Membangun Kemandirian: Pelajaran 178
Menjalankan Iman kepada Yesus Kristus untuk Membangun Kemandirian
Tuhan Dapat Membantu Kita dalam Upaya Kita untuk Menjadi Mandiri
Kunjungi “Studying the Scriptures [Menelaah Tulisan Suci]” untuk membantu mempersiapkan diri Anda secara rohani untuk belajar.
Salma bersemangat untuk lulus dari sekolah menengah dalam dua tahun. Namun, dia merasa gugup tentang berapa banyak uang yang dia perlukan untuk menabung untuk masa depan.
Apa nasihat yang akan Anda berikan jika:
-
Salma memutuskan untuk berdoa setiap hari agar Allah menyediakan uang yang dia butuhkan setelah lulus. Dia tidak memiliki rencana untuk mencari pekerjaan, percaya bahwa Allah akan menyediakan bagi dia.
-
Salma merasa bahwa karena uang bukanlah “masalah rohani,” Allah tidak akan peduli tentang itu. Dia memutuskan untuk mencari pekerjaan setiap hari yang sesuai dengan jadwal sekolahnya. Dia membuat rencana untuk berbicara dengan pemilik bisnis, mengirimkan resume, dan mempelajari keterampilan baru yang akan membuatnya lebih berharga bagi toko-toko lokal.
Tujuan Pelajaran: Untuk membantu Anda menjalankan iman bahwa Bapa Surgawi dan Yesus Kristus akan memberkati Anda dalam upaya Anda untuk membangun kemandirian.
Pelajari Caranya
Berfokus kepada Yesus Kristus
Uskup W. Christopher Waddell, Penasihat Pertama dalam Keuskupan Ketua, menjelaskan:
Semuanya kemudian menunjuk kepada Yesus Kristus, sebagai landasan yang di atasnya kita harus membangun, bahkan kesiapsiagaan duniawi kita.
Bersiap dan mandiri secara duniawi berarti “percaya bahwa melalui kasih karunia, atau kuasa yang memampukan, dari Yesus Kristus serta upaya kita, kita mampu untuk memperoleh semua kebutuhan hidup rohani dan jasmani yang kita mohonkan bagi diri kita dan keluarga kita.” (“Ada Roti,” Liahona, Oktober 2020, 44)
Bagaimana berfokus kepada Yesus Kristus akan mengubah perasaan Salma? Bagaimana nasihat ini memengaruhi apa yang akan Anda katakan kepada Salma?
Kemandirian adalah “kemampuan, komitmen, dan upaya untuk menyediakan kebutuhan hidup rohani dan duniawi bagi diri sendiri dan keluarga” (Buku Pegangan Umum: Melayani dalam Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, 22.0, Perpustakaan Injil). Renungkan kategori-kategori berikut dan kebutuhan Anda bagi bantuan Juruselamat untuk menjadi lebih mandiri. Luangkan waktu sejenak untuk menuliskannya di buku catatan Anda. Di sebelah satu atau dua dari kategori yang paling sulit bagi Anda, tulislah rintangan apa pun yang Anda perlu bantuan Juruselamat untuk mengatasinya.
-
Pengetahuan Injil
-
Kebutuhan keuangan saat ini dan masa depan
-
Pendidikan dan pekerjaan
-
Kebutuhan jasmani
-
Kebutuhan emosi dan sosial
Sewaktu Anda terus menelaah hari ini, ingatlah bidang-bidang di mana Anda paling membutuhkan bantuan. Undanglah Roh Kudus untuk memperkuat iman Anda bahwa Bapa Surgawi dan Yesus Kristus akan membantu Anda dalam upaya Anda untuk membangun kemandirian.
Berkat-berkat kemandirian
Tahukah Anda kisah Yusuf, yang dijual sebagai budak dan dibawa ke Mesir? Dia menghadapi banyak tantangan sepanjang hidupnya. Dia memilih untuk bertindak dengan iman dan memperkenankan Tuhan bekerja dalam kehidupannya. Bacalah mengenai pengalaman-pengalamannya. Sewaktu Anda menelaah bagian-bagian dari kehidupannya, tandai bagaimana Tuhan memberkati Yusuf sewaktu dia menjalankan iman kepada-Nya.
Bekerja untuk Potifar
Meskipun Yusuf dijual sebagai budak oleh saudara-saudaranya di usia 17 tahun, Potifar menjadikannya juru kuasa dalam rumah tangganya.
Bacalah Kejadian 39:1–6.
Bekerja untuk penjaga penjara
Yusuf mengalami kemunduran lain ketika Potifar menjebloskan dia ke penjara karena tuduhan palsu.
Bacalah Kejadian 39:21–23.
Menafsirkan mimpi para hamba Firaun
Di penjara bersama Yusuf, kepala juru minuman dan juru roti Firaun mendapat mimpi yang tidak mereka pahami.
Bacalah Kejadian 40:7–8, 12–14, 18–19, 21–23.
Bekerja untuk Firaun
Meski awalnya terlupakan di penjara, Yusuf akhirnya dipanggil untuk menafsirkan mimpi Firaun. Mimpi itu mewakili tujuh tahun panen yang baik diikuti oleh tujuh tahun bencana kelaparan di Mesir. Yusuf mengajukan solusi kepada Firaun mengenai bagaimana seluruh Mesir dapat bersiap.
Bacalah Kejadian 41:37–43, 49, 54–55.
Tanggapilah dalam buku catatan Anda pertanyaan-pertanyaan berikut:
-
Menurut Anda bagaimana kisah ini mungkin berakhir jika Yusuf tidak memiliki iman kepada Allah? Jika Yusuf tidak bersedia mengerahkan upaya?
-
Menurut Anda bagaimana kisah ini dapat berlaku dalam kehidupan seorang remaja?
Menggali Lebih Dalam: Untuk informasi lebih lanjut tentang kemandirian dan berkat-berkat yang dijanjikan Tuhan, saksikan video “I Will Provide for My Saints [Aku Akan Menyediakan Kebutuhan bagi Para Orang Suci-Ku]” (3:08).
Kemandirian dan pertolongan ilahi Tuhan
Ketika para Orang Suci dianiaya di Independence, Missouri, Joseph Smith dipenjarakan di Rutan Liberty. Dia menulis surat untuk mendorong mereka bersandar kepada Tuhan. Nasihatnya mengungkapkan bagaimana kita dapat mengambil tindakan penuh iman dan bersandar pada bantuan ilahi Tuhan. Bacalah Ajaran dan Perjanjian 123:17. Tandai frasa-frasa yang mengilustrasikan kebenaran ini.
Pikirkan sejenak tentang kehidupan Anda. Lihatlah kategori di mana Anda merasa paling membutuhkan bantuan saat ini. Jelaskan dengan kata-kata Anda sendiri yang berikut:
-
Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengambil tindakan penuh iman?
-
Apa yang dapat Anda lakukan untuk bersandar kepada Tuhan dan kemampuan serta hasrat-Nya untuk membimbing dan memberkati kehidupan Anda?
Menggali Lebih Dalam: Apa yang Anda lakukan jika Anda merasa telah gagal dalam upaya Anda untuk menjadi mandiri? Bacalah “Besok Tuhan Akan Melakukan Perbuatan yang Ajaib di Antara Kamu” (Liahona, April 2016) oleh Presiden Jeffrey R. Holland dari Kuorum Dua Belas Rasul.
Bagikan Pemikiran Anda
Tujuan Pelajaran: Untuk membantu Anda menjalankan iman bahwa Bapa Surgawi dan Yesus Kristus akan memberkati Anda dalam upaya Anda untuk membangun kemandirian.
Bagikan yang berikut kepada guru atau anggota kelas Anda:
-
Kategori yang Anda pikirkan. Sertakan bagaimana Anda dapat menjadi mandiri dan bagaimana Tuhan dapat memberkati Anda.