Seminari
Kejadian 42–45: “Akulah Yusuf Saudaramu”


“Kejadian 42–45: ‘Akulah Yusuf Saudaramu,’” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama (2026)

“Kejadian 42–45: ‘Akulah Yusuf Saudaramu,’” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama

Kejadian 42–45: Pelajaran 35

Kejadian 42–45

“Akulah Yusuf Saudaramu”

A painting by Ted Henninger showing Joseph of Egypt surrounded by his brothers, smiling and showing forgiveness toward them.

Bertahun-tahun setelah dia dijual ke Mesir sebagai budak, Yusuf dipersatukan kembali dengan saudara-saudaranya. Dia bisa saja merasa marah dan benci karena semua yang dia derita. Namun, seperti Juruselamat, Yusuf memilih untuk mengulurkan belas kasihan dan pengampunan kepada saudara-saudaranya yang telah memperlakukannya dengan tidak baik. Pelajaran ini dapat membantu siswa mengikuti teladan Juruselamat dengan menjadi lebih mengampuni.

Persiapan siswa: Ajaklah siswa untuk merenungkan perintah Juruselamat untuk “mengampuni semua orang” (Ajaran dan Perjanjian 64:10). Mintalah mereka untuk mendaftar beberapa berkat yang mereka atau orang lain telah alami melalui mengampuni seseorang.

Kemungkinan Kegiatan Pemelajaran

Yusuf dari Mesir

Untuk memulai kelas, pertimbangkan untuk mengajak siswa meninjau secara singkat kisah tentang Yusuf dari Mesir dalam Kejadian 37–41. Anda dapat meminta mereka untuk meringkas tindakan tidak baik dari saudara-saudara Yusuf dan peristiwa-peristiwa yang menyebabkan status Yusuf sebagai orang nomor dua dalam kekuasaan di seluruh Mesir.

Gambar digital yang terdapat dalam Pelajaran 33: Kejadian 37–41 dapat digunakan untuk membantu siswa meringkas kisah tersebut.

  • Apa saja yang diderita Yusuf karena tindakan saudara-saudaranya?

  • Bagaimana perasaan Anda mengenai seseorang yang melakukan ini kepada Anda?

  • Apa yang dapat menjadikannya sulit untuk mengampuni seseorang?

Renungkan bagaimana biasanya Anda menanggapi ketika seseorang melakukan atau mengatakan sesuatu yang menyakitkan bagi Anda. Sewaktu Anda menelaah hari ini, perhatikan dengan saksama kesan apa pun yang mungkin Anda terima dari Roh Kudus untuk membantu Anda mengetahui bagaimana Anda dapat mengikuti teladan Juruselamat untuk mengampuni.

Yusuf dipersatukan kembali dengan saudara-saudaranya

Untuk menelaah kisah tentang reuni Yusuf dengan saudara-saudaranya, Anda dapat mengorganisasi siswa dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari tiga orang. Setiap siswa dalam kelompok dapat menelaah salah satu dari tiga ringkasan dan petikan tulisan suci. Siswa kemudian dapat mengajarkan kepada anggota lainnya dari kelompok tersebut bagian mereka dari kisah tersebut.

Sebagai alternatif, Anda dapat menayangkan video animasi “Yusuf dan Bencana Kelaparan” (2:26) dari kode waktu 00:00 hingga 01:41 pada ChurchofJesusChrist.org.

2:26

Tinjaulah ringkasan berikut dan telaah ayat-ayat yang menyertainya.

Ringkasan 1: Bertahun-tahun setelah mereka menjual Yusuf sebagai budak, saudara-saudaranya melakukan perjalanan ke Mesir untuk mencari bantuan dari bencana kelaparan. Ketika menghadap Yusuf, yang kini menjadi orang kedua dalam pemerintahan di seluruh Mesir, saudara-saudara Yusuf tidak mengenalinya. Tidak mengetahui bahwa Yusuf mengenali dan dapat memahami mereka, saudara-saudara tersebut mengungkapkan dukacita dan penyesalan mereka atas apa yang telah mereka lakukan bertahun-tahun sebelumnya kepadanya.

Bacalah Kejadian 42:21–24, mencari bagaimana Yusuf bereaksi mendengar kakak-kakaknya berbicara tentang bagaimana mereka memperlakukan dia.

Ringkasan 2: Yusuf menyediakan makanan bagi keluarga tetapi memenjarakan Simeon dan memberi petunjuk kepada saudara-saudara yang lain untuk tidak kembali ke Mesir kecuali mereka membawa adik bungsunya, Benyamin, bersama mereka. Saudara-saudaranya kembali ke rumah, tetapi ketika keluarga itu kehabisan makanan lagi, mereka kembali ke Mesir bersama Benyamin.

Bacalah Kejadian 43:30, mencari bagaimana Yusuf bereaksi melihat adiknya Benyamin.

Ringkasan 3: Yusuf menguji kasih saudara-saudaranya bagi Benyamin dengan menuduh dia mencuri dan mengancam untuk menjebloskannya ke dalam penjara. Yehuda menawarkan nyawanya sebagai ganti nyawa Benyamin.

Bacalah Kejadian 45:1–2, mencari bagaimana Yusuf bereaksi setelah Yehuda dengan sukarela menyerahkan nyawanya untuk melindungi Benyamin.

Setelah siswa memiliki kesempatan untuk menelaah ringkasannya, Anda dapat mengajak mereka untuk membahas pertanyaan berikut.

  • Apa yang akan bermanfaat bagi Yusuf untuk mengingat tentang Bapa Surgawi dan Yesus Kristus sewaktu dia berinteraksi dengan saudara-saudaranya?

Bapa Surgawi dan Yesus Kristus mengampuni

Tulisan suci berikut mengilustrasikan sifat mengampuni baik dari Bapa Surgawi maupun Yesus Kristus. Anda dapat memeragakan tulisan suci ini bagi siswa untuk ditelaah atau meminta mereka menemukan petikan tulisan suci mereka sendiri mengenai sifat mengampuni dari Bapa Surgawi dan Yesus Kristus.

Bacalah tulisan suci berikut, mencari apa yang akan bermanfaat bagi seseorang yang telah diperlakukan tidak baik untuk mengetahui tentang Bapa Surgawi dan Yesus Kristus.

Lukas 6:36

Efesus 4:31–32

Kolose 3:13

  • Apa yang akan Anda bagikan dari ayat-ayat ini?

Bacalah Kejadian 45:3–8 dan 9–15, mencari bagaimana Yusuf menanggapi saudara-saudaranya.

  • Apa yang kita pelajari tentang menjadi seperti Bapa Surgawi dan Yesus Kristus dari teladan Yusuf?

Siswa mungkin mengidentifikasi berbagai kebenaran. Berterimakasihlah kepada mereka untuk apa yang mereka bagikan dan tanyakan kepada mereka mengapa menurut mereka itu merupakan doktrin atau asas penting bagi kita untuk diketahui. Jika siswa tidak menyebutkannya, bagikan kebenaran berikut dan tulislah itu di papan tulis: Kita menjadi seperti Bapa Surgawi dan Yesus Kristus sewaktu kita mengampuni orang lain.

Dengan bersandar kepada Juruselamat, kita dapat mengampuni orang lain

Untuk membantu siswa memahami kebenaran ini, Anda dapat menayangkan video “Forgiving Others: An Easter Message from President Russell M. Nelson” (5:01) dari ChurchofJesusChrist.org.

5:2

Opsi lain adalah menelaah pernyataan berikut.

Presiden Russell M. Nelson membantu kita memahami bagaimana kita bersandar pada kuasa Juruselamat ketika kita mengampuni orang lain.

17:17
Official portrait of President Russell M. Nelson taken January 2018

Jika pengampunan saat ini tampaknya tidak mungkin, mohonlah kekuatan melalui darah pendamaian Yesus Kristus untuk membantu Anda. Dan saat Anda melakukannya, saya menjanjikan kedamaian pribadi dan suatu lonjakan momentum rohani.

Ketika Juruselamat melakukan pendamaian bagi seluruh umat manusia, Dia membukakan jalan agar mereka yang mengikuti-Nya dapat memiliki akses menuju kuasa-Nya yang menyembuhkan, menguatkan, dan menebus. Privilese rohani ini tersedia bagi semua yang berupaya untuk mendengar Dia dan mengikuti Dia. (“Kekuatan dari Momentum Rohani,” Liahona, Mei 2022, 100)

  • Bagaimana ajaran-ajaran Presiden Nelson dapat membantu kita mengampuni orang lain?

  • Apa yang akan Anda nasihatkan agar seseorang lakukan jika dia bergumul dalam mengampuni? Apa yang akan Anda rekomendasikan agar mereka lakukan untuk bersandar kepada Juruselamat?

Jika siswa membutuhkan bantuan dengan pertanyaan terakhir, Anda dapat menyarankan mereka melihat nasihat Tuhan dalam Ajaran dan Perjanjian 64:9–11, khususnya ayat 11.

Pertimbangkan untuk mengajak siswa berbagi pengalaman di mana mereka atau seseorang yang mereka kenal dapat mengampuni. Mungkin bermanfaat untuk mengingatkan siswa untuk tidak membagikan detail yang mungkin terlalu pribadi tentang mereka atau seseorang yang mereka kenal. Anda mungkin juga ingin berbagi sebuah pengalaman Anda sendiri.

Bantulah kita untuk secara bebas mengampuni

Untuk membantu siswa merenungkan apa yang telah mereka pelajari dan rasakan mengenai menjadi seperti Bapa Surgawi dan Yesus Kristus, Anda dapat memperagakan beberapa dari kegiatan berikut untuk siswa lengkapi dalam jurnal penelaahan mereka.

Dengan penuh doa renungkan kesan apa pun yang telah Anda terima sewaktu Anda menelaah hari ini. Undanglah Roh Kudus untuk menolong Anda mengenali perubahan apa pun yang perlu Anda buat. Mintalah Bapa Surgawi untuk membantu meningkatkan kemampuan Anda untuk mengampuni orang lain.

Pilihlah salah satu dari kegiatan berikut untuk diselesaikan dalam jurnal penelaahan Anda.

  • Tulislah sebuah paragraf singkat yang meringkas bagaimana Anda telah diberkati melalui upaya Anda untuk mengampuni orang lain. Buatlah daftar apa yang telah Anda lakukan untuk menyertakan Juruselamat dalam upaya Anda. Apa yang Anda rasa penting untuk diingat di lain waktu ketika Anda perlu mengampuni seseorang?

  • Dengan penuh doa pertimbangkan apakah ada seseorang dalam kehidupan Anda yang perlu Anda ampuni. Tulislah sebuah paragraf singkat yang mengidentifikasi perasaan yang Anda miliki tentang mengampuni orang itu. Apa yang Anda kenali yang mungkin mencegah kemampuan Anda untuk mengampuni? Buatlah daftar beberapa cara Anda dapat mengupayakan bantuan Juruselamat dalam upaya Anda.

  • Tulislah surat singkat yang dapat membantu seorang teman yang sedang bergumul untuk mengampuni seseorang. Secara singkat jelaskan bagaimana pilihan Yusuf untuk mengampuni saudara-saudaranya adalah seperti Juruselamat. Sertakan sebuah petikan tulisan suci yang telah bermakna bagi Anda dalam upaya Anda untuk mengampuni orang lain.

Anda dapat mengajak beberapa siswa yang bersedia untuk berbagi apa yang mereka tuliskan. Pertimbangkan untuk mengakhiri pelajaran dengan mengajak siswa untuk menindaki kesan rohani apa pun yang mungkin telah mereka terima. Anda dapat membagikan kesaksian Anda tentang berkat-berkat yang tersedia ketika kita mengikuti teladan Juruselamat untuk mengampuni orang lain.