Kebaktian 2025
Titik-Titik Akan Terhubung


29:23

Titik-Titik Akan Terhubung

Kebaktian Sedunia untuk Dewasa Muda

2 Februari 2025

Brother dan sister terkasih, teman-teman terkasih, saya membawa kasih dan berkat dari Presidensi Utama dan Kuorum Dua Belas Rasul bagi Anda.

Saya senang berada bersama Anda dan sangat bersyukur bahwa kita memiliki kesempatan untuk mendengar dari istri saya.

Harriet adalah sinar mentari dalam hidup saya. Semua orang yang mengenalnya mengasihinya. Dia membuat orang-orang di sekitarnya menjadi lebih baik dan lebih bahagia. Dia tentu saja memiliki pengaruh itu pada saya.

Era Jawaban Instan

Seperti yang Anda dengar dari Sister Uchtdorf, kami menikah di usia yang sangat muda. Sekarang, setelah bertahun-tahun, saya bersyukur untuk setiap momen bersama Harriet.

Seiring waktu, saya telah belajar bahwa kami dari generasi yang lebih tua memiliki banyak pertanyaan yang sama tentang kehidupan seperti yang Anda miliki—hanya saja kami telah menanyakannya lebih lama. Pertanyaan seperti:

Apakah saya berada di jalan yang benar?

Apakah Allah benar-benar memperhatikan saya? Apakah Dia peduli?

Mengapa saya terkadang merasa hampa, kewalahan, terabaikan, atau kesepian?

Mengapa Allah tidak memberikan mukjizat yang begitu mendesak saya butuhkan?

Mengapa Dia memperkenankan saya mengalami kesedihan, penyakit, atau tragedi ini?

Ini adalah pertanyaan-pertanyaan sulit di setiap zaman.

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini bisa membuat kita menjadi sangat frustasi ketika kita tidak mendapatkan jawaban yang instan. Di zaman sekarang, kita bisa bertanya pada Google hampir apa saja dan mendapatkan jawaban dalam hitungan detik.

Namun, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kita yang paling pribadi, penting, dan luas tidak selalu datang dengan cepat. Sering kali, kita menaikkan hati kita ke surga, dan semua yang kita dapatkan hanyalah kursor penantian yang berputar-putar.

Kita tidak suka menunggu, bukan?

Ketika kita harus menunggu lebih dari beberapa detik sampai mesin pencari merespons, kita mengira bahwa koneksinya rusak. Dengan frustrasi, kita bahkan mungkin akan meninggalkan pencarian itu. Namun jika berhubungan dengan pertanyaan-pertanyaan kekal, hal-hal mengenai jiwa, kita harus lebih bersabar.

Tidak semua jawaban bernilai sama. Jawaban dari kebijaksanaan duniawi atau opini populer mudah didapat, tetapi nilainya akan cepat hilang ketika teori atau tren baru muncul. Jawaban surgawi—jawaban kekal—adalah tak ternilai. Menerima jawaban ini sering kali membutuhkan pengorbanan, kerja keras, dan pengulangan.

Tetapi saya jamin, jawaban-jawaban ini layak untuk ditunggu.

Jika Anda memiliki pertanyaan yang belum terjawab, saya memberikan kesaksian yang pasti kepada Anda bahwa Bapa di Surga mendengar Anda, Dia mengenal Anda, dan Dia tidak akan pernah meninggalkan Anda. Jadi, jangan menyerah kepada-Nya. Teruslah berusaha untuk mengikuti jalan-Nya dan Dia “akan menuntunmu terus” untuk menemukan jawaban dengan bimbingan yang cukup untuk terus maju ke arah yang benar—tanpa membatasi pertumbuhan atau kesempatan Anda untuk menjalankan iman atau menjalankan hak pilihan moral Anda.

Menghubungkan Titik-Titik

Steve Jobs, salah satu pendiri Apple, pernah berkata: “Mustahil untuk menghubungkan titik-titik dengan melihat ke depan. Anda hanya bisa menghubungkannya dengan melihat ke belakang, jadi Anda harus percaya bahwa titik-titik itu bagaimanapun juga akan terhubung di masa depan Anda.”

Apa yang dia maksudkan dengan itu? Mungkin Anda pernah melihat lukisan yang dibuat dengan menyapukan titik-titik warna yang sangat kecil pada kanvas. Dari dekat, titik-titik ini tampak tidak terhubung dan acak. Tetapi, ketika Anda melihat keseluruhan lukisan, Anda akan melihat bagaimana titik-titik itu menyatu dengan warna dan bagaimana warna-warna itu pada akhirnya membentuk sesuatu yang memperlihatkan pola yang indah. Apa yang tadinya tampak sembarangan dan bahkan membingungkan, mulai masuk akal.

Terkadang hidup kita seperti lukisan-lukisan ini. Titik-titik yang membentuk pengalaman kita dalam kehidupan bisa terlihat tidak terhubung dan kacau pada awalnya. Kita tidak bisa melihat adanya keteraturan di dalamnya. Kita tidak bisa membayangkan bahwa itu semua memiliki tujuan.

Namun, ketika Anda melihat hidup Anda dari perspektif kekal Injil Yesus Kristus, Anda mulai melihat bagaimana titik-titik tersebut terhubung dengan rancangan besar yang Allah pikirkan untuk Anda.

Dan ketika Anda berusaha untuk memercayai Allah dan mengikuti Putra-Nya, Yesus Kristus, suatu hari Anda akan melihat hasil akhirnya, dan Anda akan tahu bahwa sang Seniman Agung memiliki rencana untuk titik-titik acak itu selama ini. Anda akan melihat bahwa Dia sedang mempersiapkan Anda untuk kesempatan dan kemungkinan yang jauh lebih mulia daripada yang dapat Anda bayangkan atau capai sendiri. Saya tentu saja telah melihat hal ini dalam kehidupan saya sendiri.

Petualangan Kefanaan Saya

Beberapa dari Anda mungkin tahu bahwa ketika saya masih sangat muda, keluarga saya menjadi pengungsi dua kali. Dalam kedua kesempatan tersebut, terlihat jelas bahwa orang-orang di lokasi baru kami menganggap kami “lebih rendah daripada mereka.” Di antara anak-anak seusia saya, aksen saya menandai saya sebagai orang asing, dan itu adalah sumber ejekan dan tawa bagi mereka.

Sulit bagi orang tua saya untuk menafkahi keluarga kami. Jadi, ibu saya memulai bisnis layanan binatu, semua membantu, dan saya, dengan sepeda dan gerobak, bekerja sebagai “spesialis pengantaran ke rumah” untuk bisnis tersebut sepulang sekolah.

Trauma dan stres akibat relokasi kami menyebabkan saya tertinggal dalam sekolah, dan saya kehilangan satu tahun ajaran penuh.

Di Jerman Timur, saya belajar bahasa Rusia sebagai bahasa kedua. Itu sulit, tetapi saya berhasil. Kemudian, di Jerman Barat, saya diharuskan belajar bahasa Inggris.

Ini tampak mustahil bagi saya! Saya yakin bahwa mulut saya tidak diciptakan untuk bahasa Inggris.

Semasa remaja saya, saya menyukai seorang gadis yang sangat mengagumkan dengan mata cokelat yang indah dan besar. Sayangnya, Harriet tampak tidak tertarik sedikit pun pada saya. Apa pun yang saya coba, sepertinya keberuntungan tidak berpihak pada saya. Anda sudah mendengar cerita dari sisi dia.

Jadi begitulah saya, seorang pemuda yang kurang beruntung dan berjuang untuk hidup di Jerman pascaperang yang tampaknya tidak memiliki banyak kesempatan untuk sukses dalam hidup.

Namun, saya mengalami beberapa hal yang baik bagi saya.

Saya tahu bahwa keluarga saya mengasihi saya. Di sekolah dan di gereja, ada guru-guru yang mendorong saya untuk selalu menetapkan gol saya yang tinggi dan tidak pernah menyerah. Saya masih ingat ketika seorang misionaris muda Amerika mengajarkan, “Jika Allah di pihak [Anda], siapakah yang akan melawan [Anda]?” Dan “segala sesuatu mungkin bagi Allah.”

Ada sesuatu tentang tulisan suci ini yang membuat saya terkesan dengan kekuatan yang luar biasa. Jika memang demikian, pikir saya, lalu mengapa saya harus takut?

Jadi, saya percaya. Dan saya memercayai Allah.

Pada suatu waktu, saya mengikuti program magang. Salah satu guru saya menantang saya untuk menghadiri sekolah malam untuk belajar teknik mesin. Ini menuntun saya untuk menemukan gairah saya dalam dunia penerbangan!

Dan saya terkejut ketika mengetahui bahwa untuk menjadi seorang pilot, saya harus menguasai bahasa Inggris. Saya ingin sekali menjadi seorang pilot, dan entah bagaimana, secara ajaib, mulut saya sepertinya berubah, dan bahasa Inggris tidak lagi menjadi bahasa yang mustahil.

Tentu saja, bukan berarti segala sesuatunya selalu berjalan mulus.

Ketika saya berusia 19 tahun, saya melakukan perjalanan ke San Antonio, Texas, untuk memulai pelatihan pilot Angkatan Udara. Di dalam pesawat, saya duduk di sebelah seorang pria yang berbicara dengan aksen Texas yang kental. Saya menyadari dengan ngeri bahwa bahasa Inggris yang saya pelajari dengan susah payah bukanlah bahasa Inggris yang sama dengan bahasa Inggris yang mereka gunakan di Texas!

Di sekolah pelatihan pilot, hal-hal sulit juga terjadi. Ini adalah program yang sangat kompetitif, dengan semua orang berlomba-lomba untuk mendapatkan posisi teratas saat kelulusan. Saya langsung tahu bahwa saya berada dalam posisi yang kurang menguntungkan karena sebagian besar teman sekelas saya adalah penutur asli bahasa Inggris.

Instruktur penerbangan saya memperingatkan saya tentang potensi kelemahan lainnya—saya menghabiskan terlalu banyak waktu di gereja. Para anggota lokal menyambut saya ke dalam cabang mereka dan di rumah-rumah mereka, dan kami bahkan membangun sebuah gedung pertemuan di Big Spring, Texas, bersama-sama. Instruktur saya khawatir bahwa kegiatan seperti itu merusak kesempatan saya untuk mencapai peringkat kelas yang tinggi. Saya tidak berpikir begitu. Jadi saya memercayai Allah dan melakukan yang terbaik sebisa saya.

Akhirnya, saya berhasil belajar bahasa Inggris (meskipun saya masih berusaha). Saya menyelesaikan pelatihan pilot saya dengan sangat sukses. Saya menjadi pilot pesawat tempur dan kemudian menjadi kapten sebuah maskapai penerbangan. Dan gadis cantik bermata cokelat impian saya? Dia ada di sini bersama saya.

Tekunlah dalam Hal-hal Kecil

Jadi, sampai gambaran lengkapnya terungkap, jangan terbebani oleh tugas-tugas kehidupan yang besar dan sulit. Ingatlah bahwa hal-hal besar terbentuk dari hal-hal kecil. Jika Anda berkomitmen untuk melakukan “apa yang kecil dan sederhana” yang Allah minta untuk Anda lakukan—dan Anda melakukannya dengan tekun semampu Anda, hal-hal besar akan mengikuti.

Beberapa dari “apa yang kecil dan sederhana” ini termasuk doa harian yang diniatkan, menelaah tulisan suci, menjadikan Ikutlah Aku dan Untuk Kekuatan Remaja sebagai bagian dari rutinitas Anda, menjalankan Firman Kebijaksanaan, menghadiri gereja, membayar persepuluhan serta persembahan, dan memastikan bahwa Anda memiliki rekomendasi bait suci yang berlaku.

Lakukan hal-hal ini bahkan ketika Anda tidak ingin melakukannya, bahkan ketika itu membutuhkan pengorbanan. Pengorbananlah yang membuat itu sakral, dan “Pengorbanannya mendatangkan berkat.”

Dengan kata lain, pengorbanan Anda “yang kecil dan sederhana” adalah titik-titik kehidupan sehari-hari yang membentuk mahakarya kehidupan Anda. Anda mungkin tidak melihat bagaimana titik-titik itu terhubung sekarang, dan Anda belum perlu melakukannya. Cukup percaya saja pada momen yang Anda jalani saat ini. Percayalah kepada Allah, dan “dari hal-hal yang kecil [akan datang] apa yang besar.”

Percayalah kepada Allah

Ketika saya seusia Anda, saya tidak tahu ke mana hidup saya akan membawa saya. Saya jelas tidak melihat ada titik-titik yang terhubung di depan saya.

Tetapi saya percaya kepada Allah. Saya percaya bahwa jika saya melakukan yang terbaik pada saat itu, Allah akan mengurus gambaran besarnya.

Dan Dia melakukannya.

Dia tahu akhir dari awal, sementara saya tidak.

Saya tidak bisa melihat masa depan, tetapi Dia bisa.

Bahkan pada masa-masa sulit, ketika saya pikir saya ditinggalkan, Dia menyertai saya—saya melihatnya sekarang.

Dalam Amsal, kita menemukan janji ini: “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam seluruh hidupmu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

Saya mendorong Anda untuk percaya bahwa hidup Anda pasti akan jauh lebih baik jika Anda mengandalkan Allah untuk menuntun langkah Anda. Dia mengetahui hal-hal yang tidak mungkin Anda ketahui, dan Dia memiliki masa depan yang dipersiapkan untuk Anda yang tidak mungkin Anda bayangkan. Rasul Paulus bersaksi, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, … tidak pernah didengar oleh telinga, … [tidak] semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Jadi, tanyakanlah pada diri Anda, “Dapatkah saya mengumpulkan iman yang cukup untuk memercayai Allah? Apakah saya mau percaya bahwa Dia mengasihi saya dan ingin menuntun jalan saya?”

Jika Anda dapat menemukan bahkan segelintir iman sebesar biji sesawi di dalam hati Anda—bahkan jika itu hanya hasrat untuk percaya—mulailah dari sana.

Allah tahu bagaimana mengubah biji-biji kecil menjadi pohon besar. Lakukanlah apa yang kecil dan sederhana, dan Allah akan “menambah jumlahmu seribu kali lagi dan memberkati kamu seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu!”

Kita Menjawab kepada Allah

Anda tidak perlu pergi jauh dalam budaya saat ini untuk mendengar suara-suara kontradiktif yang mengecilkan hati atau bahkan mengolok-olok kepercayaan kepada Allah secara umum dan pada agama kita secara khusus.

Media sosial memperkuat suara-suara tersebut.

Namun, generasi Anda bukanlah satu-satunya generasi yang imannya kepada Allah ditantang dan diejek. Ini tampaknya merupakan bagian dari ujian fana bagi semua anak Allah.

“Sekiranya kamu dari dunia,” Yesus berfirman kepada murid-murid-Nya, “tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu …, sebab itulah dunia membenci kamu.”

Anda mungkin juga harus menerima bahwa begitu Anda membuat komitmen untuk mengikuti Juruselamat, para penghuni bangunan yang besar dan lapang itu akan menolaknya—terkadang dengan cukup keras. Mereka bahkan mungkin berusaha untuk merisak dan mempermalukan Anda.

Namun, ingatlah bahwa Anda tidak perlu menjawab mereka. Anda menjawab kepada Allah. Kelak, Anda akan berdiri di hadapan-Nya untuk mempertanggungjawabkan hidup Anda.

Dia akan bertanya apakah Anda mengikuti Juruselamat, apakah Anda mengasihi sesama Anda, apakah Anda dengan sungguh-sungguh berusaha untuk tetap berada di jalan kemuridan dan menghormati perjanjian-perjanjian Anda.

Teman-teman muda terkasih, sekaranglah saatnya untuk berkomitmen kepada Kristus dan mengikuti jalan-Nya.

Kelak semua anak Allah akan berlutut dan mengakui bahwa Yesus adalah Kristus, Penebus, Juruselamat dunia. Mereka akan tahu bahwa Dia mati untuk mereka.

Pada hari itu akan menjadi jelas bahwa suara-Nya adalah satu-satunya suara yang benar-benar penting.

Tidaklah Masalah

Sekarang, ketika kita berbicara tentang memperkenankan Allah untuk membimbing hidup kita, saya ingin mengklarifikasi satu hal. Anda mungkin tidak menyukai apa yang akan saya sampaikan kepada Anda. Ketika Anda meminta bimbingan Allah mengenai keputusan-keputusan dalam hidup Anda—termasuk beberapa keputusan penting—Dia mungkin tidak memberikan jawaban yang terperinci.

Kebenarannya adalah bahwa terkadang tidak masalah bagi Tuhan apa yang Anda putuskan selama Anda tetap berada di dalam perjanjian-perjanjian dan asas-asas dasar Injil Yesus Kristus yang telah dipulihkan.

Ada kalanya Allah memiliki jalan tertentu yang Dia ingin Anda ikuti. Terkadang Dia juga akan memperingatkan Anda untuk tidak mengambil pilihan tertentu karena bahaya yang tidak dapat Anda perkirakan. Namun, ada kalanya ketika sebuah pertanyaan memiliki beberapa jawaban yang “benar,” dan Anda dapat menemukan sukacita dalam setiap jawaban tersebut selama Anda hidup berdasarkan kebenaran kekal dari Allah.

Ketika ini terjadi pada Joseph Smith dan rekan-rekannya, Tuhan memberikan jawaban yang menarik saat mereka mencari bimbingan-Nya. Dia berfirman, “Tidaklah masalah [bagi-Ku].”

Kemudian Dia menambahkan, “Hanya setialah.”

Mungkin mengecewakan untuk mendengar bahwa Allah tidak akan memberi Anda rencana perjalanan yang terperinci untuk perjalanan hidup Anda. Tetapi, apakah Anda benar-benar ingin diarahkan dalam setiap perinciannya?

Apakah Anda benar-benar menginginkan kode curang untuk hidup sebelum Anda memiliki kesempatan untuk mencari tahu sendiri? Petualangan seperti apakah itu? Bukankah itu akan melenyapkan perasaan Anda akan pencapaian Anda? Bagaimana Anda akan bertumbuh dan meningkatkan keyakinan Anda kepada Tuhan dan diri Anda sendiri?

Seperti yang Tuhan firmankan kepada Oliver Cowdery, “Kamu mesti menelaahnya dalam pikiranmu; kemudian kamu mesti bertanya kepada-Ku apakah itu benar.”

Bapa Surgawi telah memberikan rencana-Nya, Jalan-Nya. Dia memberi Anda gambaran besarnya. Dan Dia telah memberi Anda otak dan hati. Jika Anda memercayai Dia, Dia akan membantu Anda untuk menggunakan keduanya dengan benar dalam pengambilan keputusan. Dia memercayai Anda untuk mengambil keputusan terbaik dengan mengikuti Yesus Kristus.

Dalam banyak kasus, keputusan yang Anda buat pada saat itu mungkin tidak sepenting apa yang Anda lakukan setelah keputusan itu dibuat.

Sebagai contoh, pasangan mungkin memilih untuk menikah meskipun beberapa anggota keluarga tidak menganggap mereka sebagai pasangan yang cocok. Namun, saya memiliki banyak harapan bagi pasangan seperti itu jika, setelah keputusan dibuat, mereka tetap berkomitmen penuh kepada satu sama lain dan kepada Tuhan dengan segenap hati dan pikiran mereka. Dengan memperlakukan satu sama lain dengan kasih dan kebaikan, berfokus pada kebutuhan emosi, rohani, dan jasmani satu sama lain—dengan melakukan hal-hal “kecil” secara konsisten—mereka menjadi pasangan yang sempurna bagi setiap orang.

Sebaliknya, pertimbangkan pasangan yang berpikir bahwa mereka telah memilih orang yang “sempurna” dan kemudian berasumsi bahwa semua masalah berat telah selesai. Jika mereka tidak lagi saling berkencan, berhenti berkomunikasi, mengabaikan perjanjian sakral mereka, dan tergelincir ke dalam egoisme dan kehidupan yang mementingkan diri sendiri, pasangan ini berada di jalan yang mengarah pada kesedihan dan penyesalan.

Asas yang sama juga berlaku untuk pilihan kejuruan. Saya memiliki harapan besar bagi mereka yang memutuskan untuk memilih pekerjaan yang tidak terlalu bergengsi, namun melakukan yang terbaik dan menemukan cara untuk menggunakan pekerjaan mereka untuk memuliakan Allah dan memberkati anak-anak-Nya.

Saya tidak terlalu berharap pada mereka yang memilih pekerjaan yang terdengar mengesankan, tetapi dalam perjalanannya, mereka kehilangan fokus pada identitas ilahi mereka dan kebaikan yang dapat mereka capai dengan melayani Allah dan anak-anak-Nya secara bersamaan.

Allah telah menyiapkan berkat-berkat kekal yang melampaui imajinasi Anda. Untuk membantu Anda menerimanya, Dia memberi Anda perintah-perintah, perjanjian-perjanjian sakral, nasihat kenabian yang diilhami, karunia Roh Kudus, dan hak pilihan moral. Ini lebih dari cukup untuk menuntun Anda pada kebahagiaan fana dan sukacita kekal. Selain itu, jangan putus asa jika Anda membuat beberapa keputusan yang kurang sempurna. Begitulah cara Anda belajar. Itu adalah bagian dari petualangan!

Tidak, petualangan tidak pernah berjalan mulus dari awal hingga akhir. Hidup Anda akan mengalami pasang surut. Tetapi jika Anda setia kepada Yesus Kristus, melihat kurban pendamaian-Nya sebagai karunia kasih dan pertobatan sebagai cara untuk menerimanya, Anda dapat yakin akan akhir yang bahagia.

Anda mungkin tidak dapat melihatnya sampai beberapa waktu kemudian, tetapi Anda akan melihat ke belakang dan mengetahui bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan Anda, bahkan ketika Dia membiarkan Anda mengambil banyak keputusan bagi diri Anda sendiri. Anda akan melihat bahwa titik-titiknya memang terhubung.

Lima Hal untuk Diingat

Jadi, apa yang saya harap akan Anda ingat dari waktu kita bersama hari ini?

Pertama, ketahuilah bahwa jawaban Allah atas pertanyaan-pertanyaan Anda yang paling dalam mungkin memerlukan sedikit waktu, dan jawaban itu mungkin datang dengan cara yang tidak Anda duga. Jawaban Allah bernilai kekal. Itu patut untuk ditunggu.

Kedua, jangan terbebani saat Anda berjalan di jalan kemuridan. Lakukan yang terbaik sebisa Anda dengan hal-hal kecil, dan hal-hal besar akan menjadi lebih mudah.

Ketiga, milikilah sedikit iman. Percayalah bahwa Anda penting bagi Allah, bahwa Dia melihat apa yang tidak dapat Anda lihat, dan bahwa Dia akan menuntun Anda ke jalan yang benar. Dia mengasihi Anda. Percayalah kepada-Nya.

Keempat, jangan biarkan suara-suara yang mematahkan semangat menghalangi Anda dari perjalanan iman Anda. Ingat, Anda tidak menjawab para pengkritik Anda. Anda menjawab kepada Bapa di Surga. Nilai-nilai-Nya sangat berarti.

Kelima, carilah bimbingan Tuhan, dan ketika Dia berkata, “Tidaklah masalah,” buatlah keputusan terbaik yang Anda bisa berdasarkan kebenaran yang Anda ketahui. Kemudian “tetaplah setia.”

Saya meninggalkan berkat saya untuk Anda di awal tahun yang baru ini bahwa ketika Anda dengan sungguh-sungguh berusaha untuk mengenal Bapa Surgawi Anda, mengikuti Yesus Kristus, dan menghormati perjanjian-perjanjian-Nya, iman Anda akan meningkat.

Keyakinan Anda akan bertumbuh sewaktu Anda berupaya mengikuti Juruselamat Anda dan ajaran-ajaran-Nya.

Di dalam Yesus Kristus, Injil-Nya, dan Gereja-Nya, Anda akan menemukan kebahagiaan, sukacita, dan kedamaian! Dan kelak, Dia akan memeluk Anda dalam kasih ilahi.

Dengan rasa syukur yang tak terkatakan, Anda akan melihat bahwa Allah sendiri, dalam kasih, kasih karunia, dan rasa iba-Nya yang berlimpah, selalu ada di sana, mengawasi Anda, memberkati Anda, dan menyiapkan tempat bagi Anda.

Mengenai hal ini saya bersaksi dan memberikan berkat saya kepada Anda, dalam nama Yesus Kristus, amin.