“Pelajaran 58: Ulangan 6:1–6—Mengasihi Allah dengan Segenap Hati Anda” Buku Pedoman Siswa Seminari Perjanjian Lama (2026)
The Lord Shewed Him All the Land [Tuhan Memperlihatkan kepadanya Seluruh Negeri], oleh Walter Rane
Ulangan 6–8; 15; 18; 29–30; 34: Pelajaran 58
Ulangan 6:1–6
Mengasihi Allah dengan Segenap Hati Anda
Kunjungi “Studying the Scriptures [Menelaah Tulisan Suci]” untuk membantu mempersiapkan diri Anda secara rohani untuk belajar.
Setelah membimbing bangsa Israel selama 40 tahun di padang gurun, Musa membagikan nasihat terakhirnya kepada mereka sebelum Tuhan memerintahkan Yosua untuk memimpin mereka ke tanah terjanjikan. Bagian penting dari pesan kenabian Musa adalah “kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu” (Ulangan 6:5). Pelajaran ini dapat membantu Anda memahami bagaimana Anda dapat menunjukkan kasih Anda bagi Allah.
Telaahlah Tulisan Suci
Bayangkan Anda akan pindah dari orang-orang yang Anda kasihi. Anda dapat meninggalkan satu catatan singkat nasihat untuk mereka sebelum Anda pergi.
Apa nasihat yang akan Anda bagikan kepada mereka? Anda juga dapat menyertakan apa yang Anda harap akan mereka lakukan atau tidak lakukan di masa depan, apa yang Anda harap akan mereka fokuskan dalam kehidupan mereka, atau bagaimana perasaan Anda mengenai Yesus Kristus dan Injil-Nya.
Setelah melayani sebagai nabi Allah selama 40 tahun, Musa memerintahkan orang-orang Israel untuk berkemah di perbatasan tanah terjanjikan. Yosua akan segera memimpin mereka menyeberangi perbatasan (lihat Ulangan 31:23). Musa dapat melihat tanah terjanjikan dari puncak gunung sebelum Tuhan mengangkatnya ke surga, atau membawa Musa kepada diri-Nya sendiri tanpa kematian Musa (lihat Ulangan 34:1–6; Alma 45:18–19). Kitab Ulangan memuat nasihat terakhir Musa kepada orang-orang.
Bacalah Ulangan 6:5. Tandai apa yang Musa perintahkan agar orang-orang Israel lakukan. Bagaimana mengikuti perintah dari Tuhan ini dapat membantu bangsa Israel sewaktu mereka memasuki tanah terjanjikan?
Bacalah 1 Yohanes 4:19. Tautkan petikan ini dengan Ulangan 6:5. Pertimbangkan cara-cara Allah telah menunjukkan kasih-Nya bagi semua orang, termasuk Anda.
Presiden Jeffrey R. Holland dari Kuorum Dua Belas Rasul menjelaskan hubungan antara ayat-ayat itu:
Perintah terutama yang pertama di segala kekekalan adalah untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, daya, akal budi, dan kekuatan kita—itulah perintah terutama yang pertama. Tetapi kebenaran yang terutama dan yang pertama mengenai segala kekekalan adalah bahwa Allah mengasihi kita dengan segenap hati, daya, pikiran, dan kekuatan-Nya. Kasih itu adalah batu landasan kekekalan, dan itu hendaknya menjadi batu landasan kehidupan sehari-hari kita. Sesungguhnya hanya dengan konfirmasi ulang itu yang membara dalam jiwa kita, kita dapat memiliki keyakinan untuk terus mencoba untuk memperbaiki diri, untuk terus mengupayakan pengampunan atas dosa-dosa kita, dan untuk terus menyampaikan kasih karunia itu kepada sesama kita. (“Besok Tuhan Akan Melakukan Perbuatan yang Ajaib di Antara Kamu,” Liahona, Mei 2016, 127)
Dalam buku catatan Anda, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
-
Apa yang Anda pelajari dari pernyataan Presiden Holland yang dapat memotivasi Anda untuk menunjukkan kasih Anda bagi Allah?
-
Apa saja langkah-langkah yang seseorang dapat ambil untuk mengasihi Allah “dengan segenap daya [mereka]” jika mereka belum merasa cukup kuat untuk melakukannya?
Sewaktu Anda melanjutkan menelaah Kitab Ulangan hari ini, beri perhatian pada kesan-kesan dari Roh Kudus. Pengaruh-Nya dapat memperdalam kasih Anda bagi Bapa Surgawi dan Yesus Kristus. Roh Kudus dapat mengajari Anda cara-cara Anda dapat mengungkapkan kasih itu kepada Mereka.
Tinjaulah opsi-opsi penelaahan berikut. Selesaikan satu atau lebih.
Opsi A
Bagaimana saya dapat menunjukkan kasih saya kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari saya?
Bacalah Ulangan 30:16. Carilah apa yang Musa ajak agar orang-orang Israel lakukan.
Penatua K. Brett Nattress dari Tujuh Puluh mengajukan beberapa pertanyaan penting untuk kita renungkan secara pribadi:
Saya bersaksi bahwa Bapa Surgawi selalu mengingat kita dan bahwa Dia mengasihi kita dengan sempurna. Pertanyaan saya adalah: Apakah kita mengingat Dia? Dan apakah kita mengasihi Dia? (“Apakah Saya Sungguh Telah Diampuni?,” Liahona, Mei 2023, 67–68)
Jika tersedia, saksikan video “If We Love Him [Jika Kita Mengasihi-Nya]” (3:57). Perhatikan lirik lagu dan hal-hal yang remaja lakukan untuk menunjukkan kasih mereka kepada Allah.
Pilihlah salah satu dari situasi-situasi umum ini: di tempat kerja, di sekolah, di seminari, di gereja, di rumah, di tempat latihan, dengan teman-teman, di media sosial.
Catatlah jawaban Anda atas pertanyaan-pertanyaan berikut dalam buku catatan Anda:
-
Dalam situasi ini, bagaimana Anda telah melihat seseorang memperlihatkan kasih mereka bagi Allah?
-
Apa saja cara yang pantas untuk mengungkapkan kasih Anda bagi Allah dalam situasi ini?
-
Adakah sesuatu yang mungkin menjadikan pengungkapan kasih bagi Allah sulit dalam situasi ini? Jika demikian, bagaimana kita dapat mengatasinya?
Setelah menjawab, bahaslah pertanyaan-pertanyaan ini dengan seorang anggota keluarga atau teman. Tambahkan wawasan apa pun yang mereka miliki ke buku catatan Anda.
Opsi B
Bagaimana Allah ingin saya menunjukkan kasih saya bagi-Nya?
Bacalah petikan-petikan berikut, tandai kemiripan apa pun yang Anda lihat:
-
Ulangan 6:1–3 (Ajaran-ajaran Musa mengenai cara mengasihi Allah)
-
Yohanes 14:15, 21–24 (Ajaran-ajaran Yesus mengenai cara mengasihi Dia)
Pilihlah satu dari ceramah-ceramah berikut untuk ditelaah. Luangkan lima menit untuk meninjau ceramah itu, mencari cara-cara Anda dapat menunjukkan kasih Anda bagi Allah.
-
Penatua D. Todd Christofferson dari Kuorum Dua Belas Rasul, “Perintah Terutama yang Pertama” ([kebaktian Universitas Brigham Young, 22 Maret 2022], speeches.byu.edu)
-
Penatua Neil L. Andersen dari Kuorum Dua Belas Rasul, “Tidak Akan Meninggalkan-Nya” (Liahona, November 2010, 39–42)
-
Penatua Gary E. Stevenson dari Kuorum Dua Belas Rasul, “Menjembatani Dua Perintah Besar” (Liahona, November 2024, 104–107)
Catatlah dalam buku catatan Anda gagasan-gagasan tentang bagaimana Anda dapat mengutamakan kasih Anda bagi Allah dalam kehidupan Anda.
Bagikan Pemikiran Anda
Tujuan Pelajaran: Untuk membantu Anda memahami bagaimana Anda dapat memperlihatkan kasih Anda bagi Allah.
Bagikan satu atau lebih dari yang berikut kepada guru atau anggota kelas:
-
Seperti apa rasanya memperlihatkan kasih bagi Allah dalam situasi yang Anda pilih.
-
Gagasan dari ceramah yang Anda pilih tentang mengutamakan kasih Anda bagi Allah.
-
Sesuatu spesifik yang Anda lakukan untuk mencapai tujuan pelajaran ini.
-
Pertanyaan apa pun yang pelajaran ini ajukan untuk Anda. Bagaimana Anda akan berusaha untuk menemukan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan Anda?