2025
Tulisan Suci dalam Bahasa Swahili
Desember 2024


“Tulisan Suci dalam Bahasa Swahili,” Kawanku, Januari 2025, 36–37.

Tulisan Suci dalam Bahasa Swahili

Saya berharap ada sesuatu yang dapat saya lakukan untuk membantu, pikir Jared.

Sebuah kisah nyata dari Australia.

Jared berjalan masuk ke Sekolah Minggu dan duduk bersama teman-teman sekelasnya. Dia memperhatikan seorang anak lelaki yang tidak dikenalinya masuk dan duduk beberapa kursi jauhnya.

Guru Jared, Brother Trudgen, tersenyum kepada anggota kelas. “Ini Emmanuel,” tuturnya. “Dia dan keluarganya baru saja pindah ke Australia. Ini adalah hari Minggu pertama mereka di lingkungan kita!”

Jared berpikir mungkin sulit untuk pergi ke sebuah lingkungan baru. Dia akan berusaha menjadi teman Emmanuel.

Brother Trudgen mengeluarkan tulisan sucinya. “Mari kita semua membuka dalam 3 Nefi,” dia berkata.

Jared membuka tulisan sucinya dan menatap ke arah Emmanuel. Dia tidak punya tulisan suci.

Jared tersenyum lebar kepadanya dan membungkuk. “Hai, saya Jared,” tuturnya. “Maukah kamu berbagi tulisan suci dengan saya?”

Emmanuel membalas tersenyum. “Hm, saya tidak tahu banyak bahasa Inggris,” ujarnya. “Maaf.”

“Apa bahasa yang Anda tuturkan?”

“Bahasa Swahili.”

Jared tidak tahu Bahasa Swahili sama sekali. Dia dan Emmanuel tidak banyak bicara selama sisa kelas.

Malam itu saat makan malam, Jared memberi tahu keluarganya tentang Emmanuel.

“Dia tampaknya sangat baik,” ujar Jared. “Tetapi kami tidak bisa saling memahami dengan baik.”

Mama mengangguk. “Emmanuel dan keluarganya sedang mengalami banyak hal saat ini,” dia bertutur. “Mereka harus meninggalkan negara mereka dengan sangat tiba-tiba karena hal-hal buruk yang terjadi di sana. Mereka meninggalkan segalanya.”

Jared mengernyit. Bagaimana rasanya harus meninggalkan rumah besok dan pindah ke negara yang sama sekali baru? Itu akan sangat sulit!

Saya berharap ada sesuatu yang dapat saya lakukan untuk membantu Emmanuel, pikirnya. Tetapi apa?

Jared tidak bisa berhenti memikirkan Emmanuel sewaktu dia bersiap untuk tidur. Dia duduk di mejanya dengan Kitab Mormonnya dan membaca beberapa ayat. Membaca tulisan suci selalu membuatnya merasa lebih baik. Malam ini, mereka juga mengingatkannya bahwa Emmanuel tidak memiliki tulisan suci untuk dibaca. Jared menutup tulisan sucinya dan menatap sampulnya. Kemudian dia melompat dari kursinya dan bergegas keluar ke lorong.

“Ibu!” dia memanggil. “Saya pikir saya tahu cara untuk membantu Emmanuel!”

Hari Minggu berikutnya, Jared tidak sabar untuk bertemu Emmanuel. Dia duduk bersama diaken lainnya di depan ruang sakramen dan menunggu dengan Kitab Mormon baru di pangkuannya. Para misionaris telah membantunya mendapatkan jilid khusus ini hanya untuk Emmanuel.

Ketika Emmanuel memasuki gedung gereja bersama keluarganya, Jared tersenyum dan melambaikan kepadanya. Emmanuel tampak bingung ketika dia duduk di sebelah Jared. Namun matanya terbelalak ketika Jared menyerahkan Kitab Mormon kepadanya.

Tangan bertukar Kitab Mormon dalam Bahasa Swahili

“Untuk saya?” Emmanuel bertanya.

Jared mengangguk.

Mata Emmanuel tampak berbinar. Dia membuka halaman-halaman Kitab Mormonnya yang baru. “Bahasa Swahili!” katanya. Dia tersenyum pada Jared dan memeluk kitab itu di dadanya. “Terima kasih!”

Hati Jared terasa hangat sewaktu dia membalas tersenyum. Dia tahu dia tidak bisa membuat segalanya lebih baik untuk Emmanuel, dan mereka masih belum bisa berbicara satu sama lain dengan baik. Namun itu tidak menjadi masalah. Mereka tidak perlu berbicara bahasa yang sama untuk menjadi teman!

Kisah PDF

Ilustrasi oleh Keith Negley