Mengapa Kita Ada di Bumi Ini dan Apa yang Terjadi Setelah Kita Mati
Allah memiliki sebuah rencana kekal bagi Anda. Karena Yesus Kristus, setelah kehidupan ini Anda dapat hidup bersama keluarga Anda selamanya.
Allah, Bapa Surgawi kita yang penuh kasih, menginginkan kita merasakan kebahagiaan dan sukacita. Dia menciptakan sebuah rencana bagi kita untuk datang ke bumi, bertumbuh, dan kembali hidup bersama-Nya selamanya. Rencana-Nya memberikan makna dan konteks pada kehidupan kita dan menjawab pertanyaan-pertanyaan besar: “Dari mana saya berasal?” “Mengapa saya di sini?” dan “Apa yang terjadi setelah saya meninggal?”
Dari mana Anda berasal?
Kisah Anda dimulai sebelum Anda dilahirkan. Di surga, Anda ada sebagai roh bersama Allah dan anak-anak roh-Nya yang lain. Kita semua adalah anggota keluarga-Nya, dan dalam kehidupan prafana, kita memilih untuk mengikuti rencana Allah. Ini berarti kita datang ke bumi agar kita dapat mengambil langkah selanjutnya dalam kemajuan kekal kita.
Jika mereka mematuhi perintah ini, mereka boleh tetap tinggal di taman, tetapi mereka tidak akan dapat maju dengan belajar dari pertentangan dan tantangan kehidupan fana. Mereka tidak dapat merasakan sukacita karena mereka tidak dapat mengalami dukacita dan rasa sakit.
Setan menggoda Adam dan Hawa untuk memakan buah terlarang. Hawa memilih untuk memakan buah itu dan memberikan kepada Adam buah itu. Dia juga memilih untuk memakannya. Karena pilihan ini, mereka diusir dari taman dan dipisahkan dari hadirat Allah. Peristiwa ini disebut Kejatuhan.
Kejatuhan adalah langkah maju bagi umat manusia dan berkat besar bagi kita semua. Kejatuhan memungkinkan kita untuk dilahirkan di bumi dan mengalami kemajuan dalam rencana Bapa Surgawi.
Kejatuhan adalah langkah maju bagi umat manusia dan berkat bagi kita semua. Berkat-berkat dari Kejatuhan mencakup:
Adam dan Hawa mengungkapkan rasa syukur mereka untuk berkat-berkat yang datang sebagai akibat dari Kejatuhan:
“Dan pada hari itu Adam memuji Allah dan dipenuhi, dan mulai bernubuat mengenai seluruh keluarga di bumi, mengatakan: Terpujilah nama Allah, karena oleh pelanggaranku mataku dibukakan, dan dalam kehidupan ini aku akan merasakan sukacita, dan lagi dalam daging aku akan melihat Allah.
Dan Hawa, istrinya, mendengar segala hal ini dan gembira, mengatakan: Seandainya bukan karena pelanggaran kita, kita tidak pernah akan memiliki benih keturunan, dan tidak pernah akan tahu yang baik dan yang jahat, dan sukacita penebusan kita, dan kehidupan kekal yang Allah berikan kepada semua yang patuh.”
Penciptaan
Di bawah arahan Bapa Surgawi, Yesus Kristus menciptakan bumi dan semua makhluk hidup. Adam dan Hawa adalah yang pertama dari anak-anak roh Allah yang datang ke bumi. Allah menciptakan tubuh mereka menurut rupa-Nya sendiri dan menempatkan mereka di Taman Eden.Kejatuhan Adam dan Hawa
Saat Adam dan Hawa berada di taman, Allah memerintahkan mereka untuk tidak memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.Jika mereka mematuhi perintah ini, mereka boleh tetap tinggal di taman, tetapi mereka tidak akan dapat maju dengan belajar dari pertentangan dan tantangan kehidupan fana. Mereka tidak dapat merasakan sukacita karena mereka tidak dapat mengalami dukacita dan rasa sakit.
Setan menggoda Adam dan Hawa untuk memakan buah terlarang. Hawa memilih untuk memakan buah itu dan memberikan kepada Adam buah itu. Dia juga memilih untuk memakannya. Karena pilihan ini, mereka diusir dari taman dan dipisahkan dari hadirat Allah. Peristiwa ini disebut Kejatuhan.
Kejatuhan adalah langkah maju bagi umat manusia dan berkat besar bagi kita semua. Kejatuhan memungkinkan kita untuk dilahirkan di bumi dan mengalami kemajuan dalam rencana Bapa Surgawi.
Kejatuhan adalah langkah maju bagi umat manusia dan berkat bagi kita semua. Berkat-berkat dari Kejatuhan mencakup:
- Adam dan Hawa menjadi fana.
- Mereka mengalami dan dapat menggunakan hak pilihan mereka untuk memilih antara yang baik dan yang jahat.
- Karena Adam dan Hawa menghadapi pertentangan, mereka dapat belajar dan maju.
- Karena mereka mengalami dukacita, mereka juga dapat mengalami sukacita.
- Kejatuhan memungkinkan kita untuk dilahirkan di bumi dan maju dalam rencana Bapa Surgawi.
Adam dan Hawa mengungkapkan rasa syukur mereka untuk berkat-berkat yang datang sebagai akibat dari Kejatuhan:
“Dan pada hari itu Adam memuji Allah dan dipenuhi, dan mulai bernubuat mengenai seluruh keluarga di bumi, mengatakan: Terpujilah nama Allah, karena oleh pelanggaranku mataku dibukakan, dan dalam kehidupan ini aku akan merasakan sukacita, dan lagi dalam daging aku akan melihat Allah.
Dan Hawa, istrinya, mendengar segala hal ini dan gembira, mengatakan: Seandainya bukan karena pelanggaran kita, kita tidak pernah akan memiliki benih keturunan, dan tidak pernah akan tahu yang baik dan yang jahat, dan sukacita penebusan kita, dan kehidupan kekal yang Allah berikan kepada semua yang patuh.”
Mengapa Anda ada di sini?
Kehidupan di bumi adalah bagian esensial dari rencana Allah yang indah untuk kita masing-masing. Pengalaman-pengalaman yang kita miliki di sini membantu kita belajar, bertumbuh, dan bersiap untuk kembali kepada Bapa kita di Surga.
Pendamaian Yesus Kristus adalah pusat bagi Rencana Kebahagiaan Allah.
- Karena Kejatuhan Adam dan Hawa, kita semua tunduk pada dosa dan kematian.
- Karena Allah mengasihi kita, Dia mengutus Putra-Nya, Yesus Kristus, ke bumi untuk menebus kita dari dosa dan kematian.
- Karena kurban pendamaian Yesus, kita dapat diampuni dan dibersihkan dari dosa-dosa dan hati kita dapat diubah. Ini memungkinkan kita untuk kembali ke hadirat Allah dan menerima sukacita abadi.
Apa yang terjadi setelah Anda meninggal?
Sebagaimana kita hidup sebelum kita datang ke bumi, kita akan terus hidup setelah kita mati. Mengetahui ini dapat memberikan penghiburan dan kedamaian ketika kita atau orang-orang terkasih kita meninggal. Sementara kita berduka bagi mereka yang telah meninggalkan kita, ada harapan karena Yesus Kristus—kematian bukanlah akhir (lihat Yohanes 11:25–26).
Ketika kita dibangkitkan, kita masing-masing akan memiliki tubuh jasmani yang disempurnakan, bebas dari rasa sakit dan penyakit. Kita akan menjadi baka, hidup selamanya.
Karena Pendamaian dan Kebangkitan Juruselamat, setiap orang yang pernah hidup akan dibangkitkan (Alma 11:42–44 ).
Dia menderita bagi dosa-dosa kita agar ketika kita berdoa memohon pengampunan dan berusaha untuk berubah, kita dapat menjadi bersih. Dia juga mati di kayu salib dan bangkit dari kematian. Karena Yesus, kematian bukanlah akhir.
Hanya Allah dan Yesus yang mengetahui hati kita dan keadaan hidup kita dengan sempurna, jadi hanya Mereka yang dapat menghakimi kita dengan sempurna. Penghakiman ini akan berupa kasih, belas kasihan, keadilan, dan pertanggungjawaban (lihat3 Nefi 27:14–15 ).
Dunia Roh
Ketika kita mati, roh dan tubuh kita terpisah. Meskipun tubuh kita mati, roh kita—esensi dari siapa diri kita—tetap hidup. Roh kita pergi ke dunia roh, yang merupakan sebuah masa menunggu untuk belajar dan bersiap sampai kita menerima karunia kebangkitan.Kebangkitan
Kebangkitan adalah bersatunya kembali tubuh dan roh kita dan adalah langkah berikutnya dalam pertumbuhan kekal kita.Ketika kita dibangkitkan, kita masing-masing akan memiliki tubuh jasmani yang disempurnakan, bebas dari rasa sakit dan penyakit. Kita akan menjadi baka, hidup selamanya.
Karena Pendamaian dan Kebangkitan Juruselamat, setiap orang yang pernah hidup akan dibangkitkan (
Keselamatan Dimungkinkan karena Yesus Kristus
Karena kita semua akan dibangkitkan, kita semua akan diselamatkan—atau memperoleh keselamatan—dari kematian jasmani. Tetapi baik Kebangkitan maupun keselamatan dari dosa-dosa kita tidak akan mungkin terjadi tanpa Yesus Kristus.Dia menderita bagi dosa-dosa kita agar ketika kita berdoa memohon pengampunan dan berusaha untuk berubah, kita dapat menjadi bersih. Dia juga mati di kayu salib dan bangkit dari kematian. Karena Yesus, kematian bukanlah akhir.
Penghakiman dan Kemuliaan Kekal
Pada saat kebangkitan, kita masing-masing akan dihakimi secara individu oleh Yesus, Juruselamat kita. Penghakiman terakhir ini akan didasarkan pada hasrat, tindakan, dan pilihan kita.Hanya Allah dan Yesus yang mengetahui hati kita dan keadaan hidup kita dengan sempurna, jadi hanya Mereka yang dapat menghakimi kita dengan sempurna. Penghakiman ini akan berupa kasih, belas kasihan, keadilan, dan pertanggungjawaban (lihat
Gol utama Allah adalah untuk menolong semua anak-Nya kembali untuk hidup bersama-Nya dalam kerajaan selestial.
Rencana Allah bagi kita memungkinkan kehidupan kekal bersama Dia dan keluarga kita. Mengikuti rencana kebahagiaan Allah mencakup:
Rencana Allah bagi kita memungkinkan kehidupan kekal bersama Dia dan keluarga kita. Mengikuti rencana kebahagiaan Allah mencakup:
- Memercayai Yesus Kristus
- Bertobat dari dosa-dosa kita.
- Dibaptiskan dalam nama-Nya.
- Menerima karunia Roh Kudus
- Menaati perintah-perintah Allah.
- Bertobat ketika kita gagal.