“Drama Paskah,” Kawanku, Maret 2026, 16–23.
Drama Paskah
Anda dapat melakukan program ini bersama keluarga dan teman-teman Anda untuk menceritakan kisah Paskah. Anda bahkan dapat berpakaian seperti orang-orang yang mungkin telah berpakaian di Yerusalem selama kehidupan Juruselamat.
Sewaktu Anda melakonkan program tersebut, bayangkan akan seperti apa keadaannya jika Anda berada di sana bersama Yesus. Bagaimana perasaan Anda? Setelah program, perbincangkan tentang apa yang Anda pelajari dan rasakan.
Adegan 1
Minggu Palem
Para murid berdiri berbaris untuk membentuk jalan bagi pemegang gambar dan melambaikan daun palem mereka.
Narator: Hari Minggu sebelum Yesus Kristus mati, Dia datang ke Yerusalem menunggangi seekor keledai. “Ketika Ia mendekati Yerusalem …, mulailah semua murid yang mengiringi Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mukjizat yang telah mereka lihat.”
Pemegang gambar berjalan menyusuri jalan tersebut sambil memegang gambar 1 (Yesus Kristus di atas keledai). Para murid berseru “Hosana!” beberapa kali sewaktu mereka melambaikan daun palem mereka.
Murid 1: “Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di surga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!”
Narator: “Ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata, ‘Siapakah orang ini?’”
Murid 2: “Inilah Nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.”
Semua orang menyanyikan bait ketiga dari “Penebus Yang Baik” (dari Music from the Liahona [(Indonesian) (1987–2018)], churchofjesuschrist.org).
Adegan 2
Perjamuan Terakhir
Narator: Pada hari Kamis, Yesus Kristus berkumpul bersama murid-murid-Nya dan memberi mereka sakramen.
Pemegang gambar memegang gambar 2 (Yesus pada Perjamuan Terakhir). Para murid duduk berkeliling dan melihat gambar Yesus.
Narator: “Ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata, ‘Ambillah, inilah tubuh-Ku.’”
Dengan khidmat, salah seorang murid mengangkat roti.
Narator: “Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka; dan mereka semuanya minum dari cawan itu. Ia berkata kepada mereka, ‘Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.’”
Dengan khidmat, salah seorang murid mengangkat cangkir itu.
Narator: Yesus juga mengajari mereka sesuatu yang penting. Dia berkata: “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu .… Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, jikalau kamu saling mengasihi.”
Semua orang menyanyikan “Saling Mengasihi” (Buku Nyanyian Anak-Anak, 74).
Adegan 3
Taman Getsemani
Narator: “Kemudian sampailah Yesus bersama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Ia berkata kepada murid-murid-Nya: ‘Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.’”
Para murid duduk bersama di satu sisi panggung. Pemeganggambar berdiri di sisi lain panggung, mengangkat gambar 3 (Yesus berdoa di taman).
Narator: “Kemudian [Yesus] maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, ‘Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini berlalu dari hadapan-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.’”
Para murid berbaring dan berpura-pura sedang tertidur.
Narator: Sementara Juruselamat berdoa, para murid-Nya tertidur. Yesus menderita di taman sendirian. Dia merasakan semua rasa sakit dan kesedihan kita agar Dia dapat memahami kita dan menolong kita. Dia menderita untuk membayar harga dosa-dosa kita.
Semua orang menyanyikan “Gethsemane” (Hymns—For Home and Church, no. 1009).
Adegan 4
Salib
Narator: Setelah Yesus selesai berdoa, para prajurit membawa-Nya pergi dan mengikat-Nya. Meskipun Dia tidak melakukan kesalahan, para pemimpin memutuskan untuk membunuh-Nya.
Pemegang gambar mengangkat gambar 4 (Juruselamat di kayu salib). Para murid be rlutut, menatap gambar itu.
Narator: Saat Dia tergantung di kayu salib, Yesus berkata, “Ya, Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Bahkan dalam rasa sakit-Nya yang hebat, Dia adalah teladan sempurna akan kasih dan pengampunan.
Semua orang menyanyikan “Ada Bukit yang Sangat Jauh” (Nyanyian Pujian, no. 83).
Adegan 5
Makam
Narator: Setelah Yesus Kristus mati, tubuh-Nya terbaring di makam selama tiga hari. Pada hari ketiga, Maria Magdalena dan perempuan lainnya datang mengunjungi makam itu. “Mereka mendapati batu sudah terguling …. Dan setelah masuk mereka tidak menemukan jenazah Tuhan Yesus.”
Maria dan para perempuan dengan sedih berjalan di atas panggung dan melihat sekeliling, bingung.
Narator: Dua malaikat menampakkan diri dan berbicara kepada para perempuan itu.
Malaikat 1 dan Malaikat 2 melangkah ke atas panggung di sebelah Maria.
Malaikat 1: “Jangan takut, sebab aku tahu, kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.”
Malaikat 2: “Ia tidak ada di sin, sebab Ia telah bangkit.”
Narator: “Mereka segera pergi … dengan takut dan sukacita yang besar; dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid [yang lain].”
Maria dan para perempuan dengan sukacita berlari dari panggung untuk berbagi kabar baik kepada semua orang.
Maria: Dia telah bangkit! Yesus Kristus hidup!
Pemegang gambar memegang gambar 5 (Kristus yang telah bangkit). Semua orang kembali ke panggung.
Narator: Juruselamat kita bangkit kembali pada pagi Paskah. Karena Dia, segalanya berubah. Kita dapat memiliki harapan, kedamaian, dan kebahagiaan. Karena Dia hidup, Dia bersama kita hari ini dan selamanya.
Semua orang menyanyikan “Yesus T’lah Bangkit” (Buku Nyanyian Anak-Anak, 44.
Ilustrasi oleh Róisín Hahessy. Lukisan oleh Dan Burr. Boleh dikopi hanya untuk penggunaan Gereja.