“Di Bait Suci, Kita Membuat Perjanjian untuk Mematuhi Hukum Kepatuhan dan Pengurbanan: Perjanjian untuk Mematuhi Allah dan Membuat Pengurbanan bagi Dia,” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama (2026)
“Di Bait Suci, Kita Membuat Perjanjian untuk Mematuhi Hukum Kepatuhan dan Pengurbanan: Perjanjian untuk Mematuhi Allah dan Membuat Pengurbanan bagi Dia,” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama
Persiapan Bait Suci: Hukum Kepatuhan dan Pengurbanan: Pelajaran 202
Di Bait Suci, Kita Membuat Perjanjian untuk Mematuhi Hukum Kepatuhan dan Pengurbanan
Perjanjian untuk Mematuhi Allah dan Membuat Pengurbanan bagi Dia
Bapa Surgawi mengasihi semua anak-Nya. Salah satu cara Bapa Surgawi memperlihatkan kasih-Nya adalah dengan mengundang anak-anak-Nya untuk membuat perjanjian dengan-Nya di bait suci. Perjanjian-perjanjian ini mencakup janji kita untuk mematuhi hukum kepatuhan dan hukum pengurbanan. Pelajaran ini dapat membantu siswa memahami hukum kepatuhan dan pengurbanan yang kita berjanji untuk menepatinya dalam pemberkahan.
Kemungkinan Kegiatan Pemelajaran
Tujuan bait suci
Mulailah pelajaran ini dengan membantu siswa mengenali mengapa mereka ingin membuat perjanjian dengan Bapa Surgawi dan Yesus Kristus. Berikut ini salah satu cara untuk melakukannya. Anda dapat mulai dengan mengidentifikasi beberapa keadaan menantang yang mungkin orang hadapi dalam kehidupan yang dapat menuntun mereka untuk menjauhkan diri mereka dari Allah. Beberapa gagasan mungkin akibat perceraian, penyakit, atau kehilangan pekerjaan.
-
Mengapa beberapa keadaan menantang yang orang hadapi menyebabkan mereka menjauhkan diri dari Allah?
-
Mengapa sedemikian penting dalam keadaan semacam ini kita hendaknya tetap dekat dengan Allah alih-alih menjauhkan diri kita dari-Nya?
Renungkan bagaimana kita dapat bersiap bagi tantangan kehidupan agar kita tetap dekat dengan Allah serta menerima bantuan dan kuasa-Nya.
Bawalah tiga pita latihan elastis ke kelas. Ajaklah tiga siswa untuk maju ke depan kelas atau memperlihatkan gambar-gambar yang menyertainya dan menjelaskan apa yang sedang terjadi. Lingkarkan pita latihan pertama di sekeliling pergelangan tangan siswa pertama. Lingkarkan pita latihan kedua dua kali di sekeliling pergelangan tangan siswa kedua. Kemudian lingkarkan pita latihan ketiga tiga kali di sekeliling pergelangan tangan siswa ketiga.
Ajaklah masing-masing dari ketiga siswa untuk merentangkan tangan mereka untuk melihat siapa yang dapat paling mudah melakukannya. Anda juga dapat menanyakan kepada anggota kelas manakah di antara ketiga siswa yang menurut mereka dapat paling mudah melepaskan pita tersebut dari tangan mereka.
Sebagai alternatif, Anda dapat membagikan video “Stronger and Closer Connection to God Through Multiple Covenants,” dari kode waktu 4:13 hingga 5:44 di mana Penatua Dale G. Renlund dari Kuorum Dua Belas Rasul memperagakan pelajaran dengan benda ini kepada tiga orang dewasa muda.
-
Apa yang pelajaran dengan benda ini dapat ajarkan kepada kita tentang membuat dan menepati perjanjian-perjanjian dengan Allah?
Penatua Dale G. Renlund dari Kuorum Dua Belas Rasul berbagi bagaimana membuat perjanjian dengan Allah dapat memberkati kita:
Setiap perjanjian menambahkan suatu ikatan, mendekatkan kita dan memperkuat hubungan kita dengan Allah.
Ketika kita menghadapi tantangan hidup, kemungkinannya adalah berkurang bagi kita untuk menjauhkan diri kita dari Allah. (“Stronger and Closer Connection to God through Multiple Covenants,” [kebaktian Universitas Brigham Young, 5 Maret 2024], 2, 3, speeches.byu.edu)
Anda mungkin ingin meminta siswa untuk mengidentifikasi beberapa perjanjian yang kita buat dengan Allah.
Kita membuat perjanjian dengan Bapa Surgawi di bait suci sebagai bagian dari pemberkahan bait suci. Sebagai bagian dari pemberkahan, kita membuat perjanjian untuk menaati hukum kepatuhan, pengurbanan, Injil Yesus Kristus, kesucian, dan persucian (lihat Buku Pegangan Umum: Melayani dalam Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, 27.2). Pelajaran ini berfokus pada hukum kepatuhan dan pengurbanan.
Pertimbangkan untuk mengajak siswa menuliskan yang berikut dalam jurnal mereka: Sebagai bagian dari pemberkahan bait suci, kita membuat perjanjian dengan Bapa Surgawi dan Yesus Kristus untuk menjalankan hukum kepatuhan dan hukum pengurbanan.
Hukum Kepatuhan dan Pengurbanan
Selebaran penyerta, “Hukum Kepatuhan dan Pengurbanan,” dirancang untuk membantu siswa memperdalam pemahaman mereka tentang hukum-hukum ini. Berikut adalah beberapa cara siswa dapat menyelesaikan selebaran:
1. Siswa dapat bekerja secara berpasangan, dengan masing-masing rekan mengambil satu bagian untuk diselesaikan. Kemudian mereka dapat saling berbagi apa yang telah mereka pelajari.
2. Siswa dapat bekerja secara individu dan memilih satu bagian yang ingin mereka selesaikan. Setelah menyelesaikan bagian itu, mereka dapat menemukan seseorang yang menelaah bagian yang berbeda dan membagikan apa yang mereka pelajari.
3. Siswa dapat diatur dalam kelompok-kelompok terdiri dari tiga orang. Setiap siswa kemudian dapat ditugasi salah satu dari tiga pertanyaan mengenai kepatuhan untuk dijawab. Setelah membahas apa yang mereka pelajari mengenai kepatuhan, mereka dapat melakukan hal yang sama untuk pengurbanan.
Apa yang saya pelajari
Roh Kudus dapat mengukuhkan kebenaran yang telah siswa pelajari sewaktu mereka berbagi pengalaman dan kesaksian. Ajaklah siswa untuk membagikan pengalaman pribadi atau memikirkan seseorang yang adalah teladan kepatuhan atau kesediaan untuk berkurban bagi pekerjaan Tuhan. Mungkin dapat membantu untuk berbagi pengalaman dan contoh pribadi. Pertanyaan-pertanyaan berikut dapat digunakan sewaktu siswa berbagi pengalaman, sebagai bagian dari pembahasan kelas, atau untuk siswa tanggapi dalam jurnal penelaahan mereka.
-
Bagaimana mematuhi hukum kepatuhan dan pengurbanan dapat membantu kita menjadi lebih seperti Yesus Kristus?
-
Bagaimana membuat perjanjian untuk mematuhi kedua hukum ini di bait suci dapat membantu kita menjadi lebih dekat dan memperkuat hubungan kita dengan Allah?