Ikutlah Aku
14–20 Desember. “Aku Mengasihi Kamu, Firman Tuhan”: Maleakhi


“14–20 Desember. ‘Aku Mengasihi Kamu, Firman Tuhan’: Maleakhi,” Ikutlah Aku—Untuk di Rumah dan di Gereja: Perjanjian Lama 2026 (2026)

“14–20 Desember. ‘Aku Mengasihi Kamu, Firman Tuhan,’” Ikutlah Aku: Perjanjian Lama 2026

patung Yesus berlatar langit berbintang

14–20 Desember: “Aku Mengasihi Kamu, Firman Tuhan”

Maleakhi

“Aku mengasihi kamu,” Tuhan memberi tahu umat-Nya melalui Nabi Maleakhi. Tetapi orang-orang Israel, yang telah menderita kesengsaraan dan penawanan selama banyak generasi, mempertanyakan, “Bagaimanakah Engkau mengasihi kami?” (Maleakhi 1:2). Setelah semua yang dilalui Israel, mereka mungkin telah bertanya-tanya apakah sejarah mereka benar-benar kisah tentang kasih Allah bagi umat perjanjian-Nya. Dalam beberapa hal, lebih mudah untuk melihatnya sebagai kisah kelemahan manusia dan pemberontakan. Namun melalui semua itu, Allah tidak pernah berhenti mengulurkan tangan dalam kasih. Ketika para putra Yakub memperlakukan buruk adik mereka, Yusuf, Tuhan masih menyelamatkan mereka dari kelaparan (lihat Kejadian 45:4–8). Ketika Israel menggerutu di padang belantara, Dia memberi makan mereka dengan manna (lihat Keluaran 16:1–4). Bahkan ketika Israel berpaling kepada allah-allah lain dan dicerai-beraikan, Allah menjanjikan bahwa jika mereka bertobat, Dia akan mengumpulkan dan menebus mereka “karena kasih sayang yang besar” (lihat Yesaya 54:7). Sungguh, Perjanjian Lama adalah kisah dari kesabaran, dan kasih Allah yang langgeng. Dan kisah ini berlanjut saat ini. Yesus Kristus, “Surya Kebenaran,” demikian Maleakhi menyebut-Nya, telah datang “dengan kesembuhan pada sayap-Nya” (Maleakhi 4:2). Dia adalah bukti terbesar dari kasih Allah bagi Israel zaman dahulu dan bagi kita semua.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kitab Maleakhi, lihat “Maleakhi” dalam Penuntun bagi Tulisan Suci.

ikon penelaahan

Gagasan untuk Pemelajaran di Rumah dan di Gereja

Maleakhi 1–4

“Kembalilah kepada-Ku, dan Aku akan kembali kepadamu.”

Di zaman Maleakhi, orang-orang Israel telah membangun kembali bait suci di Yerusalem, tetapi sebagai bangsa mereka masih harus membangun kembali hubungan mereka dengan Tuhan. Saat Anda menelaah Maleakhi, carilah pertanyaan-pertanyaan yang Tuhan ajukan kepada orang-orang Israel atau yang mereka ajukan kepada-Nya. Pertimbangkan untuk mengajukan kepada diri Anda sendiri pertanyaan serupa (beberapa contoh disarankan di bawah) untuk membantu Anda mengevaluasi hubungan Anda dengan Tuhan dan mendekat kepada-Nya.

  • Bagaimana saya telah merasakan kasih Tuhan bagi saya? (lihat Maleakhi 1:2).

  • Apakah persembahan saya kepada Tuhan sungguh-sungguh menghormati Dia? (lihat Maleakhi 1:6–11)

  • Dalam cara apa saya perlu “kembali” kepada Tuhan? (lihat Maleakhi 3:7).

  • Apakah saya merampok Allah dengan cara apa pun? (lihat Maleakhi 3:8–11).

  • Bagaimana sikap saya selama masa-masa sulit mencerminkan perasaan saya terhadap Tuhan? (lihat Maleakhi 3:13–15; lihat juga 2:17).

Maleakhi 1:6–14

Tuhan meminta “kurban sajian yang tahir.”

Sewaktu Anda membaca tentang kurban sajian yang dideskripsikan dalam Maleakhi 1, apa yang Anda cermati tentang kurban yang para imam persembahkan? Apa yang terlihat dari kurban-kurban ini tentang perasaan para imam terhadap Tuhan? (lihat Maleakhi 1:13). Pertimbangkan untuk membuat daftar persembahan, atau pengurbanan, yang Anda buat bagi Tuhan. Untuk setiap butir dalam daftar, renungkan apa yang mungkin menjadikannya sebagai korban sajian “cemar” atau kurban sajian “tahir” (Maleakhi 1:7, 11).

Maleakhi 3:8–12

ikon seminari
Tuhan membuka tingkap-tingkap langit sewaktu saya menunjukkan iman saya dengan membayar persepuluhan.

Bayangkan Anda memiliki seorang teman yang baru mengetahui bahwa Anda membayar persepuluhan. “Mengapa kamu melakukan itu?” teman Anda bertanya. Pikirkan tentang ini sewaktu Anda membaca Maleakhi 3:8–12. Apa yang Anda temukan di sana yang dapat membantu menjawab pertanyaan teman Anda? Apa lagi yang Anda ingin teman Anda pahami tentang persepuluhan? Untuk bantuan lebih lanjut, Anda dapat menyelidiki pesan Penatua Neil L. Andersen “Persepuluhan: Terbukanya Tingkap-Tingkap Langit” (Liahona, November 2023, 32–35), untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti ini:

  • Mengapa Tuhan ingin kita membayar persepuluhan?

  • Apa yang mungkin menghalangi seseorang untuk membayar persepuluhan, dan bagaimana kita dapat mengatasi rintangan-rintangan itu?

  • Bagaimana pembayaran persepuluhan memperkuat iman kita kepada Bapa Surgawi dan Yesus Kristus?

Anda juga dapat berbagi kepada teman Anda bagaimana Tuhan telah memberkati Anda ketika Anda membayar persepuluhan. Anda dapat menemukan gagasan-gagasan di bagian berjudul “Pelajaran Nomor 1—Berkat-Berkat yang Signifikan Namun Tidak Kentara” dalam pesan Penatua David A. Bednar “Tingkap-Tingkap Langit” (Liahona, November 2013, 17–18). Menjadi orang seperti apakah kita dengan membayar persepuluhan?

Menurut Anda apa arti frasa “membukakan bagimu tingkap-tingkap langit” (ayat 10)? Mungkin Anda dapat melihat keluar jendela dan memikirkan kegunaan dari jendela. Mengapa “tingkap-tingkap langit” adalah cara yang baik untuk menggambarkan bagaimana Tuhan memberkati kita ketika kita membayar persepuluhan?

Yesus menampakkan diri kepada Joseph Smith di Bait Suci Kirtland.

Vision in the Kirtland Temple, oleh Gary Smith

Maleakhi 4:5–6

“Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu.”

Ketika Moroni mengutip Maleakhi 4:5–6 kepada Joseph Smith, dia melakukannya “dengan sedikit perbedaan dari cara yang terbaca” dalam Alkitab (lihat Joseph Smith—Sejarah 1:36–39). Apa yang ditambahkan dari variasi Moroni ini pada pemahaman kita tentang nubuat ini? Secara khusus, renungkan pertanyaan-pertanyaan seperti ini:

  • Siapakah “nenek moyang”? (lihat Ulangan 29:13). Apa janji-janji yang telah dibuat kepada mereka? (lihat Abraham 2:9–11). Bagaimana Anda membantu menggenapi janji-janji ini?

  • Pengalaman apa yang telah membantu Anda memalingkan hati Anda kepada para leluhur Anda? Mengapa itu sedemikian penting dalam rencana Bapa Surgawi?

Untuk mempelajari lebih banyak lagi tentang kedatangan Elia dan bagaimana nubuat ini digenapi dewasa ini, lihat Ajaran dan Perjanjian 110:13–16 dan D. Todd Christofferson, “Kuasa Pemeteraian” (Liahona, November 2023, 19–22). Mengapa Anda bersyukur bahwa Elia telah datang?

Lihat juga Gerrit W. Gong, “Kita Masing-Masing Memiliki Cerita,” Liahona, Mei 2022, 43–46; “Turn Your Hearts,” Hymns, nomor 291; “The Sealing Power” (video), ChurchofJesusChrist.org.

3:38

The Sealing Power

Untuk lebih lanjut, lihat majalah Liahona dan Untuk Kekuatan Remaja terbitan bulan ini.

ikon bagian anak-anak

Gagasan untuk Mengajar Anak-Anak

Maleakhi 1:2

Tuhan mengasihi saya.

  • Bagaimana Anda dan anak-anak Anda akan menjawab pertanyaan dalam Maleakhi 1:2—“Bagaimanakah [Tuhan] mengasihi [kita]?” Berbagi kepada satu sama lain alasan Anda mengetahui Dia mengasihi Anda. Mungkin anak-anak Anda dapat membuat gambar yang mengingatkan mereka akan kasih-Nya.

Melibatkan anak-anak dalam pembahasan Injil. Jika Anda mengajar anak-anak yang lebih kecil, Anda mungkin perlu memikirkan cara-cara kreatif untuk melibatkan mereka dalam pembahasan Injil. Misalnya, anak-anak Anda dapat mengoper sebuah bola; ketika mereka memegang bola itu, mereka dapat berbagi satu alasan mereka mengetahui Yesus mengasihi mereka.

orang tua dan seorang anak lelaki melihat keluar jendela

Maleakhi 3:8–12

Tuhan akan memberkati saya sewaktu saya membayar persepuluhan.

  • Bagaimana Anda akan membantu anak-anak Anda belajar tentang persepuluhan? Anda dapat meminta mereka untuk menghitung 10 benda kecil, seperti koin pada halaman kegiatan minggu ini. Kemudian mereka dapat memisahkan salah satu benda dari yang lain—ini adalah berapa banyak yang kita berikan kepada Tuhan sebagai persepuluhan. Menurut Maleakhi 3:8–12, mengapa Tuhan ingin kita membayar persepuluhan? (lihat juga “Maleakhi sang Nabi” dalam Kisah-Kisah Perjanjian Lama, 171–172; “First Things First!” [video], Gospel Library).

    0:58

    Malachi the Prophet

    1:22

    Yang Utama Dahulu!

  • Sewaktu Anda membaca Maleakhi 3:10 bersama-sama, Anda dapat mengajak anak-anak Anda untuk berdiri di dekat jendela ketika Anda membaca frasa “tingkap-tingkap langit.” Atau Anda dapat menuangkan air ke dalam cangkir sampai itu meluap untuk mengilustrasikan frasa “sampai berkelimpahan.” Beri tahu anak-anak tentang berkat-berkat yang telah Allah berikan kepada Anda sewaktu Anda membayar persepuluhan. Anak-anak Anda dapat membuat gambar yang mewakili berkat-berkat ini dan menggantungnya di atau dekat jendela di rumah Anda.

Maleakhi 4:5–6

Elia datang untuk memalingkan hati kita kepada keluarga kita.

  • Dalam Maleakhi 4:5–6, anak-anak Anda dapat mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut tentang nubuat Maleakhi: Siapa yang Tuhan janjikan untuk diutus? Kapan Dia memfirmankan orang ini akan datang? Apa yang Tuhan firmankan akan dilakukan orang ini? Mengapa orang ini perlu datang? Di mana nubuat ini digenapi? (Lihat Ajaran dan Perjanjian 110:13–16).

  • Untuk mengetahui bagaimana janji dalam Maleakhi 4:5 digenapi, Anda juga dapat meninjau “Joseph dan Oliver Diberi Imamat” dalam Kisah-Kisah Ajaran dan Perjanjian, 26–30. Sebuah lagu seperti “The Hearts of the Children” (Children’s Songbook, 92) dapat membantu anak-anak Anda belajar mengapa begitu penting bahwa Elia datang. Anda juga dapat mengunjungi FamilySearch.org/discovery, aplikasi FamilySearch Tree, atau buklet Keluarga Saya untuk kegiatan yang dapat membantu Anda dan anak-anak Anda memalingkan hati Anda kepada leluhur Anda.

Untuk lebih lanjut, lihat majalah Kawanku terbitan bulan ini.

seorang wanita melambaikan saputangan putih

Mourning’s Hossana, oleh Rose Datoc Dall. Seorang wanita yang bernama Mourning berdiri di dunia roh, dikelilingi oleh para leluhurnya. Dia merayakan pembebasannya dari penawanan rohani.

Halaman kegiatan Pratama: Tuhan memberkati saya sewaktu saya membayar persepuluhan