2025
Yesus Kristus dan Awal Baru Anda
November 2025


14:20

Yesus Kristus dan Awal Baru Anda

Kita semua dapat memiliki sebuah awal baru melalui, dan karena, Yesus Kristus. Bahkan Anda.

Pernyataan Sederhana Tulisan Suci: Yesus Berjalan Berkeliling Sambil Berbuat Baik

Yesus “berjalan berkeliling sambil berbuat baik.” Kita membaca laporan sederhana itu dalam kitab Kisah Para Rasul. Itu sungguh pemahaman yang luar biasa! Yesus pastilah berjalan berkeliling sambil berbuat baik! Dia adalah esensi utama—dan sumber—akan kebaikan! Dia mengabdikan seluruh kehidupan fana-Nya untuk berbuat kebaikan. Dia “penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih,” tak terbatas dalam kebaikan dan abadi dalam belas kasihan.

Usaha apa pun untuk menguraikan atau merangkum kebaikan dan belas kasihan-Nya akan menjadi pernyataan sederhana! Sesungguhnya, sebagaimana Rasul Yohanes berusaha untuk mengungkapkan, jika kita berusaha untuk mencatat setiap manifestasi akan kebaikan Juruselamat, “bahkan dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang ditulis itu.”

Yesus Kristus Menawarkan kepada Kita Masing-Masing Sebuah Awal Baru

Beberapa contoh spesifik yang kita miliki telah tercatat dalam tulisan suci tentang Yesus berjalan berkeliling sambil “berbuat baik” menggugah kekaguman dan ketakjuban yang dalam, terutama ketika kita benar-benar memikirkan seperti apa kiranya berada di sana, untuk melihat mukjizat-mukjizat-Nya, menerima ajaran-ajaran-Nya, dan mengalami penyembuhan-Nya. Dia bercakap-cakap dengan orang-orang buangan, Dia menyentuh yang sakit dan tidak bersih, Dia memberikan penghiburan kepada yang lelah, Dia mengajarkan kebenaran yang memerdekakan, dan Dia memanggil para pendosa untuk bertobat. Kepada setiap penderita kusta, orang buta, dan perempuan yang berzina; kepada yang pincang, yang tuli, dan yang bisu; kepada setiap ibu yang bersedih, ayah yang putus asa, dan janda yang berduka nestapa; kepada yang terhukum, yang dipermalukan, dan yang menderita; kepada yang mati secara fisik atau mati dalam roh, apa yang Dia lakukan adalah menawarkan sebuah awal baru. Ya, pernyataan sederhana lainnya yang mengejutkan!

Semua yang Dia katakan dan lakukan menyediakan sebuah awal baru bagi mereka masing-masing yang telah Dia sembuhkan, berkati, ajar, dan ringankan dosanya. Dia tidak meninggalkan mereka, dan tentu saja tidak akan meninggalkan Anda. Bayangkan dalam momen ini mendengarkan salah satu dari perkataan-Nya yang memberi kehidupan:

“Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni.”

“Hai anak perempuan, Aku berkata kepadamu: Bangunlah.”

“Jadilah tahir.”

“Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan mulai sekarang jangan berbuat dosa lagi.”

“Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan damai.”

Perkataan Juruselamat kepada individu-individu ini singkat, namun dengan perkataan itu Dia menyediakan kuasa transformatif dari pengampunan, penyembuhan, pemulihan, kedamaian, dan kehidupan kekal. Dan kabar agungnya adalah, Dia menawarkan awal baru yang sama kepada Anda dan saya. Kita semua dapat memiliki sebuah awal baru melalui, dan karena Yesus Kristus. Bahkan Anda. Awal baru berada pada pusat rencana Bapa bagi anak-anak-Nya. Ini adalah gereja awal baru! Ini adalah gereja memulai dari awal!

Ini Adalah Gereja Awal Baru

Melalui baptisan dengan air dan Roh, kita ‘dilahirkan kembali” dan dapat “dimungkinkan dalam hidup yang baru.” Seberapa banyak harapan yang awal baru bawa dalam diri seseorang yang berjalan gontai karena beban dosa atau menderita dari dampak kehidupan yang sulit dan hubungan yang rusak? Yesus tidak membutuhkan pengampunan dosa atau awal baru dalam kehidupan, namun Dia dibaptiskan, memperlihatkan kepada kita, dengan sangat melegakan, jalan ke awal baru yang telah Dia mungkinkan bagi kita masing-masing.

Dan awal baru kita tidak hanya terjadi sekali. Kita cenderung berpikir bahwa pembaptisan kita adalah satu-satunya perubahan di awal baru. Tidak. Kita tidak hanya memiliki satu kesempatan. Awal baru ini dapat terjadi setiap hari! Dan tentu saja setiap minggu sewaktu kita memakan secuil roti dan meminum secawan kecil air sebagai ingatan akan karunia Juruselamat kita yang sempurna, yang mati untuk mengungkapkan tujuan dalam memberi kita awal baru sebanyak yang kita butuhkan! Yesus memberi kita awal baru sebanyak yang kita butuhkan.

Dengan komitmen dan sukacita untuk sebuah hidup baru di dalam Kristus, kita dapat menjadi “ciptaan baru,” di mana hal-hal yang lama ditinggalkan dan segala sesuatu menjadi baru. Kelegaan seperti apa yang dibawa oleh fajar baru kepada jiwa yang terus berusaha, melalui terus-menerus memilih iman kepada Penebus kita untuk menyembuhkan dan memulihkan, terlepas dari rintangan-rintangan besar kehidupan di dunia yang terjatuh? Juruselamat tidak pernah menyerah pada komitmen-Nya untuk memenuhi kehendak Bapa dan merampungkan misi pendamaian ilahi-Nya, meskipun rasa sakit menyebabkan Dia gemetar, berdarah di setiap pori, menderita tubuh dan roh, dan berdoa agar cawan pahit itu dapat disingkirkan. Sekali lagi, Dia memperlihatkan kepada kita seperti apa kiranya ketahanan penuh iman kepada Allah.

Dengan setiap perjanjian yang kita buat dan setiap upaya yang kita berikan untuk menepatinya, kita dapat menerima “hati yang baru” dan ukuran lebih penuh akan “roh yang baru.” Sedikit demi sedikit, semakin kita mengundang kebaikan-Nya ke dalam hati kita dan menyingkirkan pikiran-pikiran negatif di kepala kita, kita menjadi umat-Nya karena kita benar-benar menjadikan Dia Allah kita. Yesus ingin sekali menjadi Raja kita dan Gembala kita serta Raja Damai kita, dan kita harus memilih untuk menjadikan Dia demikian dalam hati dan benak kita.

Sebuah Awal Baru dalam Bagaimana Kita Memandang Pertobatan

Pertobatan membuka pintu bagi awal baru kita, memulai dari awal, dan kesempatan kedua. Ajaran-ajaran Presiden Russell M. Nelson terkasih kita telah menjernihkan kesalahpahaman mengenai karunia ilahi pertobatan, dan saya pikir kita akhirnya mulai memahaminya.

Adalah menyenangkan untuk mendengar para remaja kita mengutarakan apa arti pertobatan bagi mereka. Saya baru-baru ini mendengar seorang remaja putri mengatakan, dengan senyuman di wajahnya, “Saat saya memikirkan tentang pertobatan, pertobatan setiap hari, saya merasakan sukacita dan harapan yang luar biasa. Saya merasakan kasih dan kebahagiaan dari Bapa Surgawi saya dan Juruselamat saya. Saya tidak takut untuk datang kepada Bapa Surgawi dalam doa dan memohon bantuan-Nya dalam pergumulan saya. Saya tahu Mereka tidak berusaha untuk memergoki saya sedang melakukan kesalahan. Lengan Mereka terbuka lebar. Ini pertobatan bagi saya,” katanya. Remaja putri ini memahami bahwa karena Yesus Kristus, dia dapat memiliki sebuah awal baru!

Sebuah Awal Baru bagi Setiap Orang, Setiap Saat

Apakah Anda membutuhkan sebuah awal baru? Dapatkah Anda memulai dari awal, bahkan Anda? Pikirkan mengenai orang-orang yang Juruselamat beri pelayanan—orang-orang yang Dia ajar, sembuhkan, bangkitkan, ampuni, dan pulihkan. Apakah Dia memilih mereka dari kelas ekonomi atau latar belakang tertentu? Apakah Dia membedakan antara yang saleh dan yang penuh dosa? Apakah Dia berfokus kepada satu orang karena mereka lebih pantas atau lebih dikasihi? Tidak.

Beberapa datang kepada-Nya dengan iman besar, percaya pada kuasa-Nya untuk menyembuhkan—seperti perempuan yang menderita pendarahan, hamba seorang perwira Roma yang mendekati ajalnya, penderita kusta, Yairus, dan Bartimeus si orang buta. Mereka masing-masing memiliki iman yang sangat besar, berharap bahwa kebaikan dan kuasa sang rabi dari Nazaret akan mengubah hidup dan prospek mereka. Dan Dia melakukannya. Dia memperkenankan penyembuhan-Nya mengalir.

Namun Yesus juga memberkati mereka yang imannya goyah, seperti ayah dari anak yang sakit yang berteriak, mungkin seperti Anda, “Tuhan, Aku percaya; Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” Dan Dia bahkan mencurahkan keibaan kepada mereka yang tidak mencari-Nya sama sekali, seperti perempuan yang berzina, janda dari Nain, pria lumpuh di kolam Betesda, dan pria yang buta sejak lahir. Apakah Anda merasa Dia berkeliling sambil berbuat baik dalam hidup Anda bahkan ketika Anda tidak mencari-Nya atau mengikuti-Nya?

Kepada masing-masing dari sosok tulisan suci ini, dan kepada semua yang mau mendengarkan dan menanggapi, Dia memberikan sebuah awal baru, baik itu sebuah hidup baru karena diampuni dari dosa, atau hidup baru karena disembuhkan dari penyakit, atau hidup baru karena dibangkitkan dari kematian.

Apa artinya ini bagi Anda dan bagi saya? Kemurahan dan belas kasih serta kebaikan hati penuh kasih-Nya dikenal tanpa batas. Awal baru adalah pusat dari rencana Bapa! Memulai dari awal adalah misi Sang Putra! Fajar baru, bab baru, dan kesempatan-kesempatan baru adalah inti sederhana dari kabar baik Injil!

Jadi, apakah Anda telah menjauh terlalu lama dari perjanjian-perjanjian Anda untuk menerima sebuah awal baru? Tidak. Apakah Anda telah melakukan ini atau itu terlalu sering untuk diberi kesempatan baru? Tidak. Apakah Anda telah pergi terlalu jauh dari Kristus agar Dia dapat membantu Anda mengubah arah hidup Anda? Tidak. Sang lawan adalah satu-satunya yang diuntungkan jika Anda terpuruk. Anda tidak.

Dan awal baru adalah untuk lebih dari sekadar dosa-dosa dan kesalahan kita. Melalui kemurahan hati dan kasih karunia Juruselamat, kita dapat memulai dari awal yang mendorong perubahan dalam pola pikir lama, kebiasaan buruk, watak pemarah, perilaku negatif, perasaan tak berdaya, dan tendensi untuk menyalahkan orang lain serta menghindari tanggung jawab pribadi. Anda sesungguhnya dapat mengubah segala sesuatu mengenai diri Anda sendiri yang telah melemahkan Anda selama bertahun-tahun. Anda dapat memulai lagi melalui kekuatan dari Tuhan awal baru. Dia tidak pernah lelah memberikan awal baru kepada kita.

Kepada mereka yang bergumul dengan dosa yang sama atau kemunduran yang sama berulang-ulang kali, teruslah maju. Dia tidak membuat penghalang jalan di depan Anda. Dia tidak menetapkan batasan pada kesempatan kedua Anda. Anda majulah terus. Anda berusahalah terus. Anda carilah bantuan dari mereka yang ada di sekitar Anda. Dan Anda percaya pada awal baru yang ada bagi Anda setiap kali Anda berpaling kembali kepada Bapa Anda dalam ketulusan hati. Tinggalkan dosa yang disengaja, dosa berulang, dan pemberontakan penuh kesombongan agar itu tidak menjadi bagian lagi dalam hidup. Anda tidak perlu menjadi seperti Anda yang dahulu. Rangkullah awal baru Anda, kesempatan kedua atau ketiga atau keempat—atau keseratus,—yang ditawarkan kepada Anda melalui darah pendamaian Yesus Kristus.

Saya bersyukur melampaui gambaran atas awal baru yang telah diberikan kepada saya dan bagi yang akan ditawarkan kepada saya.

Penutup

Juruselamat kita mengucapkan satu pernyataan sederhana terakhir yang tanpanya tidak akan ada alasan untuk harapan dan bersukacita pada hari ini. Setelah penderitaan di Getsemani dan berakhir pada penyaliban-Nya di kayu salib, Dia hanya berkata, “Sudah selesai.” Nubuat Mesias telah digenapi, dan pembayaran penuh utang bagi dosa-dosa dan penderitaan umat manusia telah dibayar. Dia berfirman “telah selesai” pengurbanan tak terbatas dan kekal-Nya. Namun Pendamaian-Nya tidak akan lengkap sampai Dia sendiri mengalami kehidupan baru di hari ketiga, sebuah awal baru sebagai makhluk yang dipermuliakan, telah dibangkitkan melalui kuasa Bapa.

Karena Dia selalu melakukan hal-hal yang membuat Bapa-Nya berkenan itu, dan karena Dia “menanggung kehendak Bapa dalam segala sesuatu,” Anda dan saya dapat memiliki permulaan yang baru. Terimalah permulaan baru Anda, bahkan hari ini, sekarang. Yesus Kristus adalah Pemrakarsa dan Penyempurna iman kita, menulis banyak bab baru bersama kita. Dia adalah Awal dan Akhir—akhir dari rasa malu serta penderitaan kita, dan awal kehidupan baru di dalam Dia, yang memperkenankan kita meninggalkan masa lalu di belakang dan memulai lagi dengan fajar baru sebanyak waktu yang kita butuhkan. Sesungguhnya “kebaikan dan kasih setia belaka akan mengikuti [kita] seumur [hidup kita].” Dalam nama Yesus Kristus, amin.

Catatan

  1. Kisah Para Rasul 10:38; lihat juga “Kristus yang Hidup: Kesaksian dari Para Rasul,” Perpustakaan Injil.

  2. Lihat Moroni 7:12–13.

  3. Lihat Keluaran 34:5–7.

  4. Yohanes 21:25.

  5. Markus 2:5.

  6. Markus 5:41.

  7. Matius 8:3.

  8. Yohanes 8:11.

  9. Lukas 8:48.

  10. Lihat Shayne M. Bowen, “Sebab Aku Hidup, dan Kamu Pun Akan Hidup,” Liahona, November 2012, 15–17.

  11. Yohanes 3:3; Mosia 27:25.

  12. Roma 6:4.

  13. Moroni 6:8.

  14. 2 Korintus 5:17.

  15. Lihat Ajaran dan Perjanjian 19:16–19.

  16. Lihat Yehezkiel 36:26–28.

  17. “Iman kita kepada Kristus dan kasih kita bagi-Nya menuntun kita untuk bertobat, atau untuk mengubah pikiran, keyakinan, dan perilaku kita yang tidak sejalan dengan kehendak-Nya. Pertobatan mencakup membentuk pandangan baru akan Allah, diri kita sendiri, dan dunia” (Mengkhotbahkan Injil-Ku: Penuntun untuk Pelayanan Misionaris [2004], 62).

    “Doktrin pertobatan jauh lebih luas daripada definisi kamus. Ketika Yesus berkata ‘bertobatlah,’ para murid-Nya mencatat perintah itu dalam bahasa Yunani dengan kata kerja metanoeo. Kata yang hebat ini memiliki makna besar. Dalam kata ini, awalan meta berarti ‘berubah.’ Sufiksnya berkaitan dengan empat istilah penting bahasa Yunani: nous, artinya ‘pikiran’; gnosis, artinya ‘pengetahuan’; pneuma, artinya ‘roh’; dan pnoe, artinya ‘napas’” (Russell M. Nelson, “Pertobatan dan Keinsafan,” Liahona, Mei 2007, 103).

    Tidak ada yang lebih melegakan, lebih memuliakan, atau lebih krusial bagi kemajuan individu kita selain fokus rutin dan setiap hari pada pertobatan. Pertobatan bukanlah suatu peristiwa; itu sebuah proses. Itu adalah kunci untuk kebahagiaan dan kedamaian pikiran. Ketika dipadukan dengan iman, pertobatan membuka akses kita pada kuasa Pendamaian Yesus Kristus.

    “Rasakan kuasa yang memperkuat dari pertobatan setiap hari—dari melakukan dan menjadi sedikit lebih baik setiap hari.

    Ketika kita memilih untuk bertobat, kita memilih untuk berubah! Kita memperkenankan Juruselamat untuk mengubah kita menjadi versi yang terbaik dari diri kita sendiri. Kita memilih untuk bertumbuh secara rohani dan menerima sukacita—sukacita penebusan di dalam Dia. Ketika kita memilih untuk bertobat, kita memilih untuk menjadi lebih seperti Yesus Kristus!” (Russell M. Nelson, “Kita Dapat Melakukan Lebih Baik dan Menjadi Lebih Baik,” Liahona, Mei 2019, 67).

    “Temukan sukacita dari bertobat setiap hari.

    “Seberapa pentingkah pertobatan itu? Alma mengajarkan agar kita hendaknya ‘tidak mengkhotbahkan apa pun kecuali pertobatan dan iman kepada Tuhan’ [Mosia 18:20]. Pertobatan disyaratkan bagi setiap orang yang dapat bertanggung jawab yang menghasratkan kemuliaan kekal. Tidak ada pengecualian ….

    “Menapaki jalan perjanjian, dipadu dengan pertobatan harian, mengobarkan momentum rohani” (Russell M. Nelson, “Kekuatan dari Momentum Rohani,” Liahona, Mei 2022, 98–99).

  18. Lihat Markus 5:25–34.

  19. Lihat Matius 8:5–13.

  20. Lihat Matius 8:1–4.

  21. Lihat Markus 5:22–43.

  22. Lihat Markus 10:46–52.

  23. Lihat Markus 9:17–27.

  24. Lihat Yohanes 8:3–11.

  25. Lihat Lukas 7:12–15.

  26. Lihat Yohanes 5:1–9.

  27. Lihat Yohanes 9:1–7.

  28. Yohanes 19:30.

  29. Lihat Alma 34:14–16.

    “Ketika Juruselamat berfirman, ‘telah selesai,’ Dia merujuk pada pengalaman fana-Nya, karena penyaliban-Nya hanya menandai tonggak sejarah dalam kuasa-Nya yang terus meluas” (Spencer W. Kimball, dalam Conference Report, April 1946, 49).

    “Juruselamat belum menyelesaikan pekerjaan-Nya ketika Dia mati di kayu salib, ketika Dia berseru, ‘telah selesai.’ Dia, dalam menggunakan kata-kata tersebut, tidak merujuk pada misi besar-Nya di bumi, melainkan pada kepedihan yang Dia derita” (Joseph F. Smith, Gospel Doctrine, edisi ke-5 [1939], 449–450).

  30. Lihat Yohanes 8:29.

  31. 3 Nefi 11:11.

  32. Mazmur 23:6.