2025
Pergi ke Gereja bersama Ghuka
Desember 2024


“Pergi ke Gereja bersama Ghuka,” Kawanku, Januari 2025, 30–31.

Pionir di Setiap Negeri

Pergi ke Gereja bersama Ghuka

Kelvin tidak pernah melihat gereja seperti ini sebelumnya.

Sebuah kisah nyata dari Kenya.

Kelvin dengan hati-hati menumpuk botol susu kaca yang mengkilap di rak. Dia baru saja pindah untuk tinggal bersama kakek neneknya di sebuah desa di luar kota. Mereka memiliki toko susu, dan Kelvin senang membantu.

“Malam ini kami akan pergi ke sebuah kegiatan di gereja kami,” kata Ghuka (Kakek). “Mau ikut bersama kami? Itu akan menyenangkan.”

Kelvin suka bersenang-senang. “Ya!” dia bertutur. “Saya mau ikut!”

Setelah mereka menutup toko, Kelvin dan kakek neneknya berjalan ke kegiatan. Mereka melewati toko-toko lain yang menjual kain, buah-buahan, dan pot tanaman. Setelah beberapa saat, mereka tiba di gereja.

Anak lelaki dan kakeknya di luar gedung gereja

Kelvin berdiri dengan mata terbelalak saat dia melihat bangunan yang indah itu. Dia tidak pernah melihat gereja seperti ini sebelumnya. Sebagian besar gereja memiliki tanda salib di bagian atas, namun yang ini tidak.

Di dalam, kakek nenek Kelvin memperkenalkannya kepada banyak orang ramah. Mereka makan makanan lezat dan bermain gim.

Namun Kelvin penasaran. Jadi dia berkeliling di aula gereja. Dia melihat lukisan Yesus Kristus. Kemudian dia berjalan ke ruang kelas dan melihat beberapa foto di dinding.

Siapa orang-orang itu? Kelvin bertanya-tanya.

Setelah dia meninggalkan ruangan, dia melihat dua pemuda di aula. Mereka mengenakan kemeja putih dan dasi. “Hai,” salah satu dari mereka menyapa. “Kami adalah misionaris. Siapa nama Anda?”

Kelvin memperkenalkan dirinya. Kemudian dia bertanya, “Siapa pria dalam gambar itu?” Dia menunjuk kembali ke salah satu foto di ruangan itu.

“Itu nabi,” kata misionaris lainnya. “Apakah Anda tahu apa nabi itu?

Kelvin tersenyum dan menggelengkan kepalanya, tidak.

“Nabi adalah utusan dari Allah,” ujar misionaris tersebut. “Dia mengajari kita apa yang Allah ingin kita ketahui.”

Ketika Kelvin berjalan pulang bersama kakek neneknya malam itu, dia memegang sejilid Kitab Mormon yang misionaris telah berikan kepadanya. Dia bersemangat untuk belajar lebih banyak tentang para nabi dan gereja baru ini.

“Maukah kamu membacakan untuk kami?” Ghuka bertanya ketika mereka tiba di rumah. Kakek dan nenek Kelvin tidak bisa membaca.

Anak lelaki membacakan Kitab Mormon kepada kakek neneknya

“Ya!” Kevin bertutur. Dia membuka Kitab Mormon dan membacanya dengan lantang. Dia tidak memahami semua kata, namun dia merasakan sesuatu yang istimewa.

Pada hari Minggu, Kelvin berjalan dengan kakek neneknya kembali ke gereja. Dia pergi ke kelas untuk semua anak. Itu disebut Pratama. Dia banyak sekali menjalin pertemanan! Dia belajar lebih banyak tentang para nabi dan Yesus.

Para misionaris datang untuk mengajar Kelvin lebih banyak. Suatu hari mereka mengajukan sebuah pertanyaan kepadanya. “Maukah Anda mengikuti teladan Yesus dan dibaptiskan?”

Kevin tersenyum lebar. “Ya!”

Pada hari pembaptisannya, Kelvin melangkah ke dalam air. Airnya dingin. Namun sewaktu Kelvin melihat ke sekelilingnya, dia melihat kakek neneknya, para misionaris, dan semua teman barunya di Gereja. Dia merasa sangat dikasihi!

Dengan memilih untuk mengikuti Yesus Kristus, Kelvin menjadi seorang pionir dalam keluarganya. Dia tidak sabar untuk terus mengikuti-Nya—dan untuk membantu orang lain mengikuti Dia juga!

Kisah PDF

Ilustrasi oleh Kristin Sorra