2025
Waspadai Godaan Kedua
Mei 2025


11:36

Waspadai Godaan Kedua

Jangan bersembunyi dari mereka yang akan mengasihi dan mendukung Anda, melainkan, berlarilah kepada mereka.

Beberapa tahun lalu, ketika saya memasuki usia 12 tahun, saya diundang untuk menghadiri acara kuorum Imamat Harun saya yang pertama, berkemah semalam. Ini undangan yang telah lama dinantikan, karena ayah saya adalah pemimpin kuorum dan sering pergi berkemah dengan anak-anak lelaki di lingkungan, sementara saya ditinggal di rumah.

Ketika harinya tiba, saya bersemangat. Dan harus saya akui bahwa saya sungguh bersemangat ingin cocok dengan anak-anak lelaki yang lebih besar. Saya berketetapan hati ingin membuktikan diri. Dalam upaya itu tidaklah lama sebelum saya diuji untuk melihat apakah saya dapat ikut bermain dan menjadi bagian dari grup itu.

Tugas yang diberikan kepada saya adalah untuk mendapatkan kunci mobil ayah saya agar lelucon dapat dikerjakan terhadap para pemimpin. Saya tidak ingat apa tepatnya yang saya katakan untuk meyakinkan ayah saya, tetapi saya tak lama kemudian berlari ke kelompok anak lelaki itu dengan kunci di tangan, bangga akan pencapaian saya.

Kemudian datanglah tugas berikutnya. Saya harus membuka pintu mobil dan menempatkan tongkat kayu di antara bagian belakang kursi pengemudi dan klakson mobil. Dan saya harus mengunci pintu agar klakson dapat berbunyi nyaring tanpa ada cara bagi para pemimpin untuk mengakses mobil guna melepaskan alat yang kasar itu.

Nah, di sinilah saatnya kisah tersebut berbalik menjadi memalukan bagi saya. Begitu saya menempatkan tongkat tersebut, saya kunci pintunya dan berlari secepat mungkin untuk bersembunyi di rerimbunan semak terdekat. Saat saya berjongkok di tanah, saya merasakan sakit yang membakar. Dalam kegelapan dan dalam ketergesa-gesaan saya, saya telah duduk di atas kaktus pir berduri.

Kaktus pir berduri

Teriakan kesakitan saya tertelan oleh bunyi klakson yang menggelegar, dan saya tidak punya pilihan lain kecuali tertatih-tatih kembali ke mobil, mengakui “dosa” saya, dan mengupayakan perhatian medis yang seadanya dan memalukan.

Sisa malam itu, saya berbaring tengkurap di sebuah tenda sementara ayah saya, menggunakan pinset, mencabuti duri kaktus dari … yah, katakan saja saya tidak dapat duduk dengan nyaman selama beberapa hari setelahnya.

Saya telah merenungkan pengalaman itu berulang kali. Sekarang saya dapat menertawakan kebodohan masa muda saya bahkan saat sejumlah asas mendasar telah menjadi jelas bagi saya.

Banyak pola dalam perilaku manusia tampaknya umum dalam diri manusia alami—hasrat untuk bisa diterima, hasrat untuk membuktikan diri, ketakutan akan ketinggalan, dan kebutuhan mendesak untuk bersembunyi agar kita menghindari konsekuensi. Perilaku terakhir inilah yang akan menjadi fokus saya hari ini—bersembunyi setelah kita melakukan sesuatu yang seharusnya tidak kita lakukan.

Nah, saya tidak menyamakan keisengan masa kecil saya dengan dosa yang memilukan, tetapi kita dapat menarik sejumlah kesamaan yang dapat terbukti berguna sewaktu kita diuji dalam perjalanan fana kita.

Di Taman Eden, Adam dan Hawa memiliki keadaan yang menyenangkan—berlimpahnya makanan, keindahan taman yang tak tertandingi—bukan hanya taman yang indah melainkan taman yang tidak terdapat gulma atau pir berduri.

Namun, kita juga tahu bahwa kehidupan di taman membatasi kemajuan yang mereka perlukan. Taman tersebut bukanlah destinasi akhir melainkan sebuah ujian, yang pertama dari banyak ujian, yang akan membuktikan, mempersiapkan, dan memperkenankan mereka maju ke destinasi akhir mereka yaitu kembali ke hadirat Bapa dan Putra.

Anda akan ingat bahwa ada pertentangan di taman itu. Lusifer diperkenankan untuk mencobai Adam dan Hawa. Dia pertama-tama menggoda Adam untuk memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Mengingat perintah untuk tidak memakannya, Adam menolak. Kemudian datanglah Hawa yang diberkati, yang memilih untuk memakan buah tersebut, meyakinkan Adam untuk melakukan hal yang sama.

Nantinya, Adam dan Hawa menyatakan bahwa keputusan ini perlu untuk memenuhi rencana Bapa Surgawi. Tetapi dengan memakan buah tersebut, mereka telah melanggar hukum—hukum yang diberikan kepada mereka langsung dari Bapa. Pemahaman yang dihasilkan dan menyakitkan tentang baik dan jahat pasti telah meninggalkan mereka dalam kepedihan ketika mereka mendengar suara Tuhan mengumumkan kembalinya Dia ke taman. Mereka menyadari mereka telanjang, karena memang mereka tanpa busana, setelah hidup dalam keadaan tidak bersalah. Tetapi mungkin lebih menyakitkan daripada keadaan tanpa busana mereka saat itu, mereka kini terekspos untuk pelanggaran mereka. Mereka tanpa pertahanan dan rentan. Mereka telanjang dalam setiap pengertian kata tersebut.

Selamanya seorang oportunis, Lusifer, mengetahui keadaan mereka yang terekspos dan lemah, menggoda mereka sekali lagi—kali ini untuk bersembunyi dari Allah.

Godaan ini—akan saya sebut “cobaan kedua”—adalah godaan yang mungkin dapat mendatangkan konsekuensi terbesar jika kita tunduk. Tentunya, menghindari semua godaan pertama untuk melanggar hukum Allah adalah yang optimal, tetapi kita tahu bahwa semua akan tunduk pada beragam godaan pertama di bumi ini. Sewaktu kita maju dalam kedewasaan dan pengertian kita, kita berharap kekuatan kita untuk menghindari pencobaan pertama akan terus-menerus semakin baik sewaktu kita berupaya untuk menjadi lebih seperti Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Beberapa mungkin mencoba untuk bersembunyi dari Allah karena mereka tidak ingin ditemukan atau terekspos, dan mereka merasakan rasa malu atau bersalah. Namun, sejumlah tulisan suci mengajari kita bahwa bersembunyi dari Allah tidaklah mungkin. Saya akan berbagi beberapa saja.

Tuhan mengajari Yeremia melalui pertanyaan berikut: “Sekiranya seseorang menyembunyikan diri di tempat tersembunyi, apakah Aku tidak melihat dia? demikianlah firman Tuhan. Tidakkah Aku memenuhi langit dan bumi?”

Dan Ayub diajari:

“Karena mata-Nya mengawasi jalan manusia, dan Ia melihat segala langkahnya;

tak ada kegelapan atau pun kelam pekat, di mana orang yang melakukan kejahatan dapat bersembunyi.”

Pemazmur Daud dengan paling puitis berseru:

“Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;

Engkau mengetahui, ketika aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.

Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan.

Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?

Jika aku naik ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, Engkau pun di situ.”

Orang Insaf Baru

Bagi mereka yang baru-baru ini bergabung dengan Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, godaan kedua tersebut mungkin tampak menantang secara khusus. Melalui pembaptisan Anda, Anda telah berjanji untuk mengambil ke atas diri Anda nama Yesus Kristus, yang bagi banyak orang mencakup perubahan yang diperlukan dalam gaya hidup. Mengubah gaya hidup seseorang tidaklah mudah. Kerap itu menuntun Anda untuk mengubah kebiasaan dan praktik dan bahkan ikatan pergaulan untuk maju ke arah Bapa Surgawi Anda yang pengasih.

Musuh mengetahui bahwa Anda mungkin rentan terhadap serangannya yang halus. Dia akan menjadikan kehidupan masa lalu Anda, yang membuat Anda merasa tidak puas dalam begitu banyak cara, kini tampak menawan secara tidak realistis. Si pendakwa, sebagaimana dia disebut dalam kitab Wahyu, akan menggoda Anda dengan pikiran yang berbunyi seperti ini: “Engkau tidak cukup kuat untuk mengubah hidupmu; engkau tidak dapat melakukan ini; kamu bukan bagian dari orang-orang ini, mereka tidak akan pernah menerima Anda, Anda terlalu lemah.”

Jika pikiran ini tampak terdengar benar bagi Anda yang baru ditanamkan di jalan perjanjian, kami memohon Anda untuk tidak mengindahkan suara si penuduh. Kami mengasihi Anda; Anda dapat melakukannya; kami menerima Anda; dan bersama Juruselamat, Anda akan memiliki kekuatan untuk melakukan segalanya. Pada waktu Anda paling memerlukan kasih dan dukungan kami, janganlah tertipu untuk berpikir bahwa kami akan menolak Anda jika Anda mengambil satu langkah mundur ke gaya hidup Anda sebelumnya. Melalui kasih tak tertandingi dari Pendamaian Yesus Kristus, Anda dapat dijadikan utuh kembali. Tetapi jika Anda bersembunyi dari-Nya dan menjauhkan diri Anda dari komunitas iman Anda yang baru, Anda menjauhkan diri dari sumber utama yang dapat dan akan memberi Anda kekuatan untuk mengatasi.

Seorang teman baik saya, orang insaf baru, berbagi betapa sulitnya menopang iman dalam isolasi. Ada kekuatan besar dalam menjadi dan bertahan sebagai bagian dari suatu komunitas yang mendukung—semua tersandung-sandung namun bergerak maju sementara diberkati oleh kasih Yesus Kristus.

Presiden Russell M. Nelson telah mengajarkan bahwa “mengatasi dunia bukanlah peristiwa yang terjadi dalam satu atau dua hari. Itu terjadi seumur hidup ketika kita berulang kali menerima doktrin Kristus. Kita memupuk iman kepada Yesus Kristus dengan bertobat setiap hari dan menepati perjanjian yang memberkahi kita dengan kuasa. Kita tetap berada di jalan perjanjian dan diberkati dengan kekuatan rohani, wahyu pribadi, iman yang meningkat, dan pemberian pelayanan oleh para malaikat.”

Jika Anda mengalami luka jasmani, kondisi Anda akan menurun dan dapat mengancam jiwa jika Anda tidak mengupayakan bantuan medis yang tepat. Itu juga berlaku untuk luka rohani. Hanya saja, luka rohani yang tidak ditangani dapat mengancam keselamatan kekal Anda. Jangan bersembunyi dari mereka yang akan mengasihi dan mendukung Anda, alih-alih berlarilah kepada mereka. Uskup, presiden cabang, dan pemimpin yang baik dapat membantu Anda mengakses kuasa menyembuhkan dari Pendamaian Yesus Kristus.

Kepada mereka yang mungkin sedang bersembunyi, kami memohon agar Anda kembali. Anda membutuhkan apa yang Injil dan Pendamaian Yesus Kristus tawarkan, dan kami membutuhkan apa yang Anda tawarkan. Allah mengetahui dosa-dosa Anda; Anda tidak dapat bersembunyi dari-Nya. Damaikanlah diri Anda di hadapan Dia.

Sebagai Orang Suci-Nya, kita masing-masing harus memupuk budaya menjadi bagian dalam Gereja yang penuh kasih, menerima, dan menyemangati semua yang berhasrat untuk maju di sepanjang jalan-Nya.

Waspadailah godaan kedua ini! Ikuti nasihat para nabi baik zaman dahulu maupun modern serta ketahui bahwa Anda tidak dapat bersembunyi dari seorang Bapa yang pengasih.

Alih-alih, manfaatkanlah bagi diri Anda sendiri kuasa penyembuhan yang penuh mukjizat dari Pendamaian Yesus Kristus. Inilah tujuan utama eksistensi kita—untuk memperoleh tubuh fana yang dilemahkan yang “tunduk pada segala macam kelemahan;” dan yang akan tunduk pada, sayangnya, banyak godaan pertama; untuk maju bahkan ketika kita terjatuh pada godaan-godaan ini; dan untuk mengupayakan bantuan ilahi setelah melakukannya, agar kita boleh menjadi lebih seperti Juruselamat kita dan Bapa kita di Surga. Itu adalah jalan-Nya. Itu adalah jalan satu-satunya! Mengenai kebenaran-kebenaran ini saya bersaksi dalam nama Yesus Kristus, amin.