Kebaktian 2025
Petugas Pengawasan yang Saleh—Murid Yesus Kristus


44:17

Petugas Pengawasan yang Saleh—Murid Yesus Kristus

Kebaktian Sedunia untuk Dewasa Muda

4 Mei 2025

Teman-teman terkasih di seluruh dunia, selamat datang! Saya sangat senang mendapatkan kesempatan ini berada bersama Anda—untuk membagikan kasih dan aspirasi saya kepada Anda. Hal yang terpenting, saya berharap Anda akan memiliki pengalaman malam ini—di mana Anda akan merasakan kasih Allah dan diilhami untuk mencapai aspirasi tertinggi-Nya bagi Anda!

Kita berada di sini di Tabernakel yang bersejarah di Taman Bait Suci di Salt Lake City. Pembangunan gedung yang megah ini dimulai seratus tahun sebelum saya lahir. Itu adalah masa ketika bahan bangunan sangat mahal di Wilayah Utah, tidak ada jalur kereta api untuk membawa pasokan, dan kalaupun ada, uang tunai sangat langka. Namun, mereka yang mengerjakan bangunan megah ini memiliki banyak akal dan mendaur ulang bahan-bahan yang tersedia. Sejumlah kayu yang digunakan merupakan hasil daur ulang dari tempat tinggal yang telah dibangun sebelumnya. Paku dan ring paku dibuat dari sepatu lembu yang sudah usang. Plester dinding dicampur dengan bulu hewan agar kuat. “Memanfaatkan kembali,” “menggunakan kembali,” dan “mendaur ulang” adalah kata kunci mereka jauh sebelum kata-kata tersebut menjadi bagian dari bahasa sehari-hari kita.

Kakek buyut kedua dan ketiga saya, imigran dari Inggris, bekerja membangun pintu-pintu besar untuk Tabernakel ini. Pernahkah mereka membayangkan keturunan mereka, seorang cucu perempuan, berbicara dari tempat bersejarah ini?

Sister dan brother, apakah Anda memahami dampak yang akan Anda buat?

Dunia tempat kita tinggal penuh dengan tantangan. Anda adalah generasi wanita dan pria yang dipersiapkan untuk zaman ini—Anda memiliki kapasitas, atribut, hasrat, dan kesempatan untuk memanfaatkan kuasa Allah untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut dan menyelesaikannya. Potensi Anda adalah ilahi.

Saya percaya kepada Anda. Para nabi, pelihat, dan pewahyu mengungkapkan keyakinan kepada Anda. Jika diucapkan oleh mereka, itu seolah-olah diucapkan oleh Tuhan sendiri.

Jangan pernah menyerah dalam upaya mengatasi kerumitan yang ada di zaman ini. Kami membutuhkan Anda!

Saya mengerti bahwa mudah untuk terjebak dalam hal yang negatif, terperangkap dalam rentetan masalah yang terus-menerus diberitakan di dunia. Konflik bersenjata, politik yang penuh pertikaian, penindasan, bencana alam, penderitaan manusia—itu benar-benar membuat saya terperangah. Anda mungkin merasa tidak berdaya untuk menerapkan solusi yang sudah lama ada.

Dengan penuh keyakinan, saya menyatakan bahwa diberkati dengan kekuatan dan kuasa Allah yang tersedia bagi Anda ketika Anda membuat dan menepati perjanjian dengan-Nya, Anda dapat melawan hal-hal negatif dan menyinari di setiap sudut kegelapan.

“[Kita] adalah terang dunia,” Juruselamat berfirman. Dan “terang mengikatkan diri pada terang.” Memperkenankan terang kemuridan kita di dalam Yesus Kristus bersinar adalah bentuk energi terbarukan yang paling utama—energi dari sumber yang terus diperbarui. Saya bersaksi bahwa dengan membawa pertolongan dan terang-Nya kepada orang lain, kita menemukan pertolongan kita sendiri di dalam Dia.

Karena itu, jadilah pembawa damai di rumah Anda sendiri, di komunitas, dan di dunia maya. Ringankan penderitaan di lingkungan tempat tinggal Anda sendiri.

Tujuan Setan adalah agar kita ditindaki. Sebaliknya, rencana kebahagiaan Bapa memberikan kita kesempatan untuk bertindak, untuk menjadi juru kuasa demi kebaikan, perdamaian, dan pengharapan.

Kita dapat melawan disinformasi dengan berbagi informasi yang meneguhkan, penuh harapan, dan akurat—menjadi pembela kebenaran daripada hanya menjadi konsumen informasi. Kita dapat menjawab hal-hal negatif dengan membanjiri dunia dengan terang dan kabar baik dari Injil Yesus Kristus.

Seperti yang telah diserukan oleh nabi terkasih kita, Presiden Russell M. Nelson, “Jawabannya selalu Yesus Kristus.” “Apa pun pertanyaan atau masalah yang Anda miliki, jawabannya selalu ditemukan dalam kehidupan dan ajaran Yesus Kristus.”

Presiden Nelson telah mengajak kita untuk menjadikan kemuridan kita sebagai “prioritas utama” kita. Kita memperdalam kemuridan kita ketika kita belajar dari dan tentang Yesus Kristus. Jadi, marilah kita menjelajahi ajaran-ajaran Juruselamat.

Matius pasal 25 berisi tiga perumpamaan, perumpamaan terakhir yang dicatat Matius sebagai perumpamaan yang diajarkan Juruselamat dalam pemberian pelayanan fana-Nya. Dalam mempersiapkan ceramah konferensi umum saya baru-baru ini, dan dalam mempersiapkan untuk kebaktian ini, Roh mendorong saya untuk kembali dan belajar dari kisah-kisah ini.

Untuk tujuan kita, saya ingin menekankan aspek persiapan dan tugas pengawasan dari perumpamaan-perumpamaan ini. Presiden Nelson telah mengajak kita untuk menjadikan “sekarang … waktunya … untuk bersiap bagi Kedatangan Kedua … Yesus Kristus.” Tugas pengawasan adalah pengelolaan yang cermat dan bertanggung jawab atas sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang. Dalam upaya tugas pengawasan kita, kita mencontoh Yesus Kristus. Jadi, dengarkanlah pelajaran-pelajaran tentang persiapan dan tugas pengawasan yang dapat kita ambil dari kisah-kisah ini.

Pertama, perumpamaan tentang sepuluh gadis—lima yang bijaksana dan lima yang digambarkan bodoh.

Dalam perumpamaan tersebut, kesepuluh gadis berada di lokasi yang tepat, menunggu mempelai laki-laki. Mereka masing-masing datang dengan pelita. Itu sama seperti Anda semua. Anda berada di sini, menjalankan iman Anda dan membangun kesaksian Anda.

Ketika mempelai laki-laki—yang mewakili Juruselamat—datang pada tengah malam yang tak terduga, lima gadis tidak memiliki minyak yang cukup untuk pelita mereka. Mungkin mereka tidak berpikir bahwa memiliki minyak ekstra itu penting atau perlu. Atau mereka tidak melakukan tugas pengawasan yang bijaksana atas minyak yang mereka miliki. Mungkin karena terdistraksi, mereka gagal mempersiapkan diri secara memadai untuk menjaga agar lampu tetap menyala.

Maka, sebagai jawaban atas permohonan mereka untuk diizinkan masuk ke dalam perjamuan pernikahan, mempelai pria menjawab, “Aku tidak mengenal kamu.” Menyiratkan bahwa, melalui persiapan dan tugas pengawasan bijaksana mereka, kelima gadis yang bijaksana itu memang mengenal Dia.

Minyak yang berharga, yang melambangkan keinsafan pribadi, memperkenankan gadis yang bijaksana untuk menyalakan pelita mereka dan memasuki pesta pernikahan bersama mempelai pria. Minyak tersebut tidak dapat dibagikan kepada teman-teman mereka karena keinsafan pribadi hanya bersifat pribadi. Kita dapat dan hendaknya mengangkat setinggi mungkin terang pelita kita untuk mengangkat dan menguatkan orang lain, tetapi kita masing-masing adalah petugas pengawasan bagi keinsafan kita sendiri.

Seperti yang difirmankan oleh Juruselamat, “Setialah, berdoalah selalu, memiliki pelitamu yang terawat rapi dan menyala, dan minyak bersamamu, agar kamu boleh siap pada kedatangan Mempelai Laki-Laki.”

Demikian juga kita akan mengenal Juruselamat dan memiliki “rasa percaya kita dalam menghampiri Allah sekarang juga ketika kita mempersiapkan diri untuk menjaga agar pelita kita tetap penuh dengan minyak keinsafan dan kemudian memperkenankan terang keinsafan itu bersinar. Seperti yang digambarkan oleh patung megah di Taman Bait Suci, kita dapat dan hendaknya mendukung serta menguatkan orang lain seperti yang kita lakukan—memanggil orang lain untuk datang kepada terang—Terang Dunia, Yesus Kristus.

Perumpamaan kedua yang diceritakan oleh Matius adalah tentang talenta. Dalam kisah itu, sang tuan, untuk mengantisipasi perjalanan jauh, memberikan talenta kepada tiga orang hambanya. Pada masa Perjanjian Baru, talenta melambangkan uang. Tetapi saya berharap Anda akan berpikir tentang talenta sebagai karunia, kemampuan, dan berkat yang diberikan kepada kita oleh Bapa Surgawi. Kepada seorang hamba, tuannya memberikan lima talenta, kepada seorang lagi dua talenta, dan kepada yang lain satu talenta. Kemudian sang tuan memulai perjalanannya.

Ketika dia kembali, dia menemukan bahwa hamba yang telah dia berikan lima talenta dan dua talenta telah melakukan tugas pengawasan yang setia dan menguntungkan serta telah menggunakan talenta itu dengan baik. Masing-masing telah melipatgandakan talenta yang telah dipercayakan kepada mereka. Setelah mereka setia dengan sedikit talenta, Tuan memberi mereka lebih banyak lagi, sambil berseru, “Bagus, hai hambaku yang baik dan setia! Engkau telah setia dalam hal kecil; aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam hal yang besar. Masuklah ke dalam sukacita tuanmu.”

Sebaliknya, hamba yang telah diberi satu talenta mengubur talentanya—mungkin karena dia terdistraksi perhatiannya dan menunda-nunda untuk memanfaatkan talenta yang dimilikinya dengan baik. Atau mungkin dia frustrasi karena tidak tahu bagaimana cara memulainya atau takut gagal. Mungkin dia membandingkan dirinya dengan para hamba yang lain, dan keraguannya akan kemampuannya sendiri membuatnya tidak mau mencoba. Dia tidak mempersiapkan diri untuk kedatangan kembali sang tuan, dia tidak mengalami sukacita melakukan tugas pengawasan yang setia, dan dia kehilangan talentanya.

Perumpamaan tentang sepuluh gadis dan tentang talenta adalah perumpamaan yang paralel. Keduanya menekankan bahwa kita memiliki tanggung jawab pribadi atas keinsafan kita sendiri dan harus mempersiapkan diri sendiri untuk menerima karunia permuliaan dari Tuhan—dan bahwa kita memiliki tugas pengawasan dan pertanggungjawaban pribadi atas apa yang dengannya kita telah diberkati.

Terakhir, Matius 25 bercerita tentang mereka yang memiliki “rasa percaya di hadirat Allah.” Digambarkan sebagai domba-domba dari Gembala yang Baik, yang berada di sisi kanan-Nya, menikmati perjamuan kawin dengan-Nya, dan diberkati untuk menjadi penguasa atas banyak hal, Dia berfirman:

“Ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu menjenguk Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.”

Video ini mengekspresikannya dengan indah.

[video (subtitles)]

“Yesus menunjukkan kepada kita cara mengasihi sesama kita. Kita mengikuti teladan-Nya ketika [kita mengangkat] yang lelah[,] memelihara anak-anak[,] menghibur orang-orang di sekitar kita[,] memberi makan yang lapar[,] mencari mereka yang membutuhkan. Setiap hari adalah kesempatan untuk menjadi seperti Dia[,] melayani seperti Dia[,] peduli seperti Dia. Setiap hari, kepedulian dimulai dari Anda. Kunjungi CaringSummary.ChurchofJesusChrist.org.”

[end video]

Inilah yang diminta dari kita. Sebagai murid-murid-Nya, kita mempersiapkan diri kita untuk Kedatangan Kedua-Nya dan kita dengan beriman dan bermanfaat menjalankan tugas pengawasan atas apa yang kita telah diberkati. Keibaan, kasih amal, kebajikan, dan tugas pengawasan yang setia membuat kita memenuhi syarat untuk tinggal bersama-Nya dan memiliki rasa percaya di hadirat Allah sekarang. Seperti yang Mormon ajarkan, mereka yang dipenuhi dengan kasih amal—kasih murni Kristus—“akan baik-baik saja dengan [mereka]” di zaman terakhir. Mereka akan menjadi seperti Juruselamat, melihat Dia sebagaimana Dia adanya, dan dipenuhi dengan harapan dan dimurnikan sebagaimana Dia adalah murni. Presiden Nelson telah menyatakan, “Kasih amal dan kebajikan membukakan jalan untuk memiliki rasa percaya di hadapan Allah!”

Ketiga perumpamaan ini mengajarkan bagaimana murid-murid-Nya—bagaimana kita—hendaknya mempersiapkan diri untuk menghadapi masa-masa sulit yang mendahului Kedatangan Kedua Juruselamat. Inilah masa di mana kita tinggal! Kita harus menjaga agar pelita keinsafan kita tetap menyala terang, membiarkan terang kita bersinar, menggunakan dan meningkatkan talenta kita, peduli kepada mereka yang membutuhkan—yaitu, memiliki kasih amal—kasih murni Kristus.

Ketiga perumpamaan ini mengajarkan kita tentang tugas pengawasan:

Tugas pengawasan untuk keinsafan kita sendiri.

Tugas pengawasan atas karunia, talenta, aset, dan bantuan yang dengannya kita telah diberkati, termasuk bumi itu sendiri.

Tugas pengawasan terhadap tetangga kita yang kelaparan, tunawisma, terluka, dan lelah.

Sebagai murid-murid Yesus Kristus, bagaimana kita mempraktikkan tugas pengawasan yang baik?

Mungkin pembahasan yang lebih menyeluruh tentang tugas pengawasan akan bermanfaat. Pertama-tama, mari kita definisikan tugas pengawasan. Apa yang dimaksud dengan petugas pengawasan?

Seorang petugas pengawasan mengelola aset rumah tangga atau lahan yang luas. Petugas pengawasan bukanlah pemilik aset tetapi dipercayakan untuk mengelolanya atas nama pemilik. Petugas pengawasan yang menguntungkan adalah yang setia kepada pemilik aset, merawat sumber daya dengan bijaksana dan murah hati. Oleh karena itu, tugas pengawasan adalah mengelola hal-hal yang dipercayakan kepada kita dengan cermat dan penuh tanggung jawab.

Uskup Gérald Caussé dari Keuskupan Ketua mengajarkan apa artinya menjadi seorang petugas pengawasan duniawi. Dia berkata, “Dalam istilah Injil, kata tugas pengawasan menandakan tanggung jawab sakral rohani atau jasmani untuk merawat sesuatu yang adalah milik Allah, yang untuknya kita diberi kepercayaan.

Pertimbangkan betapa agungnya gagasan ini! Kita adalah petugas pengawasan atas aset yang telah dipercayakan Bapa di Surga kepada kita. Itu adalah sebuah kepercayaan sakral atas bumi; sumber dayanya; anak-anak-Nya; karunia, talenta, dan berkat-berkat kita. Dan itu adalah tanggung jawab sakral untuk memperlakukan aset-Nya dengan hati-hati.

Untuk apa atau untuk siapa Anda memiliki tugas pengawasan?

Ini benar-benar untuk semua ciptaan Allah di bumi ini. Anda memiliki tugas pengawasan atas tubuh dan pikiran Anda sendiri. Anda memiliki tugas pengawasan atas kemampuan, talenta, karunia rohani, dan bantuan yang dengannya kita telah diberkati. Anda memiliki tugas pengawasan atas bumi. Anda memiliki tugas pengawasan terhadap satu sama lain.

Uskup Caussé menjelaskan, “Tugas pengawasan kita atas ciptaan Allah juga mencakup, pada puncaknya, tugas sakral untuk mengasihi, menghormati, dan memedulikan seluruh umat manusia dengan siapa kita berbagi bumi ini. Mereka adalah putra dan putri Allah, saudara dan saudari kita, dan kebahagiaan kekal mereka merupakan tujuan utama pekerjaan penciptaan.”

Apakah Anda akan menjadi petugas pengawasan yang menguntungkan? Artinya, bersediakah Anda merawat ciptaan Allah dengan bijaksana dan murah hati?

Saya ingin menekankan fokus kita pada tugas pengawasan atas karunia dan talenta yang dengannya kita telah diberkati, tugas pengawasan atas bumi, dan tugas pengawasan atas sesama. Ingatlah, tugas pengawasan yang saleh adalah bukti kemuridan kita.

Pertama, tugas pengawasan atas karunia dan talenta kita.

Dari Ajaran dan Perjanjian 46:11–12 kita belajar kebenaran ini:

“Karena kepada semua orang tidaklah setiap karunia diberikan bagi mereka; karena ada banyak karunia, dan kepada setiap orang diberikan karunia oleh Roh Allah.

Kepada sebagian diberikan yang satu, dan kepada sebagian diberikan yang lain, agar semuanya boleh diuntungkan olehnya.”

Karunia rohani kita adalah kapasitas yang diberikan oleh Allah kepada kita masing-masing. Itu diberikan sesuai dengan kehendak dan waktu-Nya, melalui kuasa Roh Kudus, dan dimaksudkan untuk memberkati dan bermanfaat bagi semua anak Allah.

Para petugas pengawasan yang setia mencari dan mengundang karunia-karunia rohani ke dalam kehidupan mereka dan menggunakan karunia-karunia yang dengannya mereka telah diberkati untuk mengangkat dan melayani orang lain. Anda masing-masing, anak-anak Allah, telah diberi karunia dan talenta khusus.

Penatua Marvin J. Ashton, seorang anggota Kuorum Dua Belas, mendeskripsikan beberapa karunia, atribut, dan kemampuan yang tidak terlalu mencolok yang mungkin tidak Anda pertimbangkan. Sementara saya membuat daftarnya, maukah Anda melakukan refleksi diri dan berusaha mengidentifikasi satu atau dua hal yang dengannya Anda telah diberkati? Kemudian, setelah memiliki karunia itu, pertimbangkanlah bagaimana Anda akan menggunakannya sebagai seorang petugas pengawasan yang setia untuk memberkati orang lain.

“Karunia bertanya; karunia mendengarkan; karunia mendengar dan menggunakan suara lembut dan tenang; karunia dapat menangis; karunia menghindari perselisihan; karunia menyepakati; karunia menghindari pengulangan yang sia-sia; karunia mencari apa yang saleh; karunia tidak menghakimi; karunia memandang Allah untuk bimbingan; karunia menjadi murid; [karunia untuk menenangkan;] karunia mengurus orang lain; karunia dapat merenungkan; karunia mengucapkan doa; karunia memberikan kesaksian yang kuat; dan karunia menerima Roh Kudus”

Sewaktu Anda terus merenungkan karunia Anda, bolehkah saya memberikan sebuah peringatan? Jangan membandingkan atau mengukur karunia Anda dengan karunia orang lain. Jangan terlibat dalam “penilaian diri yang merendahkan.” “Perbandingan adalah pencuri sukacita.” Miliki karunia Anda sendiri dan rayakan karunia yang dimiliki orang lain. Ingatlah, karunia-karunia rohani diberikan oleh Allah melalui Roh dengan tujuan agar semua orang mendapatkan manfaat darinya.

Nenek saya yang terkasih adalah seorang guru bahasa Inggris dan memilih kata-katanya dengan hati-hati. Dia suka mengatakan, “Perbandingan itu menjijikkan.” Menjijikkan adalah kata yang sangat keras. Artinya “tercela dan sangat tidak pantas.” Mengapa nenek saya menggunakan kata yang begitu keras saat menasihati saya tentang risiko dalam membuat perbandingan? Karena membandingkan diri kita dengan orang lain jarang sekali membuat kita produktif. Dengan membandingkan diri kita dengan orang lain, kita memisahkan diri kita dari mereka. Alih-alih merasa menjadi bagian dari seluruh tubuh Kristus, saya mengambil peran sebagai jari kelingking dan mengukur nilai saya dengan seseorang yang saya anggap sebagai bahu, lengan, dan badan. Umumnya, ketika kita membandingkan diri kita dengan orang lain, kita merasa rendah diri atau merasa lebih unggul, padahal sebenarnya tidak demikian. Kita semua adalah anak-anak terkasih dari Orang Tua Surgawi, diberkati dengan paket karunia rohani, atribut, bakat, dan kekuatan yang sifatnya pribadi.

Jadi, saya mengajak Anda untuk mengembangkan karunia untuk tidak membandingkan. Mintalah kepada Bapa Surgawi untuk membantu Anda mengidentifikasi karunia dan talenta rohani Anda dan bagaimana Anda dapat menggunakannya sebagai seorang petugas pengawasan yang setia.

Berikut adalah contohnya.

Beberapa tahun yang lalu, Jean, seorang dewasa muda yang tinggal di Belanda, merenungkan perintah yang pertama kali diberikan kepada Adam dan Hawa untuk bertambah banyak dan memenuhi bumi. Ketika dia dan suaminya mengalami ketidaksuburan, mereka berusaha untuk memahami bagaimana perintah itu kemudian diterapkan kepada mereka. Dia menyadari bahwa selama periode ketika Adam dan Hawa tidak memiliki anak, mereka mengolah dan merawat taman yang telah diberikan Allah kepada mereka sebagai tugas pengawasan. Sewaktu dia mempertimbangkan keadaannya, dia memikirkan tentang taman tempat dia tinggal—taman di bumi, taman di negaranya, taman di keluarganya, dan taman di lingkungannya [ward].

Dia menyadari bahwa meskipun dia tidak tinggal di Taman Eden, ini adalah taman di mana Tuhan telah menempatkan dia. Dia dapat berupaya untuk mengembangkan dan memenuhi apa yang telah Dia berikan kepadanya sebagai tugas pengawasan. Jean merenungkan:

  • “Bagaimana saya dapat mengembangkan karunia-karunia yang telah Tuhan berikan kepada saya dan orang lain?

  • Bagaimana saya dapat mengembangkan kasih terhadap anak-anak Allah?

  • Bagaimana saya dapat mengembangkan waktu dan upaya saya untuk melayani orang lain?

  • Bagaimana saya dapat memenuhi sumur kerohanian saya sendiri?

  • Bagaimana saya dapat memenuhi apa yang telah hilang dari orang lain, baik duniawi maupun rohani?

  • Bagaimana saya dapat memenuhi harapan dan iman yang tampaknya hilang bagi banyak orang di dunia?”

Sewaktu Jean berfokus pada pertanyaan-pertanyaan tersebut, dia diberkati untuk mengenali kesempatan untuk mengembangkan dan memenuhi dengan menggunakan karunia dan talentanya. Dia mengajar teater kepada anak-anak muda dari seluruh dunia. Dia melayani para remaja putri. Dia memanfaatkan fleksibilitas dalam kehidupan profesionalnya untuk membantu merawat anak-anak dari teman-temannya. Dia meluangkan lebih banyak waktu untuk menelaah Injil dan merasa diberkati untuk lebih memahami bagaimana menanggung beban orang lain dan menghibur mereka yang membutuhkan penghiburan. Hal ini meningkatkan kesaksian dan imannya kepada Yesus Kristus dan Injil-Nya. Yang paling penting, dia mendapatkan pemahaman pribadi tentang rencana Allah baginya.

Pengawas yang baik selalu mengembangkan dan menambah aset Sang Guru.

Meskipun tidak seperti yang awalnya dia bayangkan, pengalaman Jean adalah bukti yang indah akan janji dari nabi Yeremia, yang mengatakan:

“Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang mempercayakan dirinya pada Tuhan!

“Mereka akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi sungai, dan tidak takut akan datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam tahun kekeringan, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.”

Kedua, tugas pengawasan untuk bumi dan untuk semua anak Allah.

Presiden Russell M. Nelson telah mengajarkan, “Sebagai penerima manfaat dari Ciptaan ilahi, apa yang akan kita lakukan? Kita hendaknya merawat bumi ini, menjadi petugas pengawasan yang bijaksana atasnya, dan melestarikannya untuk generasi masa datang.”

Saya tahu ini adalah topik yang sangat diperhatikan oleh generasi Anda. Anda memiliki tekad yang besar, dan sebagian dari Anda memiliki kecemasan. Izinkan saya meyakinkan Anda bahwa Allah telah mempersiapkan jalan untuk hidup sehat bagi semua orang di planet ini jika kita mau menggunakan karunia dan talenta kita untuk kebaikan ini, tetap layak menerima wahyu, dan dengan bijaksana menggunakan sumber daya bumi yang melimpah untuk saling menjaga satu sama lain.

Tuhan berfirman:

“Aku … merentangkan langit, dan membangun bumi, bahkan karya tangan-Ku; dan segala sesuatu di dalamnya adalah milik-Ku.

“Karena bumi penuh adanya, dan ada cukup dan berlebih-lebih; ya, Aku mempersiapkan segala sesuatu, dan telah memberikan kepada anak-anak manusia untuk menjadi juru kuasa bagi diri mereka.”

Bagaimana Anda akan menggunakan hak pilihan yang dengannya Anda telah diberkati, yaitu tugas pengawasan Anda, untuk memberkati bumi dengan kemuliaan?

Tuhan memperjelas di ayat berikutnya bahwa kita harus “mengambil dari kelimpahan yang telah [Dia] jadikan, dan tidak memberikan bagiannya, menurut hukum Injil-[Nya], kepada yang miskin dan yang membutuhkan.” Ada cukup banyak untuk disisihkan jika kita berbagi berkat kita yang berlimpah dan menggunakan hak pilihan kita sebagai petugas pengawasan seperti Kristus di bumi.

Mari kita kembali ke kutipan dari Presiden Nelson tentang tugas pengawasan kita terhadap bumi. Dia bertutur, “Sebagai penerima manfaat dari Ciptaan ilahi, apa yang akan kita lakukan? Kita hendaknya merawat bumi ini, menjadi petugas pengawasan yang bijaksana atasnya, dan melestarikannya untuk generasi masa depan.”

Kemudian Presiden Nelson melanjutkan, “Dan kita harus mengasihi dan peduli satu sama lain.”

Penting bagi kita untuk mengenali hubungan antara kepedulian terhadap bumi dan kepedulian terhadap sesama. Dalam kepedulian terhadap bumi, memperindah lingkungan setempat, dan membantu komunitas kita menjadi lebih berkesinambungan, kita bertindak sebagai petugas pengawasan bumi yang bijaksana untuk memberkati kehidupan sesama. Mereka adalah orang-orang yang telah diperintahkan untuk kita kasihi. Seperti domba-domba dalam perumpamaan, kita memberi makan yang lapar, memberi minum yang haus, memberi pakaian kepada yang telanjang, dan mengunjungi yang sakit dan lelah. Kita “menyokong yang lemah, mengangkat tangan yang terkulai, dan menguatkan lutut yang lunglai.”

Para sister dan brother Anda di seluruh dunia melakukan hal ini. Eritai dibesarkan di pulau terpencil Marakei, Kiribati. Setelah kembali dari misinya, dia kuliah di BYU-Hawaii, di mana dia terlibat dalam SWAT, tim Sustainable World Action Technology, dan belajar tentang berkebun hidroponik, sebuah metode menanam tanaman tanpa tanah dengan menggunakan nutrisi mineral dalam larutan air. Setelah lulus, Eritai kembali ke Kiribati untuk membantu masyarakatnya.

Kiribati adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari 32 pulau karang berbentuk cincin dengan laguna di tengahnya, yang disebut atol, dan satu pulau karang yang ditinggikan. Karena lokasinya yang berada di sepanjang garis khatulistiwa, kondisi cuacanya tidak bersahabat. Angin laut yang panas dan asin, serta intrusi air laut merusak tanaman pangan dan mencemari air. Jadi, ada kekurangan tanah dan tempat untuk menanam makanan bergizi. Malanutrisi dan penyakit telah menyebar luas di kalangan penduduk kepulauan Kiribati karena mereka hampir secara eksklusif mengandalkan makanan impor dan olahan.

Namun Eritai memiliki energi dan visi, bakat yang dia gunakan untuk menciptakan program berkelanjutan untuk mengajarkan keluarga-keluarga Kiribati tentang cara menanam buah dan sayuran yang sehat dengan menggunakan hidroponik. Kebun hidroponik bersifat portabel, mandiri, dan tumbuh dengan cepat, menghasilkan panen dalam 30 hari.

Atas pekerjaannya yang inovatif dan menyelamatkan nyawa, Eritai dianugerahi penghargaan United Nations Champion of the Earth untuk Asia Pasifik.

Eritai adalah contoh yang luar biasa dalam menggunakan karunia dan talenta secara menguntungkan dalam tugas pengawasan terhadap bumi dan sesamanya. Memberi makan orang yang lapar, kita diperhitungkan di antara domba-domba di sebelah kanan Allah.

Kita harus memberi minum kepada yang haus. Memberkati sesama kita dengan akses air bersih, sanitasi, dan kebersihan sangat penting bagi perkembangan manusia. Untuk mencapai pekerjaan ini, Gereja berkolaborasi dengan organisasi lain dan komunitas lokal di seluruh dunia untuk meningkatkan akses terhadap layanan ini dan memperkuat sistem secara keseluruhan, memastikan bahwa solusi tersebut dapat bertahan lama dan mendorong kemandirian. Ini adalah pekerjaan yang penting! Hal ini semakin penting karena bencana kekeringan semakin meluas di seluruh dunia dan penduduk terus bertambah.

Alexandra, seorang dewasa muda di Cascas, Peru, bertanya kepada dirinya sendiri, “Apa yang kurang kita miliki di sini?” Alexandra tahu bahwa setidaknya 20 persen keluarga di komunitasnya tidak memiliki layanan sanitasi yang aman, sehingga meningkatkan risiko penyakit yang ditularkan melalui air seperti kolera. Untuk mengatasi tantangan ini, Alexandra mengikuti pelatihan bisnis sanitasi yang diselenggarakan oleh tim Water for People di Peru.

Dia memulai bisnis dan mengisi toko kecilnya dengan barang-barang seperti wastafel, keran, toilet, ubin, dan bahan-bahan lain yang dibutuhkan keluarga untuk melengkapi kamar mandi mereka. Sekarang keluarga-keluarga di Cascas memiliki akses ke bahan-bahan yang mereka butuhkan untuk membangun kamar mandi rumah tangga.

Anda juga dapat mengidentifikasi kebutuhan air bersih dan sanitasi di komunitas Anda dan bagaimana Anda dapat terlibat.

Nabi Yesaya menegaskan kepada teman sezamannya, Yeremia, ketika dia mengatakan kepada kita:

“Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar makananmu sendiri dan memenuhi kebutuhan orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap .…

Tuhan akan menuntun engkau senantiasa dan memenuhi kebutuhanmu di tanah yang gersang, … Engkau akan seperti kebun yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.”

Tentu saja, Yesus Kristus adalah sumber dari segala air hidup. Saya bersaksi bahwa sewaktu kita memberi minum kepada orang yang haus, kita diberkati untuk meminum air hidup-Nya —“mata air yang terus-menerus memancar sampai pada hidup yang kekal.” Sewaktu kita peduli terhadap bumi dan sesama kita, kita semakin dekat dengan Juruselamat dan menghasratkan hubungan perjanjian dengan-Nya yang memungkinkan kita untuk menjadi lebih seperti Dia. Kita akan menjadi petugas pengawasan yang bertanggung jawab—dan juga petugas pengawasan yang bahagia. Kita akan diperbaharui dan terbang tinggi dengan sayap seperti burung rajawali dan tidak menjadi lesu.

Tahun lalu, Presidensi Umum Lembaga Pertolongan mengumumkan perluasan inisiatif global untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan perempuan dan anak-anak. Atas permintaan Presidensi Utama, Lembaga Pertolongan memimpin upaya ini.

Kita ingin memberdayakan perempuan dan keluarga dengan pemahaman dan sumber daya yang lebih besar sehingga mereka lebih siap untuk melakukan perubahan yang dapat memberikan dampak jangka panjang di rumah, komunitas, dan negara mereka. Ketika seorang perempuan diberdayakan karena dia sehat dan berpendidikan, keluarga diberkati, komunitas terangkat, dan bangsa diperkuat. Ketika Anda memberkati seorang anak, Anda berinvestasi untuk masa depan. Jadi, pekerjaan kita berfokus pada nutrisi untuk balita, perawatan ibu dan bayi baru lahir, imunisasi, serta pendidikan.

Alaina adalah seorang dewasa muda yang tinggal di Georgia, Amerika Serikat. Dia sedang mengambil gelar doktor di bidang terapi okupasi dengan tujuan untuk bekerja di unit perawatan intensif neonatal (NICU) rumah sakit untuk bayi yang membutuhkan perawatan ekstra setelah lahir, terutama yang lahir prematur. Inisiatif global Lembaga Pertolongan untuk perempuan dan anak-anak memiliki makna yang mendalam bagi Alaina. Terilhami oleh undangan untuk berpartisipasi dalam inisiatif global ini, Alaina menjadikan “perawatan kanguru”, atau kontak kulit ke kulit untuk bayi yang lahir prematur, sebagai subjek proyek akhir pascasarjananya.

Ada hampir 15 juta bayi yang lahir prematur setiap tahunnya di seluruh dunia. Di Atlanta, Georgia, tempat Alaina tinggal, angka kelahiran prematur dan angka kematian bayi lebih tinggi daripada rata-rata nasional AS.

Alaina membuat program edukasi agar masyarakat lebih sadar akan manfaat kontak kulit ke kulit antara bayi prematur dan ibunya. Bayi yang hanya mengenakan popok, diletakkan langsung di atas kulit ibu di dadanya, dengan selimut yang kemudian diletakkan di atas keduanya. Kontak ini menjaga suhu, menurunkan stres, mengatur hormon, meningkatkan hubungan, mendorong kelancaran menyusui, meningkatkan kualitas tidur, dan banyak manfaat lainnya. Namun, ini tidak selalu diterapkan di NICU sebagai standar perawatan. Proyek Alaina bertujuan untuk meningkatkan implementasi.

Risetnya terasa sangat rohani baginya. “Membaca ilmu pengetahuan … dan … mempelajari bahwa tubuh kita diciptakan untuk melakukan hal-hal ini” masuk akal baginya karena apa yang dia ketahui tentang rencana keselamatan.

Perawatan kulit-ke-kulit untuk bayi prematur sangat menyentuh bagi saya, karena saya memiliki cucu laki-laki yang lahir pada bulan Februari hampir tujuh minggu lebih awal. Dengan berat badan hanya hanya sekitar 1,5 kilogram, pejuang kecil kami berada di NICU selama hampir satu bulan. Setiap hari, menantu perempuan dan putra saya memeluknya di dada mereka, dari kulit ke kulit. Anda tahu, “perawatan kanguru” adalah untuk para ayah juga. Sifat traumatis dari kelahiran cucu kami yang tiba-tiba, dan rasa sakit karena perpisahan yang terkait dengan meninggalkannya di rumah sakit, terobati pada momen itu.

Alaina membiarkan terang keinsafannya bersinar; dia menggunakan talenta yang dengannya dia telah diberkati, dan dia peduli terhadap mereka yang membutuhkan dengan menelaah dan meningkatkan kesadaran akan praktik penting ini. Upayanya menanggapi panggilan Juruselamat—“Ketika Aku sakit, kamu menjenguk Aku.”

Eritai, Alexandra, dan Alaina adalah murid-murid Yesus Kristus yang mempersiapkan diri mereka bagi Kedatangan Kedua-Nya yang sewaktu mereka dengan setia dan bermanfaat menjalankan tugas pengawasan atas apa yang dengannya mereka telah Tuhan berkati.

Juruselamat berfirman, “Segala sesuatu yang telah kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” Tentunya orang-orang dewasa muda ini mewakili mereka yang Juruselamat gambarkan sebagai domba-domba-Nya, yang akan berada di sisi kanan-Nya, yang memenuhi syarat untuk menikmati hadirat-Nya.

Kita berasal dari sebuah gereja yang melakukan kebaikan luar biasa di seluruh dunia, memberkati kehidupan sesama kita, bukan hanya anggota kita. Pada tahun 2024, ada sebanyak 6,6 juta jam kerja sukarela, pengeluaran sebesar 1,45 miliar dolar AS telah disumbangkan di 192 negara dan wilayah. Inisiatif kemanusiaan global Gereja mencakup proyek-proyek air bersih, kebersihan dan sanitasi, bantuan darurat, perawatan kesehatan, dan proyek ketahanan pangan. Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir dan para anggotanya memperkenankan terang mereka bersinar untuk memuliakan Bapa kita di Surga.

Sementara Gereja dan Lembaga Pertolongan dapat dan akan menggunakan jangkauan global mereka untuk meningkatkan upaya-upaya terilhami untuk memberi makan yang lapar, memberi minum yang haus, memberi pakaian yang telanjang, dan merawat yang sakit, pekerjaan terpenting dan berdampak besar terus dilakukan satu per satu.

Dalam upaya mencontoh Yesus Kristus, kita berupaya untuk mengenali kebutuhan-kebutuhan mendesak di sekitar kita dan menanggapinya dengan kasih. Kita berupaya untuk menjadi petugas pengawasan yang setia atas aset-aset-Nya —yang meliputi talenta dan kesempatan yang dengannya kita telah diberkati, bumi dengan segala kemegahannya, dan orang-orang dalam lingkup pengaruh kita.

Seperti Naaman dari Perjanjian Lama, Anda mungkin menunggu untuk diberi tahu “hal yang sukar” untuk dilakukan—bertanya-tanya bagaimana Anda bisa sampai ke daerah terpencil di Afrika atau sebuah pulau di lautan untuk merawat sesama manusia di dunia.

Sister dan brother, saya mengajak Anda untuk menggunakan karunia dan talenta Anda untuk melakukan beberapa hal kecil dan sederhana di dalam lingkup tugas pengawasan Anda. Di mana pun Anda tinggal, ada anak-anak yang kekurangan gizi. Di mana pun Anda tinggal, ada orang yang tidak bisa membaca. Di mana pun Anda tinggal, ada hambatan terhadap layanan kesehatan. Di mana pun Anda tinggal, ada orang-orang yang lapar, haus, telanjang, sakit, dan berada di penjara, baik secara harfiah maupun kiasan.

Teman-teman, kami membutuhkan Anda! Saya berharap Anda akan dengan sungguh-sungguh mencari wahyu dan menggunakan karunia serta talenta Anda untuk menemukan solusi kreatif untuk membantu memberkati masa depan semua anak Allah. Ini tentu saja merupakan bagian dari tugas pengawasan ilahi Anda.

[video (subtitles)]

“Alam semesta sangatlah luas. Triliunan galaksi dengan miliaran bintang, daratan, perairan, tumbuhan, dan hewan. Namun, Allah mengenal dan mengasihi semua ciptaan-Nya dengan nama. Termasuk Anda.”

[end video]

Saya akhiri dengan kisah pribadi, kisah tentang sahabat baik saya Lydia, yang memberikan doa pembuka malam ini. Saya berkenalan dengan Lydia ketika dia melayani di Gedung Lembaga Pertolongan sebagai misionaris pelayanan beberapa tahun yang lalu. Lydia selalu mengenakan pakaian ungu karena wanita yang digambarkan sebagai orang insaf pertama Paulus adalah Lidia, yang merupakan seorang penjual kain ungu.

Lydia didiagnosis menderita artritis saat usianya baru empat tahun. Meskipun dia menderita kesakitan setiap hari, dia dengan senang hati memperkenankan terang keinsafannya kepada Yesus Kristus bersinar. Jika ada sesuatu yang bajik, indah, berita yang baik atau patut dipuji—dia memiliki semua itu!

Sebagai bagian dari penugasan ini untuk berbicara kepada Anda semua, saya diajak untuk memilih orang yang akan berdoa malam ini. Lydia langsung terlintas di benak saya. Dia menyelesaikan misinya, mulai kuliah di BYU, dan diterima di Fakultas Keperawatan. Karena dia adalah sahabat baik saya, kami tetap berhubungan satu sama lain. Saya mengasihi Lydia.

Sudah menjadi tugas saya untuk memintanya berdoa, tetapi saya belum sempat meneleponnya. Kemudian pada tanggal 31 Maret, saya menerima pesan teks dari Lydia:

“Selamat Pagi Presiden Johnson!!!

Saya sangat mengasihi Anda!

Tadi malam Anda ada di dalam mimpi saya. Saya merasa sangat gugup dan stres tentang sesuatu yang harus saya lakukan, dan Anda memerhatikan itu. Anda merangkul saya, menarik saya [mendekat] dengan kepala Anda di dekat kepala saya dan berbisik di telinga saya, ‘Tidak apa-apa, Lydia[;] Anda bisa melakukan ini. Lakukan saja hal-hal kecil.’ Dorongan lembut dan pengingat Anda untuk mengambil langkah demi langkah adalah hal yang perlu saya dengar hari ini. Oh betapa saya membutuhkan pelukan Presiden Johnson! Saya pikir Bapa Surgawi terkadang mengirimkan pesan-pesan kecil kepada kita melalui orang-orang yang kita kasihi dan percayai seperti Anda.

Saya harap Anda merasakan malaikat mendukung Anda minggu ini. Ini pelukan hangat untukmu, sahabat.”

Saya segera membalas pesan tersebut, “Saya tidak sabar untuk memberi tahu Anda mengapa Anda mengalami mimpi itu!”

Saya menelepon Lydia malam itu untuk menanyakan apakah dia bersedia untuk berdoa di acara kebaktian dewasa muda sedunia ini. Tentu saja, dia berkata ya—dan melanjutkan dengan menceritakan apa yang belum dia ceritakan dalam pesan teksnya. Itu adalah detail yang dia anggap tidak penting ketika dia menuliskan pesan kepada saya. Dalam mimpinya, dia merasa gugup untuk berdoa di depan orang banyak.

Ah, betapa lembutnya belas kasihan Tuhan! Saya telah menunda meminta Lydia untuk berdoa tanpa alasan yang jelas—kecuali agar Lydia perlu memiliki mimpinya. Sebuah kepastian bahwa Tuhan memperhatikan dia dan ingin dia memiliki kesempatan ini.

Ya, alam semesta sangatlah luas. Triliunan galaksi. Dengan miliaran bintang. Daratan, perairan, tanaman, dan hewan yang tugas pengawasannya telah Dia berikan kepada kita. Dan Allah mengenal dan mengasihi semua ciptaan-Nya dengan nama. Termasuk Anda.

Juruselamat memperkenalkan pemberian pelayanan fana-Nya dengan mengatakan bahwa Dia diutus “untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; … untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas.” Jika itu adalah misi-Nya dan kita adalah murid-murid-Nya, kita berbagi tujuan-Nya.

Anda, teman-teman sekalian, dipersiapkan secara unik dan ditakdirkan untuk membantu Dia. Anda adalah putra dan putri Allah. Dia mengenal Anda. Anda berada dalam hubungan perjanjian dengan-Nya. Anda tidak akan pernah melelahkan kesabaran-Nya yang penuh belas kasihan kepada Anda. Sewaktu Anda menepati perjanjian yang telah Anda buat dengan-Nya, Anda akan diberkati dengan “kuasa penyembuhan dan penguatan-Nya.” Kuasa Allah akan meningkatkan kapasitas Anda, memperbesar talenta yang dengannya Anda telah diberkati, dan membantu Anda untuk melihat Dia dalam diri mereka yang lapar, haus, terasing, dan sakit.

Sebagai murid-murid-Nya, marilah kita mempersiapkan diri kita untuk Kedatangan Kedua-Nya dengan menjalankan tugas pengawasan yang setia dan menguntungkan atas hal-hal yang dengannya kita telah diberkati. Saya bersaksi bahwa ketika Anda membawa pertolongan Yesus Kristus kepada orang lain, Anda akan diberkati untuk menemukan pertolongan Anda sendiri di dalam Dia.

Saya yakin bahwa Yesus Kristus hidup. Dia mengarahkan Gereja-Nya melalui para nabi, pelihat, dan pewahyu yang hidup. Saya yakin bahwa Russell M. Nelson adalah juru bicara-Nya yang perkasa di bumi saat ini.

Pekerjaan dan kemuliaan Bapa kita di Surga dan Yesus Kristus adalah untuk melihat kita pulang, dipersiapkan dan memenuhi syarat untuk tetap berada di hadirat, Mereka di mana tidak ada lagi yang lapar, haus, terasing, sakit, atau lumpuh—karena mereka telah disembuhkan dan dijadikan seutuhnya. Anda adalah mitra penting Mereka. Saya mengasihi Anda. Mereka mengasihi Anda.

Dalam nama sakral Penebus kita, Yesus Kristus, amin.

Catatan

  1. Lihat “History of the Tabernacle,” Newsroom, newsroom.ChurchofJesusChrist.org.

  2. Matius 5:14.

  3. Ajaran dan Perjanjian 88:40.

  4. Lihat Russell M. Nelson, “Jawabannya Selalu Yesus Kristus,” Liahona, Mei 2023, 127.

  5. Russell M. Nelson, “Jawabannya Selalu Yesus Kristus,” 127.

  6. Russell M. Nelson, “Tuhan Yesus Kristus Akan Datang Lagi,” Liahona, November 2024, 121.

  7. Russell M. Nelson, “Tuhan Yesus Kristus Akan Datang Lagi,” 121, penekanan ditambahkan.

  8. Lihat Merriam-Webster.com Dictionary, “Stewardship.”

  9. Terjemahan Joseph Smith, Matius 25:11 (dalam Matthew 25:12, catatan kaki a).

  10. Lihat David A. Bednar, “Diinsafkan kepada Tuhan,” Ensign atau Liahona, November 2012, 106–109. Penatua Bednar menjelaskan bahwa kita memiliki “tanggung jawab individu kita untuk menjaga pelita kesaksian kita tetap menyala dan untuk memperoleh persediaan minyak keinsafan yang banyak. Minyak yang berharga ini diperoleh setetes demi setetes—‘baris demi baris [dan] ajaran demi ajaran’ (2 Nefi 28:30), dengan sabar dan gigih. Jalan pintas tidaklah tersedia; upaya terburu-buru atau persiapan menit terakhir tidaklah mungkin.”

  11. Ajaran dan Perjanjian 33:17; penekanan ditambahkan.

  12. Russell M. Nelson, “Confidence in the Presence of God,” Liahona, May 2025.

  13. Pematung Lima Gadis yang Bijaksana adalah Ben Hammond.

  14. Matius 25:21.

  15. Lihat Matius 25:14–30.

  16. Russell M. Nelson, “Rasa Percaya di Hadirat Allah.”

  17. Matius 25:35–36.

  18. Lihat Moroni 7:47–48.

  19. Russell M. Nelson, “Rasa Percaya di Hadirat Allah.”

  20. Lihat Merriam-Webster.com Dictionary, “Steward.“

  21. Gérald Caussé, “Tugas Pengawasan Duniawi Kita,” Liahona, November 2022, 57.

  22. Gérald Caussé, “Tugas Pengawasan Duniawi Kita,” 58.

  23. Lihat “Elder Bednar Outlines 8 Principles About Spiritual Gifts and Christlike Attributes,” Church News, 24 Juni 2021, thechurchnews.com.

  24. Marvin J. Ashton, “There Are Many Gifts,” Ensign, November 1987, 20. “Karunia untuk menenangkan” tidak disebutkan dalam kutipan yang disebutkan di atas, tetapi kemudian dirujuk olehnya dalam ceramah ini.

  25. Marvin J. Ashton, “There Are Many Gifts,” 20.

  26. Umumnya dikaitkan dengan Presiden Amerika Serikat Theodore Roosevelt.

  27. Lihat Ajaran dan Perjanjian 46:12.

  28. Lihat Kejadian 1:28.

  29. Lihat Kejadian 2:15.

  30. Jean Yellowhorse, “What Infertility Has Taught Me About Multiplying and Replenishing the Earth” (artikel hanya digital), YA Weekly, Maret 2021, Gospel Library.

  31. Jeremiah 17:7–8, New International Version.

  32. Russell M. Nelson, “The Creation,” Ensign, Mei 2000, 86.

  33. Ajaran dan Perjanjian 104:14.

  34. Ajaran dan Perjanjian 104:17.

  35. Ajaran dan Perjanjian 104:18.

  36. Russell M. Nelson, “Penciptaan,” 86.

  37. Lihat Matius 25:35–40.

  38. Ajaran dan Perjanjian 81:5; lihat juga Ibrani 12:12.

  39. Lihat Janet Rae Saunders Pinson, “Kiribati Man Gives Service, Gets Education and Returns Home to Start Food-Growing Charity,” The Newsroom Blog, 3 Juli 2018, news-pacific.ChurchofJesusChrist.org.

  40. Lihat Caring for Those in Need: 2024 Summary, 20, assets.ChurchofJesusChrist.org/55/ua/55uami2tnuduu6gvkl7wohkw4ztnec8irhlk7tkn/2024_wsrs_caring_report.pdf.

  41. Yesaya 58:10–11.

  42. Yohanes 4:14.

  43. Lihat Yesaya 40:31.

  44. Lihat Mary Richards, “The Impact of Kangaroo Mother Care on Maternal and Infant Health,” Church News, 13 Maret 2025, thechurchnews.com.

  45. Matius 25:36.

  46. Matius 25:40.

  47. Lihat Matius 5:16.

  48. 2 Raja-Raja 5:13.

  49. Lihat Kisah Para Rasul 16:14–15.

  50. Lihat Pasal-Pasal Kepercayaan 1:13.

  51. Lukas 4:18.

  52. Lihat Russell M. Nelson, “Perjanjian Abadi,” Liahona, Oktober 2022, 4–11.

  53. Russell M. Nelson, “Bait Suci dan Landasan Rohani Anda,” Liahona, November 2021, 94.