Ayub dan Teman-Temannya, oleh Ilya Repin
Ayub 1–3; 12–14; 19; 21–24; 38–40; 42: Pelajaran 99
Ayub 21–24; 38–40; 42
Melihat Pencobaan dengan Perspektif Kekal
Kunjungi “Studying the Scriptures [Menelaah Tulisan Suci]” untuk membantu mempersiapkan diri Anda secara rohani untuk belajar.
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa penderitaan ada? Ayub dan teman-temannya mencoba memahami mengapa dia menderita, tetapi Allah tidak memberikan alasannya. Alih-alih, Allah membantu Ayub melihat cobaannya dengan cara yang lebih tinggi dan lebih kudus. Pelajaran ini dapat membantu Anda membimbing orang lain untuk melihat cobaan mereka dari perspektif kekal.
Menelaah Tulisan Suci
Pernahkah Anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini kepada diri Anda sendiri?
-
“Saya pasti melakukan segala sesuatu yang salah. Mengapa lagi hidup begitu sulit bagi saya?”
-
“Jika saya mengikuti Injil, mengapa saya tidak dapat menghindari cobaan dan penderitaan?”
-
“Saya pikir Allah mengasihi saya. Mengapa Dia membuat hidup saya begitu sulit?”
-
“Jika Allah itu nyata, mengapa Dia tidak menghentikan penderitaan orang-orang?”
Selama cobaan-cobaan Ayub ada tiga orang teman yang mengunjunginya. Ayub dan teman-temannya berusaha untuk menentukan alasan bagi penderitaannya. Mereka mungkin telah mengajukan pertanyaan serupa kepada Ayub sementara berusaha memahami cobaan-cobaannya.
Menelaah sumber-sumber yang ditetapkan secara ilahi dapat mengundang Roh Kudus ke dalam pemelajaran kita. Perhatikanlah wawasan yang mungkin Dia ajarkan kepada Anda ketika Anda membaca tulisan suci dan pernyataan-pernyataan dalam pelajaran ini. Pertimbangkan bagaimana wawasan ini dapat membantu orang lain menjawab pertanyaan mengenai cobaan-cobaan mereka. Melakukan demikian dapat membantu Anda memperoleh pemahaman yang lebih besar tentang cobaan Anda sendiri.
Baca Ayub 19:6–11, dan tandai frasa yang menunjukkan apa yang Ayub anggap sebagai sumber cobaannya. Kemudian baca Ayub 22:5–10, dan tandai apa yang diasumsikan oleh temannya, Elifas, sebagai penyebab pergumulan Ayub.
Kita sering membuat asumsi serupa. Namun, Allah segera menunjukkan kepada Ayub bahwa asumsi kedua orang itu tentang sumber cobaan adalah salah.
Sewaktu Ayub terus bergumul dengan cobaan-cobaannya, Allah berbicara kepadanya. Allah mengajukan kepada Ayub banyak pertanyaan mengenai penciptaan dunia, yang tidak dapat dijawab oleh Ayub (lihat Ayub 38–41).
Bacalah Ayub 38:4–7, mencari contoh pertanyaan yang diajukan Allah kepada Ayub.
Penatua Dale G. Renlund dari Kuorum Dua Belas Rasul menjelaskan tanggapan Allah terhadap ketidakmampuan Ayub untuk menjawab-Nya:
Seolah-olah Tuhan telah dengan sabar dan ramah berkata kepada Ayub, “Jika engkau tidak dapat menjawab bahkan satu pun dari pertanyaan-Ku tentang bumi yang telah Aku ciptakan, mungkinkah ada hukum-hukum kekal yang tidak engkau pahami? Adakah asumsi yang telah engkau buat yang tidak valid? Apakah engkau memahami motif-Ku dan bagaimana rencana keselamatan dan permuliaan-Ku bekerja? Dan bisakah engkau meramalkan takdir masa depanmu?”
Allah dalam kebijaksanaan-Nya mengetahui bahwa bagian penting dari pengalaman fana kita adalah tidak mengetahui segala sesuatu. Ada sesuatu mengenai memercayai Dia yang memperkenankan kita maju untuk menjadi seperti Dia. (“Trust God and Let Him Prevail,” Liahona, Agustus 2022, 5)
Bacalah Ayub 42:1–6, mencari tanggapan Ayub kepada Tuhan.
Di samping Ayub 42:2–3, buatlah catatan dengan kebenaran ini: Allah dapat membantu kita memandang cobaan kita dengan perspektif kekal.
Ayub mengakui pemahamannya yang terbatas dibandingkan dengan pengetahuan Allah, dan Ayub mengubah cara dia memandang cobaan-cobaannya. Dia jadi mengetahui penderitaannya bukanlah akibat dari dosa atau hukuman ilahi. Allah sangat memberkati Ayub di akhir hidupnya (lihat Ayub 42:12–13).
Tinjaulah opsi-opsi penelaahan berikut. Selesaikan satu atau lebih.
Opsi A
Bagaimana saya dapat lebih memahami tujuan cobaan?
Kita mungkin tidak selalu memahami alasan untuk tantangan-tantangan kita. Namun, Tuhan telah menyediakan sumber-sumber ilahi yang dapat membantu kita memandang cobaan kita dengan perspektif kekal.
Bacalah petikan-petikan tulisan suci berikut. Buatlah setidaknya satu tag untuk setiap petikan yang meringkas apa yang diajarkannya dalam satu sampai tiga kata.
-
Ayub 23:10
-
Yohanes 9:1–3
Sister Michelle D. Craig mengajarkan:
Ketika masa sulit datang, saya coba untuk mengingat bahwa saya memilih untuk mengikuti Kristus sebelum saya datang ke bumi dan bahwa tantangan terhadap iman saya, kesehatan saya, dan ketahanan saya semuanya adalah bagian dari alasan saya berada di sini. Dan saya tentunya tidak akan pernah berpikir bahwa ujian hari ini membuat saya mempertanyakan kasih Allah bagi saya atau membiarkannya mengubah iman saya kepada-Nya menjadi keraguan. Ujian tidak berarti bahwa rencana Allah tersebut gagal; itu adalah bagian dari rencana yang dimaksudkan untuk membantu saya mencari Allah. Saya menjadi lebih seperti Dia bila saya bertahan dengan sabar, dan semoga, seperti Dia, ketika dalam derita, saya berdoa dengan lebih bersungguh-sungguh (lihat Lukas 22:44). (“Sepenuh Hati,” Liahona, November 2022, 61–62)
Opsi B
Bagaimana saya dapat membantu orang lain menghadapi cobaan mereka?
Bayangkan seorang teman datang kepada Anda ketika mengalami beberapa cobaan berat dan mengajukan satu dari empat pertanyaan dari awal pelajaran. Pilihlah satu untuk ditanggapi. Catatlah pertanyaan tersebut dalam buku catatan Anda.
Selidiki Perpustakaan Injil menggunakan kata-kata seperti “kemalangan” dan “cobaan.” Telaahlah untuk mendapatkan wawasan tambahan untuk membantu Anda menanggapi pertanyaan yang Anda pilih.
Di bawah pertanyaan dalam buku catatan Anda, catatlah tanggapan kepada teman Anda. Sertakan apa yang Anda pelajari dari penelaahan Anda dan dari pengalaman Ayub.
Bagikan Pemikiran Anda
Tujuan Pelajaran: Untuk membantu Anda membimbing orang lain untuk melihat cobaan mereka dari perspektif kekal.
Bagikan satu atau lebih dari yang berikut kepada guru atau anggota kelas Anda:
-
Bagaimana Anda telah melihat kebenaran dari ajaran-ajaran yang Anda telaah dalam cobaan-cobaan Anda sendiri.
-
Apa yang Anda pelajari dari penelaahan Anda yang dapat membantu seseorang memperoleh perspektif kekal.
-
Sesuatu spesifik yang Anda lakukan untuk mencapai tujuan pelajaran ini.
-
Pertanyaan apa pun yang pelajaran ini ajukan untuk Anda. Bagaimana Anda akan berusaha untuk menemukan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan Anda?