2025
Mendengarkan Roh Kudus
Maret 2025


“Mendengarkan Roh Kudus,” Kawanku, Agustus 2025, 40–41.

Mendengarkan Roh Kudus

“Tebak apa yang saya pelajari di Pratama,” Chim berkata.

Sebuah kisah nyata dari Filipina.

Ilustrasi sebuah radio

Chim membuka matanya yang masih mengantuk. Akhirnya akhir pekan!

“Waktunya bangun, atau kita akan terlambat,” Ibu memanggil.

Chim berharap dia bisa tidur lebih lama, namun hari ini adalah hari pasar. Dia perlu membantu Ibu membeli makanan untuk seminggu. Jadi dia bangun dan segera menyantap sarapannya.

Ibu melakukan banyak hal untuk Chim dan dua saudara lelakinya. Ibu sangat sibuk bekerja, dan dia tidak memiliki banyak waktu untuk berada di rumah. Chim dan saudara-saudara lelakinya bekerja bersama untuk mengerjakan sebagian besar pekerjaan di rumah. Chim senang membantu.

Ketika Chim dan Ibu kembali dari pasar, Ibu harus pergi bekerja. Sementara dia pergi, Chim dan saudara-saudara lelakinya bersiap-siap untuk hari Minggu. Chim menyiapkan sepatu, celana, dan kemeja yang akan dia kenakan ke Gereja besok. Kakak lelakinya, Robin, membantunya menyetrika kemejanya. Kemudian mereka membuat makan malam.

Chim sedang membersihkan dapur ketika Ibu pulang. Dia tampak benar-benar letih.

“Ini, Bu.” Chim memberinya semangkuk makanan panas untuk dimakan.

Ibu tersenyum. “Terima kasih untuk bantuanmu hari ini. Ini terlihat enak!”

Keesokan paginya, Chim bangun pagi-pagi dan bersiap untuk ke gereja. Dia senang bertemu teman-temannya di Pratama dan belajar tentang Yesus Kristus.

“Ibu?” dia memanggil lirih, mengetuk pintunya. “Apakah Ibu ikut dengan kami ke gereja hari ini?”

“Ibu tidak ikut,” Ibu menyahut. “Ibu harus bekerja siang ini.”

“Oke.” Chim merasa agak sedih. Sudah hampir setahun sejak Ibu datang ke gereja bersama mereka. “Berkendaralah dengan aman dan semoga hari Ibu menyenangkan,” katanya kepada Ibu.

“Siap untuk pergi?” adik lelakinya, Mattew, bertanya.

“Ya!” Chim memakai sepatunya dan berlari keluar pintu bersama saudara-saudara lelakinya untuk mengejar bus.

Chim merasa senang saat berjalan masuk ke gedung gereja. Dia mencoba memikirkan tentang Yesus Kristus selama sakramen. Dan di Pratama, dia berusaha ekstra keras untuk mendengarkan pelajaran Sister Ortega.

“Hari ini kita belajar tentang Roh Kudus,” tutur Sister Ortega. “Roh Kudus menyampaikan kepada kita pesan-pesan dari Bapa Surgawi. Seperti radio.”

Chim memandangi gambar radio yang dipegang Sister Ortega.

“Radio bekerja dengan menerima sinyal dan mengubahnya menjadi gelombang suara yang dapat kita dengar,” dia menjelaskan. “Kalian perlu mengaturnya ke kanal yang tepat untuk mendengarnya. Untuk mendengar Roh Kudus, kita pun perlu mengarahkan hati dan pikiran kita ke kanal yang benar. Bagaimana kita dapat melakukan itu?”

Semua orang berpikir. Lalu Chim berkata, “Dengan mengikuti Yesus Kristus dan menaati perintah-perintah.”

Sister Ortega tersenyum. “Itu benar!”

Seusai gereja, Chim membantu membuat makan malam lagi. Dia merasakan kehangatan di dalam hati sewaktu dia membantu. Dia tahu bahwa dengan melayani keluarganya, dia mengarahkan hatinya pada kanal yang benar untuk merasakan Roh Kudus.

Ilustrasi Ibu dan anak lelaki sedang memasak bersama

Ketika Ibu tiba di rumah, Chim memeluknya erat. Kemudian mereka berdoa memberkati makanan itu dan mulai makan.

“Coba tebak apa yang saya pelajari di gereja hari ini,” ujar Chim. Dia senang memberi tahu Ibu mengenai Pratama.

“Apa?” Ibu bertanya.

“Kami belajar tentang Roh Kudus,” ujar Chim. “Itu seperti radio. Ketika kita menaati perintah-perintah, kita dapat memalingkan hati kita ke kanal yang benar untuk mendengarkan Dia.”

Ibu mengangguk. “Itu bagus! Jadi apa contoh dari menaati perintah?”

Chim tersenyum. “Bantu ibumu!” Dia tertawa. “Saya mengasihimu, Ibu”

Kisah PDF

Ilustrasi oleh Uran Duo