“Di Balik Layar: Penataan Panggung Pusat Konferensi,” Liahona, Mei 2024.
Di Balik Layar Konferensi Umum: Penataan Panggung Pusat Konferensi
Ketika kita membayangkan konferensi umum, kita mungkin membayangkan podium dan tempat duduk para pemimpin Gereja di depan pipa organ. Namun panggung Pusat Konferensi tidak terlihat demikian sepanjang tahun.
Pusat Konferensi mengadakan banyak acara yang memerlukan pengaturan yang berbeda, dan diperlukan berjam-jam untuk mempersiapkan panggung (secara resmi disebut “rostrum”) untuk konferensi umum. Sebuah tim yang terdiri dari 10 orang menghabiskan waktu sekitar tiga minggu menyiapkan panggung, lobi, dan fasilitas Pusat Konferensi lainnya yang siap bagi para pengunjung untuk menikmati konferensi umum.
Berikut adalah beberapa fakta menarik:
-
18 modul besar membentuk lantai panggung utama, dengan masing-masing seberat 1,5-4 ton.
-
Struktur-struktur yang berat tersebut dipindahkan oleh bantal-bantal udara terkompresi yang mendorongnya ke tanah, sehingga membuat struktur relatif mudah dipindahkan.
-
Sekitar 500 potongan yang lebih kecil, seperti rel dan panel, juga ditambahkan.
-
Pintu setinggi 80 kaki (24 m) terbuka untuk memungkinkan struktur-struktur terbesar dipindahkan ke tempatnya.
-
Tim penataan panggung juga mempersiapkan fasilitas untuk keamanan, misionaris, dan penyelenggaraan acara—dengan total lebih dari 600 tugas.
Joel Wright, penyelia penataan panggung untuk tim, telah membantu dengan 50 konferensi umum. Dia menyebut timnya sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa” yang mengerahkan upaya luar biasa. Dia berkata, “Tidak ada banyak kemegahan dalam menyiapkan kursi atau meja atau menata fasilitas ini.” Tetapi tanpa mereka, tuturnya, konferensi tidak akan sama.
Pemimpin penataan panggung, Brandon Urry, mencatat bahwa dibutuhkan “banyak orang yang berbeda dengan keterampilan yang berbeda serta latar belakang yang berbeda” untuk merampungkan pekerjaan mereka—”untuk menyiarkan kasih Tuhan dan firman yang harus Dia bagikan kepada semua orang.”
Brandon mengatakan mereka membutuhkan setiap orang dengan keterampilan yang berbeda tersebut untuk “bersatu demi satu tujuan.” Karena tujuan tersebut berpusat kepada Yesus Kristus, tim penataan panggung ini merasakan kehadiran-Nya dan melihat mukjizat-mukjizat-Nya.
Robert Simpson, juga pemimpin penataan panggung, menuturkan, “Saya … merasa seolah-olah Roh Tuhan masuk ke dalam pertemuan-pertemuan kami dan hadir untuk membantu kami … menyelesaikan [pekerjaan]. Terkadang kami bertanya-tanya bagaimana kami akan melewati itu semua. Tetapi kami berdoa dan memohon bantuan Bapa Surgawi kita.”
Dan sebagaimana Joel menambahkan, “Dengan bertahan, dengan gigih, dengan terus bekerja keras, [penataan panggung] terlaksana, siap untuk dinikmati di pagi hari konferensi umum.”