1005
Pipit pun Diawasi
1. Haruskah kecil hati?
Haruskah berangan?
Haruskah rindu surga,
Saat dijanjikan
Yesuslah bagianku?
Dia Teman setiaku:
Pipit pun diawasi,
Pasti juga diriku;
Pipit pun diawasi,
Pasti juga diriku.
[Chorus]
’Ku nyanyikan sukaku—
Bebasnya diriku;
Ya, pipit pun diawasi,
Pasti juga diriku.
2. “Jangan hatimu resah,”
Lembut Dia berfirman.
Sirna takut dan ragu,
K’pada‑Nya beriman,
Melangkah di jalan‑Nya
Satu demi satu:
Pipit pun diawasi,
Pasti juga diriku;
Pipit pun diawasi,
Pasti juga diriku.
[Chorus]
’Ku nyanyikan sukaku—
Bebasnya diriku;
Ya, pipit pun diawasi,
Pasti juga diriku.
3. Kala ’ku pun tergoda,
Kala langit mendung,
Kala hilang harapan,
Kala ’ku tersandung,
K’pada‑Nya ’ku mendekat,
Sirnalah bebanku:
Pipit pun diawasi,
Pasti juga diriku;
Pipit pun diawasi,
Pasti juga diriku.
[Chorus]
’Ku nyanyikan sukaku—
Bebasnya diriku;
Ya, pipit pun diawasi,
Pasti juga diriku.
Teks: Civilla D. Martin, 1905; terjemahan bahasa Indonesia
Musik: Charles H. Gabriel, 1905; diaransemen 2024 | SPARROW
Terjemahan bahasa Indonesia © 2026 Intellectual Reserve, Inc.; aransemen musik © 2024 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved. Nyanyian ini boleh dikopi untuk penggunaan insidental dan nonkomersial di Gereja atau di rumah. Pernyataan ini harus disertakan pada setiap kopi yang dibuat.
Matius 10:29–31
Yohanes 14:27