adalah manis dan menyenangkan bagi Bapa Surgawi dan Juruselamat.

Yesus Kristus adalah teladan sempurna dalam mempersembahkan kurban.

  • Bagaimana kesediaan kita untuk berkurban dapat membantu kita menjadi lebih seperti Juruselamat?

Satu pelajaran yang dapat kita pelajari dengan memahami persembahan bakaran adalah bahwa kita dapat menjadi lebih seperti Juruselamat kita sewaktu kita bersedia mengurbankan apa pun yang diminta Bapa Surgawi dari kita.

Menjalankan hukum pengurbanan di zaman kita

Setelah kurban pendamaian Yesus Kristus rampung, Dia menyesuaikan jenis pengurbanan yang Dia minta untuk umat-Nya lakukan (lihat 3 Nefi 9:19–20). Meski kita saat ini tidak mengurbankan hewan, Tuhan tetap meminta umat-Nya untuk berkurban. Pengurbanan ini mencakup lebih daripada sekadar menyerahkan harta duniawi kita.

Perlihatkan petunjuk-petunjuk, petikan tulisan suci, dan pertanyaan-pertanyaan berikut. Anda dapat mengajak siswa untuk menyelesaikannya sendiri.

Telaahlah dua atau lebih dari petikan-petikan berikut, mencari wawasan yang dapat membantu Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah.

  1. Roma 12:1–2

  2. Omni 1:26

  3. 3 Nefi 9:19–20

  4. Ajaran dan Perjanjian 4:2

    • Bagaimana Anda dapat menggunakan petikan-petikan ini untuk membantu seseorang memahami apa yang Tuhan ingin kita kurbankan di waktu kita?

    • Bagaimana berkurban dengan cara-cara ini dapat membantu kita menjadi lebih seperti Juruselamat?

    • Menurut Anda mengapa dapatlah sulit bagi sebagian orang untuk bersedia mengurbankan apa yang Tuhan minta dari mereka?

Ajaklah sukarelawan untuk berbagi apa yang mereka pelajari dan bagaimana mereka akan menjawab dua pertanyaan di atas. Anda juga dapat membahas bagaimana ayat-ayat ini dapat berlaku pada pengurbanan yang mereka daftarkan di papan tulis sebelumnya dalam pelajaran. Pembahasan ini dapat menuntun pada pertanyaan berikutnya.

Berkat-berkat dari pengurbanan

Pertimbangkan untuk menempatkan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Ajaklah mereka untuk menggunakan jawaban mereka atas pertanyaan sebelumnya untuk membuat skenario di mana seseorang mungkin enggan untuk mengurbankan apa yang Tuhan minta dari mereka. Berikut ini adalah satu contoh sederhana. Ajaklah siswa untuk membahas pertanyaan yang menyertainya dalam kelompok mereka. Untuk membantu pembahasan ini, siswa dapat menelaah “Pengurbanan” dalam Penuntun bagi Tulisan Suci.

Bayangkan Anda memiliki seorang teman yang merasa dia tidak punya cukup waktu untuk membuat beberapa pengurbanan yang Tuhan minta darinya.

  • Apa yang dapat Anda bagikan yang dapat membantu mengatasi beberapa kekhawatiran teman Anda?

Ajaklah beberapa kelompok untuk berbagi beberapa wawasan mereka. Sewaktu mereka berbagi, pertimbangkan untuk mengajukan pertanyaan tindak lanjut seperti “Apa yang Anda ingin teman Anda ketahui mengenai Bapa Surgawi dan Yesus Kristus yang dapat membantunya menjadi lebih bersedia untuk membuat pengurbanan bagi Mereka?” atau “Apa pengalaman pribadi yang dapat Anda bagikan yang telah mengajari Anda nilai membuat pengurbanan bagi Tuhan?”

Untuk memperdalam pemahaman mengenai pengurbanan, Anda dapat memperlihatkan pernyataan berikut.

Penatua Ulisses Soares dari Kuorum Dua Belas Rasul berbagi beberapa berkat yang Tuhan berikan sewaktu kita melakukan pengurbanan bagi-Nya:

14:48
Elder Ulisses Soares, Quorum of the Twelve Apostles official portrait.

Tekad kita untuk menyingkirkan semua yang bertentangan dengan kehendak Allah, dan mengorbankan semua yang diminta kita berikan dan berusaha mengikuti ajaran-ajaran-Nya akan membantu kita bertahan di jalan Injil Yesus Kristus—bahkan dalam menghadapi kesengsaraan, kelemahan jiwa kita, atau tekanan sosial dan filosofi duniawi yang menentang ajaran-Nya. (“Memikul Salib Kita,” Liahona, November 2019, 114)

  • Apa yang telah Anda pelajari mengenai Tuhan dan alasan-Nya meminta kita untuk berkurban?

Pengurbanan pribadi

Ajaklah siswa untuk merenungkan kesan-kesan yang telah mereka terima. Pertimbangkan untuk memperlihatkan petunjuk berikut. Jika bermanfaat, siswa dapat merujuk pada daftar pengurbanan di papan tulis sewaktu mereka menyelesaikan kegiatan ini.

Selesaikan salah satu dari yang berikut ini dalam jurnal penelaahan Anda:

  1. Satu pengurbanan yang telah saya buat bagi Bapa Surgawi adalah …

    Sesuatu yang saya pelajari hari ini yang akan membantu saya melanjutkan atau meningkatkan pengurbanan ini adalah …

  2. Satu hal yang akan saya mulai atau berhenti lakukan untuk menunjukkan kesediaan saya untuk berkurban bagi Tuhan adalah …

    Sesuatu yang saya pelajari hari ini yang akan membantu saya membuat perubahan ini adalah …

Anda dapat mengajak siswa untuk berbagi apa yang mereka tuliskan beserta kesaksian mereka tentang apa yang telah mereka pelajari atau rasakan.