Seminari
Templat untuk Mengajarkan Pesan-Pesan dari Para Pemimpin Gereja: Telaah dan Terapkan Ajaran Para Hamba Tuhan


“Templat untuk Mengajarkan Pesan-Pesan dari Para Pemimpin Gereja: Telaah dan Terapkan Ajaran Para Hamba Tuhan,” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama (2026)

“Templat untuk Mengajarkan Pesan-Pesan dari Para Pemimpin Gereja: Telaah dan Terapkan Ajaran Para Hamba Tuhan,” Buku Pedoman Guru Seminari Perjanjian Lama

Ajaran-Ajaran Para Pemimpin Gereja: Pelajaran 207

Templat untuk Mengajarkan Pesan-Pesan dari Para Pemimpin Gereja

Telaah dan Terapkan Ajaran-Ajaran Para Hamba Tuhan

Studying General Conference on Mobile Device

Adalah mengilhami untuk mengetahui bahwa Juruselamat masih berbicara kepada para hamba pilihan-Nya di zaman sekarang. Sepanjang tahun seminari, siswa akan memiliki beberapa kesempatan untuk menelaah pesan-pesan-Nya melalui para hamba ini. Anda dapat menggunakan templat ini sebagai alat untuk membantu mengajarkan pesan-pesan dari para pemimpin Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir.

Persiapan siswa: Berbagilah dengan siswa judul ceramah yang akan mereka telaah di kelas. Imbaulah mereka untuk membaca, menyaksikan, atau mendengarkan semua atau sebagian ceramah sebelum kelas. Ajaklah siswa untuk dengan penuh doa mempersiapkan hati mereka agar Roh Kudus mengajar mereka sewaktu mereka menelaah pesan-pesan dari para hamba Yesus Kristus.

Kemungkinan Kegiatan untuk Menelaah Ceramah-Ceramah dari Para Pemimpin Gereja

Catatan: Untuk contoh cara menggunakan templat ini, lihat Pelajaran 208: “Yang Jadi Harapan Israel.”

Templat ini dapat membantu Anda mengajar siswa Anda pesan-pesan dari para pemimpin Gereja. Itu tidak dimaksudkan untuk menjadi pelajaran yang berdiri sendiri. Itu berisikan beragam gagasan pengajaran dan pemelajaran yang dapat Anda gunakan kapan pun Anda mengajarkan ceramah dari seorang pemimpin Gereja.

Untuk mempersiapkan pelajaran mengenai sebuah ceramah, pertama-tama telaahlah ceramah yang Anda rencanakan untuk ajarkan, carilah kebenaran-kebenaran mana yang paling penting untuk siswa Anda pahami dan terapkan. Untuk membantu Anda membuat keputusan ini, (1) perhatikan dengan saksama dorongan Roh, (2) ingatlah maksud dari penulis yang terilhami, (3) carilah kebenaran-kebenaran yang menginsafkan yang akan membantu memperdalam keinsafan kepada Yesus Kristus dan Injil-Nya, serta (4) pertimbangkan kebutuhan dan kemampuan siswa Anda.

Kemudian pertimbangkan untuk memilih gagasan dari templat ini—atau gunakan gagasan Anda sendiri—yang Anda rasa akan membantu siswa Anda mengidentifikasi, memahami, dan menerapkan kebenaran-kebenaran yang telah Anda pilih dari ceramah tersebut. Anda dapat memilih untuk menggunakan sebuah gagasan dari setiap bagian dari templat ini dalam pelajaran Anda.

Pertimbangkan untuk menyediakan bagi siswa versi cetakan atau digital dari ceramah yang akan siswa telaah. Anda juga dapat membuat selebaran dari bagian-bagian ceramah yang Anda pilih untuk difokuskan.

Metode untuk memulai pelajaran

Pikirkan sebuah cara untuk memulai pelajaran yang dapat menciptakan minat dalam benak atau hati siswa untuk membantu mereka bersiap bagi pengalaman pemelajaran. Berikut adalah beberapa contohnya:

Pertanyaan atau pernyataan yang membangkitkan pemikiran. Bagikan pertanyaan atau pernyataan yang membangkitkan pemikiran terkait pesan pembicara dan ajaklah siswa untuk membahasnya secara singkat atau catatlah tanggapan awal mereka dalam jurnal mereka. Misalnya, Anda dapat menuliskan judul ceramah di papan tulis dan menanyakan kepada siswa mengapa menurut mereka topik ini penting untuk zaman kita.

Pelajaran dengan benda, gambar, atau video. Bagikan dan bahaslah secara singkat sebuah pelajaran dengan benda, gambar, atau video yang disetujui Gereja yang berhubungan dengan pesan pembicara.

Berbagi kisah. Bagikan kisah dari atau yang berhubungan dengan pesan pembicara. Terkadang mungkin paling baik untuk berbagi secukupnya saja dari kisah di awal pelajaran untuk menarik minat siswa. Kemudian dalam pelajaran, kisahnya dapat disimpulkan untuk mengilustrasikan tujuan dari pesan si pembicara.

Pertanyaan mengenai topik. Bagikan topik ceramah dan ajaklah siswa untuk menuliskan di papan tulis atau dalam jurnal mereka pertanyaan apa pun yang mungkin mereka atau orang lain miliki mengenai topik tersebut. Anda dapat mengimbau siswa untuk mengupayakan jawaban selama pelajaran.

Skenario yang relevan. Anda dapat menyajikan skenario yang relevan—atau mengajak siswa untuk membuat skenario—mengenai seorang remaja yang dapat memetik manfaat dari mendengar dan menerapkan pesan pembicara yang akan ditelaah anggota kelas.

Asesmen diri. Ajaklah siswa untuk secara pribadi melakukan asesmen atau merenungkan pemahaman, sikap, atau penerapan mereka saat ini tentang topik yang dibahas dalam ceramah. Satu cara mereka dapat melakukan ini adalah dengan merenungkan atau mencatat jawaban mereka terhadap pertanyaan refleksi diri. Anda dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ada dalam ceramah atau tuliskan pertanyaan Anda sendiri.

Metode untuk menelaah pesan

Untuk membantu siswa menelaah ceramah, pertimbangkan untuk menggunakan gagasan Anda, satu atau lebih dari gagasan-gagasan berikut, atau kombinasi dari banyak gagasan.

Pilih bagian-bagian dari ceramah yang paling berguna, relevan, dan sesuai dengan kemampuan siswa. Misalnya, mungkin bijaksana untuk membuat bagian-bagian yang siswa akan baca singkat dan dapat dikelola, alih-alih meminta mereka untuk membaca keseluruhan ceramah.

Ajaklah siswa untuk mengupayakan wahyu pribadi selama penelaahan mereka, mencatat dorongan-dorongan dalam jurnal penelaahan atau perangkat digital mereka. Gagasan penelaahan tambahan dapat ditemukan di “Studying General Conference” pada ChurchofJesusChrist.org.

Carilah. Siswa kemungkinan akan lebih berhasil jika mereka memiliki sesuatu yang mereka cari sewaktu mereka menelaah. Ada beberapa hal yang dapat dicari siswa, seperti:

  • Yesus Kristus. Siswa dapat mencari kebenaran-kebenaran yang mengilhami mengenai Juruselamat, kesaksian atau teladan tentang Dia, atau ajaran mengenai kuasa-Nya, kurban pendamaian, kasih, karakter, dan sebagainya.

  • Jawaban terhadap pertanyaan atau kekhawatiran. Jika Anda menggunakan gagasan “Pertanyaan mengenai topik” di bagian “Metode untuk memulai pelajaran” dari templat ini, maka siswa dapat mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini sewaktu mereka menelaah. Atau Anda dapat mengajak mereka mencari jawaban atas pertanyaan atau kekhawatiran pribadi yang mungkin mereka atau orang lain miliki. Setelah siswa selesai menelaah, ajaklah mereka untuk berbagi apa yang mereka temukan. Jika Anda menuliskan pertanyaan-pertanyaan di papan tulis yang siswa identifikasi sebelumnya, siswa dapat menuliskan jawaban mereka di bawah pertanyaan tersebut. Mereka kemudian dapat menjelaskan jawaban mereka.

  • Cara untuk membantu dengan skenario yang relevan. Jika Anda menggunakan gagasan “Skenario yang relevan” di bagian “Metode untuk memulai pelajaran,” maka siswa dapat mencari cara-cara pesan pembicara dapat membantu individu dalam skenario tersebut.

  • Kata atau frasa yang mengilhami. Siswa dapat menandai atau mencatat pemikiran mengenai kata atau frasa yang mengilhami atau bermakna bagi mereka.

  • Kebenaran kekal, ajakan, dan berkat yang dijanjikan. Siswa dapat mencari kebenaran kekal, ajakan, dan berkat-berkat yang dijanjikan yang terdapat dalam ceramah tersebut. Mereka dapat menandai masing-masing dengan cara yang berbeda, atau mereka dapat mencatatnya dalam jurnal mereka di bawah tiga kolom terpisah.

Menelaah secara individu. Siswa sering kali bisa berhasil menelaah sendiri. Ajaklah siswa untuk menelaah bagian-bagian dari ceramah tersebut dan kemudian melaporkan kepada anggota kelas atau kelompok kecil apa yang mereka temukan.

Menelaah dalam kelompok-kelompok kecil. Anda dapat menugasi siswa untuk menelaah dalam kelompok-kelompok kecil. Ini mungkin berarti mereka bergiliran membaca paragraf, atau mereka semua mendengarkan sewaktu salah satu anggota kelompok membaca.

Gunakan audio atau video ceramah. Anda dapat memutar audio atau video dari bagian-bagian ceramah yang Anda rasa paling penting untuk siswa telaah. Pertimbangkan untuk mengajak siswa mengikuti dengan menggunakan ceramah versi cetakan atau digital. Mereka dapat menandai pernyataan-pernyataan yang menjawab pertanyaan tertentu atau yang secara pribadi mereka anggap bermakna. Mereka juga dapat mencatat pikiran atau kesan apa pun sewaktu mereka menelaah.

Nomori paragraf dan rotasikan ceramahnya. Tulis atau ketik nomor paragraf dalam salinan ceramah. Sediakan salinan bagi setiap siswa dan ajaklah siswa untuk memilih sesuatu untuk ditelusuri. Siswa dapat membaca satu paragraf atau lebih, menandainya dan menuliskan catatan di pinggir halaman. Kertas tersebut dapat diedarkan kepada siswa berikutnya, mengikuti pola yang serupa. Setelah mereka menelaah semua paragraf, kembalikan kertas kepada siswa yang pertama dan biarkan mereka melihat wawasan yang anggota kelas lainnya bagikan.

Tulisan suci yang dikutip atau terkait. Siswa dapat mencari tulisan suci yang dikutip dalam ceramah atau di catatan akhir. Mereka dapat membaca ayat-ayat tersebut dan mencatat bagaimana ceramah tersebut membantu mereka lebih memahami tulisan suci yang dikutip atau bagaimana tulisan suci yang dikutip membantu mereka lebih memahami pesan dari ceramah tersebut. Siswa dapat menandai ayat-ayat tersebut dalam tulisan suci kertas mereka atau menautkan padanya di Perpustakaan Injil.

Metode untuk memperdalam pemahaman

Tujuan dari bagian ini adalah untuk membantu siswa merenungkan dan membahas ceramah yang mereka telaah. Anda dapat menggunakan gagasan Anda atau satu atau lebih dari kegiatan-kegiatan berikut untuk membantu siswa terlibat dalam pembahasan. Pertimbangkan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan tindak lanjut saat siswa berbagi. Pilihan-pilihan ini dapat dilakukan secara individu, dengan seorang rekan, atau dalam kelompok kecil.

Berfokus kepada Yesus Kristus. Jika siswa Anda menelaah ceramah untuk mencari kebenaran-kebenaran mengilhami mengenai Yesus Kristus, maka pertimbangkan untuk menempatkan gambar-Nya di papan tulis. Ajaklah siswa untuk menuliskan di sekitar gambar apa yang mereka temukan mengenai Dia dalam ceramah tersebut. Mereka kemudian dapat membagikan apa yang mereka tulis dan bagaimana hal itu membantu mereka mengetahui, mengasihi, atau berhasrat untuk mengikuti Yesus Kristus dengan lebih baik.

Bermain peran. Siswa dapat membayangkan seseorang mengajukan sebuah pertanyaan kepada mereka yang berhubungan dengan ceramah. Mereka dapat berlatih menanggapi teman itu berdasarkan apa yang mereka pelajari dari ceramah. Atau, jika Anda menggunakan saran “Cara-cara untuk membantu dengan skenario yang relevan,” maka siswa dapat bermain peran dengan seorang rekan atau kelompok kecil bagaimana mereka akan membantu orang dalam skenario tersebut menggunakan apa yang mereka pelajari.

Mengajar satu sama lain. Siswa dapat saling mengajarkan bagaimana pesan dari ceramah relevan atau bermakna bagi mereka. Atau mereka dapat saling membagikan apa yang mereka pelajari mengenai topik dan bagaimana apa yang mereka pelajari membantu mereka mengikuti Yesus Kristus dengan lebih baik.

Mempersiapkan ceramah. Anda dapat mengajak siswa untuk membuat ceramah atau pelajaran sepanjang tiga sampai lima menit yang mengajarkan pesan yang mereka telaah. Siswa dapat menyertakan pengalaman pribadi atau rujukan tulisan suci tambahan yang mendukung pesan itu. Mereka dapat berlatih berbagi ceramah mereka dengan seorang rekan, kelompok kecil, atau seluruh anggota kelas.

Mencatat pemikiran dan perasaan. Pertimbangkan untuk mengajak siswa menuliskan pemikiran dan perasaan mereka sewaktu mereka menelaah ceramah. Siswa dapat mencatat tindakan apa pun yang didorong Roh untuk mereka lakukan. Jika pantas, Anda dapat meminta siswa yang bersedia untuk berbagi.

Membuat sesuatu. Dengan menggunakan apa yang mereka pelajari dalam ceramah, siswa dapat memiliki waktu untuk membuat gambar, lukisan, poster, meme, pos media sosial, dan sebagainya. Itu dapat berupa pengingat atau sesuatu untuk mengilhami orang lain. Siswa dapat berbagi dengan anggota kelas atau kelompok kecil tentang apa yang mereka buat.

Berbagi dengan orang lain. Anda dapat mengimbau siswa untuk berbagi pesan dari ceramah dengan keluarga atau teman mereka. Sewaktu mereka berbagi, siswa dapat menyertakan kesaksian atau ajakan sederhana untuk menindaki apa yang diajarkan.

Metode untuk menerapkan pesan

Tujuan dari bagian ini adalah untuk memberi siswa kesempatan menerapkan apa yang telah mereka pelajari dan rasakan dari menelaah ceramah. Anda dapat menggunakan gagasan Anda atau satu atau lebih dari yang berikut untuk memenuhi kebutuhan siswa Anda.

Two people sitting at a table. Text boxes representing communication.Untuk gagasan tambahan, lihat Doronglah pemelajar untuk berbagi kebenaran yang mereka pelajari dalam Keterampilan Pengembangan Guru di ChurchofJesusChrist.org.

Mengidentifikasi dan menerapkan ajakan. Terkadang, ceramah mencakup satu ajakan atau lebih. Anda dapat mengajak siswa mengidentifikasi ajakan-ajakan ini dan dengan penuh doa mempertimbangkan apa yang mereka rasa Tuhan ingin mereka lakukan untuk menerapkan suatu ajakan. Mereka juga dapat mempertimbangkan bagaimana menindaki ajakan itu dapat membantu mereka menjadi lebih dekat kepada Bapa Surgawi dan Yesus Kristus.

Menindaki dorongan. Imbaulah siswa untuk menindaki kesan-kesan yang mungkin mereka miliki sewaktu menelaah ceramah. Mereka mungkin merasa terdorong untuk membuat perubahan-perubahan tertentu dalam kehidupan mereka, untuk menetapkan atau mengerjakan gol pribadi, atau untuk berbagi pesan dengan orang lain.

Buat rencana. Siswa dapat menjawab pertanyaan seperti yang berikut dalam jurnal atau perangkat digital untuk membantu mereka menerapkan apa yang mereka pelajari:

  • Apa yang saya rencanakan untuk lakukan?

  • Mengapa saya merasa saya harus melakukan ini?

  • Kapan saya berencana untuk melakukan ini?

  • Siapa yang dapat saya daftarkan untuk membantu saya?

  • Bagaimana Juruselamat dapat membantu saya?